Wiro Sableng 212

24April 2010

Komentar:

Tokoh fiksi dalam cerita Pendekar maut berkapak Naga yang bertatto 212 di lengan sang pendekarnya adalah ceritera kegemaran anak-anak di Indonesia persis cerita dua tahun yang lalu. Ketika  Pak Hasan Karman alias Bong Sau Fan atau yang lebih dikenal oleh kolega-kolega dekatnya dengan panggilannya “The Big Mouth”  tampil dalam panggung politik Singkawang mencalonkan diri sebagai balon walikota  Singkawang , merupakan calon dari etnis Chinese pertama.

 

Dengan slogan ala jual kecap  “Spektakuler” dan mencontek ideologi DR.Sun Yat Sen “Bui Fa Nyin”, ideologi semacam itu  sudah  tidak sesuai dengan  perkembangan zaman.Namun, Pak  HK demikian panggilan akrabnya menghidangkan  ideologi yang  sudah kedaluwarsa itu  untuk dikonsumsi komunitas Tionghoa Singkawang supaya masyarakat memilih dia.

Jangankan seorang gadis ndeso seperti Eugeniea Wu  atau anak tetangga  HK yang bernama Aloy terpengaruh oleh kata –kata HK. Anak tetangga HK ini, memuja Pak HK seperti Kamerad Fidel Castro, mantan presiden Cuba. Di Yahoo Messenger Aloy terpasang banner impossible is nothing” slogan contekan dari  Kamerad Fidel Castro dan Pak Hasan Karman. Anak muda belum begitu matang dalam kehidupan, belum pernah hidup di Cuba, mereka ini berikrar berani sehidup semati bersama Pak HK.

 

Bukan hanya anak muda saja terhinoptis dengan  perkataan Pak HK bahkan Tokoh Pengusaha Internasional yang pernah kecewa berat terhadap Pak HK  bersedia memaafkan kesalahan masa lampaunya. Dalam hal; Pak HK  berkolaborasi dengan Atien si pencetus ide sableng menurunkan Simbol Ayam Gereja Santo Fransiskus Asisi Singkawang ketika bekerja di group perusahaannya.

Bak pendekar Wiro Sableng dengan jurus sablengnya Pak HK sanggup membungkam ambisi seniornya yang juga kepincut menjadi Wako yakni Bapak Lio Kurniawan.

Tokoh-tokoh senior seperi Bapak Agustinus Aryawan, Fuidy Luckman pun sempat dimanfaatkan oleh Pak HK untuk meloby kepentingan ambisi dirinya. Dan sederatan nama-nama beken Singkawangpun sanggup disulap seketika dan bekerja bakti untuk Pak HK,.ruuuuaaar biasa!

 

Kini, dua tahun sudah berlalu “kemesraan”itupun berlalu seiring dengan  waktu, satu per satu tokoh-tokoh yang pernah mendukungnya meninggalkan dia. Sebut saja Bapak Prajogo Pangestu nama beken Singbebaspun memberi peringatan kepada HK di depan komunitas Tionghoa Singbebas. Ketika peresmian kantor Permasis, pidato Bapak Prajogo Pangestu mengingatkan kepada mereka yang suka memanfaatkan ormas untuk kepentingan politik dan ambisi individu. “Permasis bukan tempat untuk mencari kedudukan” kata Beliau.

Menurut kesaksian dari salah satu bekas sahabat Pak HK, dari HK center, Beliau ini menyadari perjuangan untuk kepentingan masyarakat Singkawang, membangun Singkawang modern sudah semakin tidak jelas dan jauh dari tujuan semula. Menurut  Beliau pengalaman ini  seperti menanam pohon durian dari biji, “kita pilih bibit yang bagus kemudian kita tanam dan memberi pupuk supaya cepat berbuah tetapi sesudah pohonnya besar dan berbuah, buahnya jelek dan tidak seperti apa yang kita harapkan semula” kata  Beliau dalam penjelasan analogi antara  menanam durian dengan mendukung Pak HK. Beliau ini meminta Cinta jangan mencantumkan identitas dirinya .

 

Fakta yang  paling nyata bahwa Pak HK sudah mulai ditinggalkan konco-konconya. Ketika dalam perayaan CGM 2010 kesayangan pak HK,seakan-akan tak percaya langit Singkawang begitu gelap bagi Pak HK di tahuan macan ini,ciong berat!

Altar SK Pak HK mengalami kerugian yang sangat besar, masyarakatpun bertanya-tanya kenapa pendekar Hasan “Wiro sableng” Karman begitu perkasa bisa KO tak berdaya di depan para pengemarnya?

 

Seperti awal tahun “macan”ini bukan tahun keberuntungan bagi Pak HK dan Pak Aliok untuk membuat suatu perencanaan kedepan. Rencana baik tetapi ini tidak didukung oleh “pat si”(ramalan bintang  yang menentukan nasib). Rencana untuk mempopulerkan Pak Aliok melalui CGM 2010 supaya dia bisa sebagai cikal bakal suksesi wako Singkawang pada tahun 2013. Padahal, perahu politik sudah disiapkan untuk Beliau. Sedangkan Pak HK akan dipromosikan sebagai suksesi KB 2 pada tahun 2013 nanti.Semua ini harus dijadwalkan kembali gara-gara aksi FPC.

 

Kepopularitas cerita  Wiro Sableng 212, kepopularitas Pak HK sekarang menghadapi permasalahan yang sama yaitu ditinggalkan oleh kegemarnya(fan). Tetapi hoki Pak HK sedikit bervariasi; Pada dua tahun pertama adalah bulan madu bagi Pak HK. 1 (Satu tahun berikutnya) “Rating“ kepercayaan masyarakat  terhadap Pak HK  semakin merosot. Dan 2(Dua Tahun terakhir) adalah masa penuh cobaan bagi pak HK.

Sudah beredar gosip dari  ex fan Pak HK yang mengatakan “ bisakah Pak HK tetap bertahan kepopulerannya tanpa kami”. Hanya Pak HK sendiri dapat memberi jawaban kepada mereka.

 

 

 

CintaSingkawang, 24 April 2010