|
Rombongan warga transmigrasi Pamilang
mendatangi gedung DPRD
Singkawang
pada tanggal 20/10/2009,jam 10.00
pagi,sebagian dari rombongan ini masuk
kedalam gedung diterima oleh
ketua DPRD Singkawang, Bapak H
Zaini.Sebagian
rombongan yang tidak
masuk kedalam gedung , mereka ini
berdemo didepan gedung DPRD dengan
berbagai spanduk.Ada beberapa dari
tulisan spanduk tersebut sangat
menarik perhatian masyarakat.Salah satu
dari spanduk itu
berbunyinya”Ketidakmampuan menyelesaikan
masalah kami, menandakan ketidakmampuan
Bapak Hasan Karman memimpin kota
Singkawang.”
Rombongan ini mewakili 450 kepala
keluarga transmigrasi Pamilang untuk
memperjuangkan lahan usaha(LU),lahan
pekarangan yang dimiliki mereka sejak
tahun 2003.Tetapi,tanah tersebut belum
memiliki surat keputusan wali kota
Singkawang yang menyatakan status
pemilikkan,LU mereka belum mendapat
kepastian hukum.
Tujuan mereka ingin ketemu dengan Pak
wako kita untuk menanyakan masalah
tersebut di gedung DPRD Singkawang.
Ketika Pak wako kita berhadapan dengan
rombongan ini diruang pertemuan. Pak
wako kita mengatakan "sejak pagi ini
saya belum makan.Masih banyak pekerjaan
penting yang harus saya lakukan bukan
cuma mengurus urusan kalian.Pergilah
kalian dari sini,jangan mengganggu
saya.Saya sedang bekerja." Kemudian Pak
wako walkout dari ruang pertemuan
tersebut.Pertemuan ini dihadiri oleh
para dewan,kepala dinas tenaga kerja &
transmigrasi Kalbar,camat singkawang
selatan.
Sikap Pak wako kita yang tidak
bersahabat itu,tidak mencerminkan
dirinya sebagai seorang pejabat yang
baik ,selalu siap memberikan
pelayanan kepada
masyarakat Singkawang.Padahal
para warga trans itu adalah korban dari
janji Pak wako ketika kampanye pilkada
yg lalu.
Kita tidak tahu pasti apa yang
dimaksud oleh Pak Wako kita “sejak pagi
ini saya belum makan”.Apakah Beliau
sibuk memikirkan para
Investor,Bandara,Konsorsium atau proyek
Sungai Thamesnya untuk mewujudkan impian
Singkawang Spetakulernya sehingga lupa
makan? Atau tidak ada nafsu makan karena
menghadapi persoalan?. Yang jelas Pak
wako harus bersarapan pagi.Jika tidak,
mana ada energi untuk menyelesaikan
segudang persoalan spektakuler di
kota
Singkawang dan menghadapi para anggota
dewan yang lagi genit-genit itu.Karena
semua itu membutuhkan energi banyak.
Minggu ini ternyata bukan minggu
keberuntungan bagi Pak wako kita.Ketika
merayakan HUT kota Singkawang Pak
wako kita kena “teguran”dari Gubernur
Kalbar, Pak Cornelis. Pak Cornelis
menasehati (istilah kasarnya Teguran)
kepada Pak Wako kita
jangan bersikap seperti anak
kecil saja yang suka berkelahi dengan
Dewan(DPRD), sikap kaku ,
"arrogant'' dan
"callous''.Sikap seperti itu
sangat tidak menguntungkan dalam
menjalankan roda pemerintahan
dilingkungan birokrasi.Cobalah mencintai
musuh-musuhmu,hidup bersama dan
kerjasama dengan mereka. Karena mereka
adalah bagian dari komunitas kita,itulah
sebabnya pak Cornelis dulu mengajak pak
Hasan mau menjadi wakilnya pada Pilkada
yang lalu karena pak Cornelis
menginginkan pak Hasan belajar dulu
sebelum jadi orang nomer satu Singkawang
.
Supaya Pak wako kita
tidak kaku dalam pergaulan dan berteman
dengan Dewan,Pak wako kita perlu
disenjatai ilmu bergaul.Untuk itu,Cinta
merekomendasikan Pak wako
membaca buku “How
to Win Friends & Influence Dewan”Mudah-mudahan
buku ini dapat menambah wawasan Pak
wako kita. Pak Gubernur juga
merasa kurang puas terhadap cara
Pak wako kita yang tidak
professional menangani permasalahan
sengketa batas wilayah antara Kecamatan
Singkawang Timur dengan Utara.Padahal
Masalah batas wilayah adalah lokal isu
tidak perlu minta bantuan pusat
menyelesaikan masalah ini.Buang waktu
saja,tidak perlu alat GPS masalah ini
dapat diselesaikan dengan cara
keluargaan antar warga kedua kecamatan
tersebut
|