Drama di Gedung  DPRD Singkawang

24 Oktober 2008
Komentar:

Rombongan warga transmigrasi Pamilang mendatangi gedung DPRD Singkawang pada tanggal 20/10/2009,jam 10.00 pagi,sebagian dari rombongan ini masuk  kedalam gedung diterima oleh ketua DPRD Singkawang, Bapak H Zaini.Sebagian  rombongan  yang tidak masuk kedalam gedung , mereka ini berdemo didepan gedung DPRD dengan berbagai spanduk.Ada beberapa dari  tulisan spanduk tersebut sangat menarik perhatian masyarakat.Salah satu dari spanduk itu berbunyinya”Ketidakmampuan menyelesaikan masalah kami, menandakan ketidakmampuan Bapak Hasan Karman memimpin kota Singkawang.”

Rombongan ini mewakili  450 kepala keluarga transmigrasi Pamilang untuk memperjuangkan  lahan usaha(LU),lahan pekarangan yang  dimiliki mereka  sejak tahun 2003.Tetapi,tanah tersebut belum memiliki surat keputusan wali kota Singkawang yang menyatakan status pemilikkan,LU mereka  belum mendapat kepastian hukum.
Tujuan mereka ingin ketemu dengan Pak wako kita untuk menanyakan masalah tersebut di gedung DPRD Singkawang. Ketika Pak wako kita berhadapan dengan rombongan ini diruang pertemuan.  Pak wako kita mengatakan "sejak pagi ini saya belum makan.Masih banyak pekerjaan penting yang harus saya lakukan bukan cuma mengurus urusan kalian.Pergilah kalian dari sini,jangan mengganggu saya.Saya sedang bekerja." Kemudian Pak wako walkout dari ruang pertemuan tersebut.Pertemuan ini dihadiri oleh para dewan,kepala dinas tenaga kerja & transmigrasi Kalbar,camat singkawang selatan.

Sikap Pak wako kita yang tidak bersahabat itu,tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang pejabat yang baik ,selalu siap memberikan  pelayanan kepada  masyarakat Singkawang.Padahal para warga trans itu adalah korban dari janji Pak wako ketika kampanye pilkada yg lalu.

 

Kita tidak tahu pasti apa yang dimaksud oleh Pak Wako kita “sejak pagi ini saya belum makan”.Apakah Beliau sibuk memikirkan para Investor,Bandara,Konsorsium atau proyek Sungai Thamesnya untuk mewujudkan impian Singkawang Spetakulernya sehingga lupa makan? Atau tidak ada nafsu makan karena menghadapi persoalan?. Yang jelas Pak wako harus bersarapan pagi.Jika tidak, mana ada energi untuk menyelesaikan segudang persoalan spektakuler di kota Singkawang dan menghadapi para anggota dewan yang lagi genit-genit itu.Karena semua itu membutuhkan energi banyak.

 

Minggu ini ternyata bukan minggu keberuntungan bagi Pak wako kita.Ketika merayakan HUT kota Singkawang  Pak wako kita kena “teguran”dari Gubernur Kalbar, Pak Cornelis. Pak Cornelis menasehati (istilah kasarnya Teguran) kepada  Pak Wako kita  jangan bersikap seperti anak kecil saja yang suka berkelahi dengan Dewan(DPRD), sikap kaku , "arrogant'' dan "callous''.Sikap seperti itu sangat tidak menguntungkan dalam menjalankan roda pemerintahan dilingkungan birokrasi.Cobalah mencintai musuh-musuhmu,hidup bersama dan kerjasama dengan mereka. Karena mereka adalah bagian dari komunitas kita,itulah sebabnya pak Cornelis dulu mengajak pak Hasan mau menjadi wakilnya pada Pilkada yang lalu karena pak Cornelis menginginkan pak Hasan belajar dulu sebelum jadi orang nomer satu Singkawang .

Supaya Pak wako kita tidak kaku dalam pergaulan dan berteman  dengan Dewan,Pak wako kita perlu disenjatai ilmu bergaul.Untuk itu,Cinta merekomendasikan  Pak wako membaca  buku “How to Win Friends & Influence Dewan”Mudah-mudahan buku ini dapat menambah wawasan  Pak wako kita. Pak Gubernur juga merasa kurang puas terhadap  cara   Pak wako kita yang tidak professional menangani permasalahan sengketa batas wilayah antara Kecamatan Singkawang Timur dengan Utara.Padahal Masalah batas wilayah adalah lokal isu tidak perlu minta bantuan pusat menyelesaikan masalah ini.Buang waktu saja,tidak perlu alat GPS masalah ini dapat diselesaikan dengan cara keluargaan antar warga kedua kecamatan tersebut
CintaSingkawang,24Oktober 2008