Panitia Cap Go Meh 2008 Membacakan Pertanggungjawabannya

29 Februari 2008

Kita sering diminta pertanggungjawaban terhadap aksi yang telah kita perbuat.Walaupun tindakan aksi kita itu belum pasti bersalah atau melanggar hukum bahkan merugikan terhadap pihak-pihak tertentu.Jika kita diminta oleh pihak tertentu untuk mempertanggungjawaban terhadap aksi kita,ini berarti aksi kita sudah dievaluasi dan ditaruh dalam posisi dugaan kita bersalah.Pertanggungjawaban juga  dapat diartikan “pembelaan  diri” sering disebut “memberi pertanggungjawaban”.Seperti kasus panitia Cap Go Meh 2008 Singkawang,ketuanya  pak Chin Miaw Fuk  yang memberikan pertanggungjawaban didepan konco-konconya dan utusan  dari yayasan komunitas tionghoa Singkawang pada tanggal 26 Februari 2008 yang lalu . Pertanggungjawaban ini kita tafsirkan sebagai pembelaan .Karena sejak pembentukan hingga masa tugas team panitia Cap Go Meh 2008 ini sudah menjadi bahan sorotan masyarakat di Singkawang,menjadi bahan pembicaraan bagi Bapak-bapak dan Ibu-ibu didepan sekolah  ketika mereka mengantar anaknya kesekolah atau di warung kopi di Singkawang . Karena tidak transparan dalam menejemen panitia menyebabkan masyarakat berprasangka negatip terhadap cara pengelolaan dana yang mengakibatkan terjadinya korupsi,komisi-isme .Kasihan kepada para donaturnya sudah keluar duit  tetapi tidak mendapat apa-apa ,tidak ada  laporan keuangan ataupun ucapan  terima kasih.CintaSingkawang ingin  mendengar kesaksian dari pihak donatur tentang hal ini supaya kesaksiannya  akan dimuat diwebsite Cintasingkawang,untuk educate masyarakat jangan mau ditipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Mari kita amati laporan pertanggungjawaban team panitia Cap Go Meh 2008 yang dibacakan oleh pak Chin Miaw Fuk .Total sumbangan yang diterima  dari masyarakat Singkawang,Jakarta, dan Pemda Singkawang berjumlah 800an juta rupiah.Pengeluaran biaya untuk perayaan Cap Go Meh sebesar 1.1 miliar rupiah.Selisih antara  income dan pengeluaran sebesar 200an juta rupiah.Jadi  defisit 200an juta rupiah!

Tidak menyebutkan berapa besar pendapatan dari hasil lelang.Juga tidak menyebutkan berapa besar jumlah Pajak yang dibayar.Padahal hasil lelang harus membayar Pajak .Bagi pembaca yang sudah mengikuti seminar perpajakan yang diselenggarakan oleh permasis tahu konsekwensi antara membayar pajak tidak cukup dengan tidak membayar pajak.Tidak membayar pajak adalah perbuatan melanggar hukum sedangkan membayar pajak tidak cukup adalah kelalaian.

Jangan hanya belajar jurus “negative gearing”untuk mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar.Didunia ini, peraturan perpajakan dimanapun masih mengikuti nasehat Li Bun Ku(tokoh humor).Kata Li Bun Ku”tidak ada orang mau berbisnis rugi”.Jurus negative gearing dibatasi hanya dapat dipakai beberapa kali saja.Tidak mungkin kita klaim rugi terus tetapi bisnis terus beroperasi. Apakah bukan begitu pak Fuidy Luckman(pak Akhiong)?

Jika tidak berhati-hati soal pendapatan dari hasil umbul-umbul dapat mencelakakan pak Hasan.Kelak lawan politiknya akan memanfaatkan hal ini untuk menyerang.Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan pihak yang lain karena kalian sendiri menciptakan kesempatan untuk mereka.

 

Ketidak transparan dalam menejemen panitia Cap Go Meh 2008 ini,dapat berdampak negatip terhadap donatur.Dimasa akan datang menjadi sulit mendapat sumbangan dari masayarakat untuk kegiatan sosial.

 

CintaSingkawang,29 Februari 2008