Calon Investor Temui Wali Kota ??

03 April 2008

Kata Pengantar:

Anda sudah membaca berita di PontianakPost pada edisi tanggal 2 April 2008,dengan judul berita”Calon Investor Temui Wali Kota”? Kalau belum , Anda dapat membaca berita tersebut dibagian akhir dari tulisan ini.Sebagian masyarakat Singkawang merasa tulisan tersebut bernada   direkayasa.Ada keganjilan dalam berita tersebut,tidak menyebut identitas dan status para utusan dari Sinar Mas Group . Marilah ikuti berita tersebut menurut versi cintasingkawang sebagai berikut:

Cara Unik Wali Kota menemani temannya si A Loy(CEO Microsoft dalam Mimpi)

Wako Serba Bisa kita tampaknya semakin pusing,mengingat janjinya akan membawa investor ke Singkawang belum menampakan hasil.Saban minggu setiap hari Jumat sore Beliau berangkat ke Jakarta untuk mencari para investor dan mengunjungi istri dan anak-anak kesayangannya.Sampai saat ini belum ada investor yang serius yang mau membuang duit di Singkawang.Karena setiap orang tahu logika sederhana ini  jika duit dibuang tidak mungkin akan kembali.

 

 Alkisah, si A Loy ini tidak mau melihat wako kesayangannya bersedih hati,dia mengirimkan beberapa teman  rekan kerjanya di Sinar Mas Group untuk menghibur.Mereka ini mendapat referensi dari A Loy dapat ketemu dengan wako kita.Karena wako tidak ingin mengecewakan tamu(rekan kerja)A Loy maka dibawa tamu itu bermain ke teluk Mak Jantu (pantai di Sedau).

 

Wako kita memperkenalkan produk unggulan teluk Mak Jantu kepada temannya A Loy,pegawai Sinar Mas itu.Produk unggulan teluk Mak Jantu yaitu buah Hampalam( disebut kuini bahasa setempat,bahasa kita sebut ke ni).Buah asam ini rasanya manis dan beraroman wangi,seratnya lebih kasar daripada buah mangga.Rata-rata buah hampalam di teluk Mak Jantu seberat setengah kilogram perbiji.Kulitnya tebal membuat buah Hampalam lebih tahan disimpan dibandingkan dengan buah mangga.Kaya dengan vitamin A,C dan agen antioksida. Buah ini berpotensi sebagai komoditi eksport dan mendatangkan devisa kata wako kepada tamu temannya A Loy. Pak wako kita,bersemangat menceritakan sebagian dari thesis nya The Hampalam Trees  in Mak Jantu bay: Economic and environmental benefits.Kita akan mengadakan penghijauan bukit-bukit disekitar di teluk ini dengan pohon Hampalam. Ini bagian dari komitmen pemerintah kami terhadap kebijaksanaan terhadap lingkungan .Pohon Hampalam hanya tumbuh dipesisir pantai,kelak kita akan membuat perkebunan Hampalam dipantai Sedau ini kata  Pak wako kita sambil  berfilsafat kepada tamunya.

 

 Kemudian  Pak wako kita memperkenalkan pantai Mak Jantu  kepada tamu,kalau air laut sedang pasang berenang tidak ada masalah.Tetapi jika air surut berbahaya karena banyak batu karang.Salah satu tamu bertanya kepada Pak Wako apakah aman untuk berenang disitu.Tentu saja PakWako kita tidak berani memberi jaminan dalam hal ini karena ditempat itu banyak ular laut walaupun tidak ada ikan hiu.Ular laut itu berbisa.

 

Ketika Pak Wako dengan rombonganya mau kembali ke Singkawang melewati sebuah desa yang tidak  jauh dari teluk Mak Jantu .Warga desa itu memanggil Pak Wako kita,karena Pak Wako kita  friendly .Salah satu dari warga desa itu bertanya” dari mana Pak?”. Jawab Pak Wako kita”bawa tamu dari Jakarta mengunjungi teluk Mak Jantu”.Kemudian warga lain bertanya “investor,pak?”.”Ya”,jawab Pak Wako kita.Dalam hati Pak Wako berkata ,tidak mau repot  melayani pertanyaan orang kampung jawab ya saja,jawab begitu saja kok repooooooot,ngopy kebiasaan nyelenehnya Gus Dur.

http://www.pontiana kpost.com/ berita/index. asp?Berita= Singkawang&id=155117

Rabu, 2 April 2008
Calon Investor Temui Wali Kota
Diboyong ke Mak Jantu dan SIP

Singkawang,-  Calon investor, Selasa (1/4) menemui Wali Kota Singkawang, Hasan Karman SH MM. Keduanya langsung dibawa ke objek wisata, Mak Jantu atau Sinka Island Park (SIP) di Kecamatan Singkawang Selatan. Calon investor yang berasal dari Sinar Mas Group ini mengabadikan beberapa objek wisata tersebut dengan kamera yang dibawanya.

"Objek ini cukup bagus," kata mereka di depan Hasan Karman.

Hasan Karman bertekad terus membawa calon investor guna menanamkan modalnya. Hasan Karman menanyakan kepada pemilik objek wisata yang ditata ini soal pendanaannya. Pemiliknya mengakui, sampai saat ini dananya masih dari koceknya pribadi.

"Memang sangat besar dana kalau mau selesai. Kalau diibaratkan kita membuang pasir sekarung di lautan tak terlihat. Tapi kita tetap berupaya," katanya. Tampaknya calon investor tersebut sangat tertarik dengan objek wisata alam yang sangat indah.

"Kebun binatangnya sangat bagus bahkan binatangnya banyak yang sudah langka," kata calon investor tersebut. Hasan Karman mengakui, dengan penataan objek wisata, Singkawang ke depannya akan kebanjiran wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. (zrf)

CintaSingkawang,03 April 2008