|
Kata Pengantar:
Anda sudah
membaca berita di PontianakPost pada
edisi tanggal 2 April 2008,dengan judul
berita”Calon Investor Temui Wali Kota”?
Kalau belum , Anda dapat membaca berita
tersebut dibagian akhir dari tulisan ini.Sebagian
masyarakat Singkawang merasa tulisan
tersebut bernada direkayasa.Ada keganjilan dalam berita
tersebut,tidak menyebut identitas dan
status para utusan dari Sinar Mas Group .
Marilah ikuti berita tersebut menurut
versi cintasingkawang sebagai berikut:
Cara Unik Wali Kota
menemani temannya
si A Loy(CEO Microsoft dalam Mimpi)
Wako Serba Bisa
kita tampaknya semakin pusing,mengingat
janjinya akan membawa investor ke
Singkawang belum menampakan hasil.Saban
minggu setiap hari Jumat sore Beliau
berangkat ke Jakarta untuk mencari para
investor dan mengunjungi istri dan
anak-anak kesayangannya.Sampai saat ini
belum ada investor yang serius yang mau
membuang duit di Singkawang.Karena
setiap orang tahu logika sederhana ini
jika duit dibuang tidak mungkin
akan kembali.
Alkisah, si A Loy ini
tidak mau melihat wako kesayangannya
bersedih hati,dia mengirimkan beberapa
teman rekan kerjanya
di Sinar Mas Group untuk
menghibur.Mereka ini mendapat referensi
dari A Loy dapat ketemu dengan wako
kita.Karena wako tidak ingin
mengecewakan tamu(rekan kerja)A Loy maka
dibawa tamu itu bermain ke teluk Mak
Jantu (pantai di Sedau).
Wako kita memperkenalkan produk
unggulan teluk Mak Jantu kepada temannya
A Loy,pegawai Sinar Mas itu.Produk
unggulan teluk Mak Jantu yaitu buah
Hampalam( disebut kuini bahasa
setempat,bahasa kita sebut ke ni).Buah
asam ini rasanya manis dan beraroman
wangi,seratnya lebih kasar daripada buah
mangga.Rata-rata buah hampalam di teluk
Mak Jantu seberat setengah kilogram
perbiji.Kulitnya tebal membuat buah
Hampalam lebih tahan disimpan
dibandingkan dengan buah mangga.Kaya
dengan vitamin A,C dan agen antioksida.
Buah ini berpotensi sebagai komoditi
eksport dan mendatangkan devisa kata
wako kepada tamu temannya A Loy. Pak
wako kita,bersemangat menceritakan
sebagian dari thesis nya
The
Hampalam Trees in Mak Jantu bay:
Economic
and environmental
benefits.Kita
akan mengadakan penghijauan bukit-bukit
disekitar di teluk ini dengan pohon
Hampalam. Ini bagian dari
komitmen pemerintah kami terhadap
kebijaksanaan terhadap lingkungan .Pohon
Hampalam hanya tumbuh dipesisir
pantai,kelak kita akan membuat
perkebunan Hampalam dipantai Sedau ini
kata Pak wako kita sambil
berfilsafat kepada tamunya.
Kemudian Pak wako
kita memperkenalkan pantai Mak Jantu
kepada tamu,kalau air laut sedang
pasang berenang tidak ada masalah.Tetapi
jika air surut berbahaya karena banyak
batu karang.Salah satu tamu bertanya
kepada Pak Wako apakah aman untuk
berenang disitu.Tentu saja PakWako kita
tidak berani memberi jaminan dalam hal
ini karena ditempat itu banyak ular laut
walaupun tidak ada ikan hiu.Ular laut
itu berbisa.
Ketika Pak Wako dengan rombonganya
mau kembali ke Singkawang melewati
sebuah desa yang tidak
jauh dari teluk Mak Jantu .Warga
desa itu memanggil Pak Wako kita,karena
Pak Wako kita friendly .Salah
satu dari warga desa itu bertanya” dari
mana Pak?”. Jawab Pak Wako kita”bawa
tamu dari Jakarta mengunjungi teluk Mak Jantu”.Kemudian
warga lain bertanya “investor,pak?”.”Ya”,jawab
Pak Wako kita.Dalam hati Pak Wako
berkata ,tidak mau repot
melayani pertanyaan orang kampung
jawab ya saja,jawab begitu saja kok
repooooooot,ngopy kebiasaan nyelenehnya
Gus Dur.
http://www.pontiana kpost.com/
berita/index. asp?Berita= Singkawang&id=155117
Rabu, 2 April 2008
Calon Investor Temui Wali Kota
Diboyong ke Mak Jantu dan SIP
Singkawang,-
Calon investor, Selasa (1/4) menemui
Wali Kota Singkawang, Hasan Karman SH
MM. Keduanya langsung dibawa ke objek
wisata, Mak Jantu atau Sinka Island Park
(SIP) di Kecamatan Singkawang Selatan.
Calon investor yang berasal dari Sinar
Mas Group ini mengabadikan beberapa
objek wisata tersebut dengan kamera yang
dibawanya.
"Objek ini cukup bagus," kata mereka di
depan Hasan Karman.
Hasan Karman bertekad terus membawa
calon investor guna menanamkan modalnya.
Hasan Karman menanyakan kepada pemilik
objek wisata yang ditata ini soal
pendanaannya. Pemiliknya mengakui,
sampai saat ini dananya masih dari
koceknya pribadi.
"Memang sangat besar dana kalau mau
selesai. Kalau diibaratkan kita membuang
pasir sekarung di lautan tak terlihat.
Tapi kita tetap berupaya," katanya.
Tampaknya calon investor tersebut sangat
tertarik dengan objek wisata alam yang
sangat indah.
"Kebun binatangnya sangat bagus bahkan
binatangnya banyak yang sudah langka,"
kata calon investor tersebut. Hasan
Karman mengakui, dengan penataan objek
wisata, Singkawang ke depannya akan
kebanjiran wisatawan baik dari dalam
maupun luar negeri. (zrf)
|