Surat Ucapan Terima Kasih dari Pak Hasan Karman
Komentar:

Kata Pengantar:

Dibawah ini,adalah surat resmi  dan posting dari Pak Hasan Karman ke berbagai milist.Ini adalah posting pertama dari Pak Hasan Karman sejak beliau terpilih menjadi walikota Singkawang(kecuali ada posting2 dilakukan dummynya yang diluar pengetahuan kita).Marilah kita mengamati surat tersebut dan mendengar komentar dari CintaSingkawang.Bagian komentar dari CintaSingkawang dengan huruf miring dan warna biru sedangkan surat pak Hasan Krman berwarna hitam tebal.

 Yth. Member Milis PERMASIS dan singkawang.us, serta seluruh lapisan masyarakat, baik yang tinggal di Singkawang maupun di luar Singkawang, 

 Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua dukungan selama saya melakukan sosialisasi, kampanye, sampai saat pelantikan pada tgl. 17 Des 2007. Open house yg saya lakukan di rumah dinas tgl 25 dan 26 Des 2007 merupakan moment yg saya gunakan untuk bertemu dengan warga Singkawang dari berbagai lapisan untuk bertatapmuka dan sekaligus sebagai apresiasi saya kepada warga Kota Singkawang. Jamuan sederhana disajikan dan saya membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Singkawang untuk memasuki dan melihat rumah dinas Walikota. Melihat animo warga Kota Singkawang yg begitu besar, sehingga hidangan yg disediakan pun tidak cukup, dalam kesempatan ini saya menyampaikan mohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaksiapan ini. Waktu open house dari pkl. 09.00-12.00 dan 15.00-18.00 yg dijadwalkan Protokoler ternyata juga tidak cukup, sehingga banyak warga yg kecewa dan belum sempat bertatapmuka dengan saya. Mudah-mudahan dalam kesempatan lain saya bisa membayar kekecewaan tersebut.

Sebagai sopan santun didalam pergaulan masyarakat yang berbudaya,kita selalu mengucapkan “terima kasih” kepada orang –orang telah memberi bantuan,pertolongan,simpati kepada kita.Sebagai bentuk penghargaan kita kepada mereka,kita sering mengucapkan “terima kasih” bahkan kalau memungkinkan kita akan  memberi hadiah atau traktir makan untuk mereka.

Pada tanggal 20 Desember 2007,Pak Robert merasa kasihan kepada para pendukung dan simpatisan pak Hasan Karman diberbagai milist komunitas Singkawang yang jasanya belum dihargai oleh pak Hasan Karman.Padahal para pendukungnya sudah melakukan banyak hal  untuk beliau,dengan berbagai posting,membantu dummynya berbicara dimilist, bahkan ada yang siap mengorbankan dirinya jika idolanya terancam.Maka pada tanggal tersebut, Pak Robert dengan postingnya berjudul “Mana ucapan terima kasihnya??”post ke milist PERMSIS.Posting tersebut ditahan(dicegat) oleh authority di milist PERMASIS.

Surat ucapan terima kasih dari pak Hasan Karman ini, seperti akibat mendapat “tagihan” dari posting Pak Robert. Rasanya “ditagih” baru mau mengucapkan terima kasih kepda pendukungnya.

 Memberi makan kepada orang,memang pembuatan yang terpuji ! Jika menyiapkan makanan tidak cukup untuk dihidangkan kepada tamu adalah peristiwa yang mengecewakan berbagai pihak.Persiapan makanan tidak cukup untuk dihidangkan kepada tamu,paling tidak ada 2 hal menyebabkan hal itu terjadi:

-keterbatasan dana

-management.

Dalam hal ini tidak mungkin disebabkan oleh keterbatasan dana untuk membeli makanan.Karena sisa dana kampanye(dana dari masyarakat)pak Hasan Karman berjumlah miliar rupiah.Bukan karena masalah budget tetapi masalah management.Pak Hasan Karman belum sempat membaca data jumlah populasi di kota Singkawang,sehingga salah kalkulasi jumlah  tamu yang akan datang.Ini menunjukan kemampuan management yang lemah.

 Kepada warga, rekan-rekan, dan handai-taulan -- yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu -- yg mengirimkan ucapan selamat melalui sms, telepon, papan bunga, koran, dan media lainnya, saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yg setinggi-tingginya. Mohon maaf jika saya tidak bisa membalas satu persatu. Saya berdoa kiranya Tuhan membalas semua kebaikan dan ucapan tulus yang disampaikan.

Nah,ini melempar kewajibannya kepada Tuhan ! Padahal ini kewajiban duniawi yang harus beliau lakukan untuk merespon terhadap semua ucapkan yang dikirim utk beliau.

 Saya sadar bahwa saya tidak bisa memuaskan semua pihak, saya bukan manusia super yg maha kuasa, karena hanya Tuhan Yang Maha Kuasa, namun saya akan membalasnya dengan berupaya keras membangun Kota Singkawang dengan mewujudkan Visi-Misi yang telah saya sampaikan kepada masyarakat Kota Singkawang. Untuk itu saya membutuhkan doa dan dukungan dari semua pihak. Dengan berpegang pada motto ORA ET LABORA, kiranya Tuhan menolong saya.

Bagus,bagus! Pak Hasan Karman memahami keterbatasan beliau sebagai anak manusia dalam hal membangun kota Singkawang Spektakuler.Mewujudkan visi-misi yang telah beliau sampaikan kepada masyarakat Singkawang,itu merupakan kewajiban bapak.Kami selalu memberi dukungan dan doa kami selalu mengiringi rencana membangun kota Singkawang Spektakuler.

 Sedapat mungkin berikan kritik yg membangun dan jangan yg merusak dan provokatif, karena hal ini tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Masyarakat Kota Singkawang dan saya membutuhkan situasi dan kondisi yg kondusif untuk membangun menuju kesejahteraan Singkawang yg harmonis

Sedapat mungkin? CintaSingkawang menafsirkan:berilah pujian,jangan kritikan,bukan?Itu sifat manusia yang sangat mendasar,selalu mencari hal yang enak-enak saja.

 Pesta demokrasi telah usai dan kehendak rakyat sudah dinyatakan -- Vox Populi, Vox Dei ("Suara Rakyat adalah Suara Tuhan") -- kepada pihak-pihak yg dengan sengaja masih menghembuskan gosip/isu dan hal-hal negatif, serta menyerang saya, biarlah masyarakat yang menjadi Hakim saya dan menjawab semua serangan yg lebih keji dari pembunuhan itu. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih mengampuni pihak-pihak yg beritikad negatif ini. Amin.

Seperti pak Hasan Karman sedang memberi provokasi kepada  masyarakat untuk MENGHAKIMI mereka yang suka menyebarkan gossip dan isu yang dapat mengganggu kenyamanan tidur beliau.”Memberi provokasi kepada masyarakat untuk main hakim sendiri”,adalah Cu Ma syndrome..Cu Ma syndrome adalah sejenis penyakit kejiwaan sedang melanda pemimpin komunitas Tionghoa Singkawang yang tidak siap menerima kritikan dari masyarakat.Jika perlu sewa tukang pukul untukmenertibkan mereka.Sebagai public figure tidak luput dari sorotan masyarakat,itu sudah wajar berlaku dimana saja.

Pada abad ke 12 William of Malmesbury,mengatakan “vox populi, vox Dei, The voice of the people is the voice of God”.Perlu enam abad lamanya untuk membuktikan pandangan tersebut tidak selalu benar.Pada abad ke 18  Simon Mepham, Archbishop of Canterbury mengatakan” This does not mean that the voice of the many is wise and good, but only that it is irresistible. You might as well try to stop the tide of the Atlantic as to resist the vox populi. As God’s laws cannot be withstood, neither can the popular will. ….”Kita semua berpengalaman sama dalam hal mengenal suara Tuhan,suaraNYA sukar  dikenal.( It is hard to recognize the voice of God).

Seperti dikatakan oleh Archbishop of Canterbury”Ini bukan berarti suara yang banyak itu bijaksana dan benar.Sama artinya suara kecil  seperti CintaSingkawang bukan tidak bijaksana dan benar,bukan?

Selamat Hari Natal 2007 dan Tahun Baru 2008

 Salam hormat,

Hasan Karman

29 Des 2007 - pkl. 00.25.    

 Ini sebagai bukti pak walikota kita pada jam 00.25 masih bergadang di dunia maya.Dasar hobby..atau tidak biasa tidur karena terlalu bersemangat memikirkan “Singkawang Spektakuler”nya?     

 

CintaSingkawang, 31 Desember 2007