SMS beratai beredar: yang menuntut janji Investor

13 Agustus 2009
Komentar:

Hari ini sedang beredar sebuah SMS berantai dikalangan masyarakat Tionghoa Singkawang di Jakarta dan Singkawang.Isi dari SMS tersebut bernada menagih “janji” terhadap mereka yang dulu pernah berjanji kepada masyarakat Singkawang ketika kampanye Pilkada yang lalu.Adapun isi dari SMS tersebut”Masyarakat Singkawang menunggu janji investor air PAM dari PERMASIS,Lim Yun Nam, Lim Piang Chan, Fong Kim Hiung dan kawan-kawan.Apa benar atau pembualan saja, seperti lapangan terbang Singkawang,janji kampanye HK datangkan investor.”

Sudah hampir dua tahun Pak Hasan Karman menjabat sebagai walikota Singkawang.Sesuai dengan janjinya Beliau akan mendatangkan investor ke kota Singkawang untuk membangun kota Spektakuler.Ternyata, sampai saat ini para investor tidak tampak datang. Kualitas kehidupan masyarakat Singkawang merosot dramatis dari hari ke hari Karena pelayanan air leding dan listrik yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat, air leding tidak jalan,listrik mati.

 

Ketika kampanye Pilkada,ketua team sukses Pak Hasan Karman,Pak Fuidy Luckman alias Bun Sin Khiong pernah bersemangat berkampaye menjual berbagai kelebihan jagoannya untuk membangun kota Singkawang jika Pak Hasan Karman terpilih.Sekarang Pak Hasan Karman sudah terpilih,bukan hanya terpilih,  Beliau sudah menikamati gaji hampir dua tahun tanpa membangun proyek yang bermanfaat untuk masyarakat Singkawang.Kemana perginya rencana proyek yang pernah dijanjikan oleh ketua team suksesnya?

Rasa kekesalan masyarakat Singkawang terhadap PERMASIS semakin bertambah pada saat ini masyarakat Singkawang kesulitan mendapat air untuk kebutuhan hidup. Karena ada beberapa anggota dari PERMASIS, Lim Yun Nam, Lim Piang Chan, Fong Kim Hiung dan kawan-kawannya  pernah berjanji dan  memberikan  jaminan kepada masyarakat Singkawang bahwa mereka akan membangun PAM baru untuk mengatasi masalah air leding. Memang janji mereka tidak secara tertulis, masyarakat tidak dapat menuntut mereka melalui jalur hukum. Tetapi, apakah mereka masih pantas dianggap sebagai tokoh masyarakat Singkawang? Bagaimana tanggung jawab moral mereka kepada komunitasnya sendiri,bukankah mereka juga PEMBULAK samahalnya PAK HASAN KARMAN pula yang lebih suka melempar kesalahan alias cari kambing hitam atas ketidak mampuan Beliau memimpin,atau menyalahkan sikap masyarakat Tionghoa Singkawang yang tidak mau mendukung kebijakan Beliau. Tentu saja masyarakat Singkawang menilai mereka tidak ada bedanya dengan cerita santai diwarung kopi di kota Singkawang yang lakukan pencerita yang status sosial ekonomi tidak dipersoalkan. Siapa saja boleh bikin cerita, termasuk mereka.

 

Tapi sebuah fakta di lapangan membuktikan sejak Pak Hasan Karman menjadi Wali kota Singkawang para PEMBULAK seperti yang disebut diatas beserta para sahabat Hasan Karman adalah mafia tanah di Singkawang seperti Pak Aliok Cs,Simon Cs,koleganya di kalibers President Nursantio Cs adalah nama-nama yang tidak asing lagi sebagai mencaplok tanah bagi masyarakat miskin di pinggiran Singkawang.

Para pahlawan kesiangan ini yang sering menjual slogan “bui sa fui” ternyata adalah para cukong yang menari-nari diatas penderitaan masyarakatnya sendiri. Tingkah laku mereka sungguh memalukan komunitas kita.

 

CintaSingkawang,13 Agustus 2009