|
Hari
ini sedang beredar sebuah SMS berantai
dikalangan masyarakat Tionghoa
Singkawang di Jakarta dan Singkawang.Isi
dari SMS tersebut bernada menagih “janji”
terhadap mereka yang dulu pernah
berjanji kepada masyarakat Singkawang
ketika kampanye Pilkada yang lalu.Adapun
isi dari SMS tersebut”Masyarakat
Singkawang menunggu janji investor air
PAM dari PERMASIS,Lim Yun Nam, Lim Piang
Chan, Fong Kim Hiung dan kawan-kawan.Apa
benar atau pembualan saja, seperti
lapangan terbang Singkawang,janji
kampanye HK datangkan investor.”
Sudah hampir dua tahun Pak
Hasan Karman
menjabat sebagai walikota
Singkawang.Sesuai dengan janjinya Beliau
akan mendatangkan investor ke kota
Singkawang untuk membangun kota
Spektakuler.Ternyata, sampai saat ini
para investor tidak tampak datang.
Kualitas kehidupan masyarakat Singkawang
merosot dramatis dari hari ke hari
Karena pelayanan air leding dan listrik
yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat,
air leding tidak jalan,listrik mati.
Ketika kampanye Pilkada,ketua team
sukses Pak Hasan Karman,Pak Fuidy
Luckman alias Bun Sin Khiong pernah
bersemangat berkampaye menjual berbagai
kelebihan jagoannya untuk membangun kota
Singkawang jika Pak Hasan Karman
terpilih.Sekarang Pak Hasan Karman sudah
terpilih,bukan hanya terpilih,
Beliau sudah menikamati gaji hampir dua
tahun tanpa membangun proyek yang
bermanfaat untuk masyarakat
Singkawang.Kemana perginya rencana
proyek yang pernah dijanjikan oleh ketua
team suksesnya?
Rasa kekesalan masyarakat Singkawang
terhadap PERMASIS semakin bertambah pada
saat ini masyarakat Singkawang kesulitan
mendapat air untuk kebutuhan hidup.
Karena ada beberapa anggota dari
PERMASIS, Lim Yun Nam, Lim Piang Chan,
Fong Kim Hiung dan kawan-kawannya
pernah berjanji dan memberikan jaminan
kepada masyarakat Singkawang bahwa
mereka akan membangun PAM baru untuk
mengatasi masalah air leding. Memang
janji mereka tidak secara tertulis,
masyarakat tidak dapat menuntut mereka
melalui jalur hukum. Tetapi, apakah
mereka masih pantas dianggap sebagai
tokoh masyarakat Singkawang? Bagaimana
tanggung jawab moral mereka kepada
komunitasnya sendiri,bukankah mereka
juga PEMBULAK samahalnya PAK HASAN
KARMAN pula yang lebih suka melempar
kesalahan alias cari kambing hitam atas
ketidak mampuan Beliau memimpin,atau
menyalahkan sikap masyarakat Tionghoa
Singkawang yang tidak mau mendukung
kebijakan Beliau. Tentu saja
masyarakat Singkawang menilai mereka
tidak ada bedanya dengan cerita santai
diwarung kopi di kota Singkawang yang
lakukan pencerita yang status sosial
ekonomi tidak dipersoalkan. Siapa saja
boleh bikin cerita, termasuk mereka.
Tapi sebuah fakta di lapangan
membuktikan sejak Pak Hasan Karman
menjadi Wali kota Singkawang para
PEMBULAK seperti yang disebut diatas
beserta para sahabat Hasan Karman adalah
mafia tanah di Singkawang seperti Pak
Aliok Cs,Simon Cs,koleganya di kalibers
President Nursantio Cs adalah nama-nama
yang tidak asing lagi sebagai mencaplok
tanah bagi masyarakat miskin di
pinggiran Singkawang.
Para pahlawan kesiangan ini yang sering
menjual slogan “bui sa fui” ternyata
adalah para cukong yang menari-nari
diatas penderitaan masyarakatnya sendiri.
Tingkah laku
mereka sungguh memalukan komunitas kita.
|