Cara menafsirkan perekonomian  Singkawang Spektakuler

 

21 Oktober 2011

Komentar:

Ketika masyarakat Singkawang memperingati hari jadi ke-10  pemkot Singkawang pada tanggal 17 Oktober 2011 yang lalu, pidato wako spektakuler kita menarik perhatian masyarakat. Acara tersebut  selain dihadiri oleh para pejabat, seluruh pemuka se kota Singkawang juga hadir  untuk menyaksikan pidato yang paling spektakuler sepanjang sejarah berdirinya Pemkot Singkawang.

 

Para hadirin mendapat pelajaran sangat berharga dari Pak HK;mengenai  bagaimana cara selalu berpikir positif, menggelorakan optimisme walaupun pembangunan Singkawang spektakuler telah gagal total , tidak sesuai dengan visi dan misi semula “membangun kota Singkawang tanpa membebani masyarakat Singkawang juga tanpa mengandalkan APBD. “Maka itu harap Anda  maklum jika ada neighbourhood Anda  tidak terjangkau oleh pembangunan bukan berarti konsep pembangunan Singkawang Spekatakuler melakukan diskriminasi terhadap Anda. Sabarlah, pembangunan itu bertahap. Anda harus sabar menunggu Singkawang Spektakuler jilid ke II”,  kata Pak HK dengan nada suara agak tinggi untuk  yakinkan kepada para hadirin. Seperti kita sudah ketahui bersama Pak wako kita memiliki multi talenta; pagi ini Pak HK berperan  sebagai motivator memberi motivasi kepada audiens bagaimana harus bersikap terhadap pemerintahnya selama lima tahun ini.

 

Bagi mereka yang sekarang sebagai pengangguran, disarankan menjadi buruh bangunan. Karena Singkawang kekurangan buruh bangunan, hanya lowongan seperti itu yang dapat diberikan oleh  Pak HK .

 

Menurut Pak HK kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang jauh lebih baik dibandingkan sebelum beliau menjadi Wako Singkawang. Buktinya: lihat saja dari besarnya total tabungan / deposito masyarakat yang dihimpun oleh  seluruh perbankan yang ada di Singkawang telah  mencapai Rp 2,3 T padahal sebelum pak HK menjadi wako Singkawang hanya mencapai angka 800 M.

Beberapa minggu yang lalu Pak HK merasa bangga bahwa kota Singkawang mendapat predikat “Singkawang  Inflasi di Tertingi se-Indonesia”. Consumer Price Indexes (CPI) sebesar 1.53 persen. Paling tidak angka  inflasi kota Singkawang di atas rata rata nasional (4.60%). Berarti kota Singkawang  bukan tempat yang menguntungkan jika menyimpan uang di bank, suku bunga deposito sekitar 4.75% – 5.75% / pertahun. Sedangkan angka inflasi jauh lebih tinggi dari suku bunga. Ditambah pajak dan bank fee atas bunga, hasil pendapatan dari deposito bertambah kecil.

Nah, apakah ada cara supaya masyarakat Singkawang bertambah kaya lagi ?

 

Jelas ada, bagi mereka yang percaya bahwa bandara Singkawang Spektakuler yang diyakini oleh Pak HK  adalah proyek menguntungkan para investor. Investasi kekayaan masyarakat Singkawang yang di parkir/ngangur  di bank itu bisa dialihkan ke proyek  bandara Spekatakuler . Dengan cara Pemkot Singkawang menerbitkan obligasi LCC ( Lo Fu Cia Cu seri ke II)  kemudian dijual kepada investor. Tentu saja diperlukan sebuah jaminan, seperti yang sudah kita ketahui Pemkot mungkin mengalami kesulitan memberikan garansi / jaminan. Jika hanya mengandalkan janji-janji Pak HK sebagai jaminan, obligasi tersebut tidak ada orang Singkawang yang  mau beli. Karena janji Pak HK  sudah “sangat sulit”  dijual masyarakat Singkawang , tidak laku.

 

Apakah Direktorat Jenderal Pajak sudah melaksanakan tugasnya dengan baik mengingat warga Singkawang sudah sangat kaya seperti data yang sudah disampaikan secara resmi oleh wakonya tersebut???  Mohon diperhatikan mengingat saat ini sedang dilakukan sensus Perpajakan nasional, Apakah warga Singkawang terutama para komparador HK seperti Bong Li telah membayar pajak dengar benar???  .

 

Mengenai tagih janji, dalam acara halalbihalal  Pak HK  dengan  ketua RT dan masyarakat se Kopisan. Pak HK meminta masyarakat Kopisan memberi kesempatan kepadanya satu periode lagi. Dengan pengertian meminta masyarakat Kopisan memberi dukungan kepada HK  supaya dia dapat terpilih kembali untuk scond term. Pak HK berjanji kalau dia terpilih kembali untuk periode kedua kali, dia akan menepati dan melaksanakan semua janji-janjinya. Menurut pengakuan Pak HK pada periode pertama sebagai wako Singkawang dirinya tidak dapat melaksanakan janji-janji kampanyenya karena pada saat mulai menjabat wako APBD Singkawang kosong. 

Banyak orang menjadi korban Pak HK, pada umumnya korban berdiam diri. Tetapi  ada satu warga Kopisan  bernama Se Chan menagih janji kepada Pak HK secara langsung, Se Chan berharap  supaya masalah ini diketahui umum oleh seluruh masyarakat Singkawang supaya  jangan ada lagi menjadi  korban janji spektakuler  Pak HK.   Dalam suatu pertemuan Se Chan dengan Pak HK. Kata Se Chan kepada Pak HK:” Dulu kamu bilang kalau terpilih akan ada banyak investor masuk Singkawang dan banyak pabrik akan berdiri di Singkawang, kamu cuma bisa suruh saya phian (bohong) kopisan nyin (orang kopisan)” lebih lanjut kata Se Chan; “Wako Singkawang ini Cuma bisa phian fa nyin!!!”.  Kita memahlumi perasaan sdr.She Chan ini karena dia telah  merasa ditipu dan diperalat oleh Pak HK.

Sebenarnya masih banyak orang seperti She Chan yang menjadi korban janji dan diperalat oleh Pak HK . Mungkin para pembaca bertanya “mengapa mereka ini mudah diperalat dan mudah percaya janji Hasan “pembulak”Karman? Siapakah mereka(korban)? Untuk memahami type korban itu kita perlu memahami karakter sosial komunitas Tionghoa Singkawang. Ada tiga type orang yang mudah menjadi korban Pak HK:

 

-Type Orang ingin “namanya berkibar”.

Type orang ini ingin namanya dikenal masyarakat luas bahwa dia sebagai tokoh penting, tokoh berpengaruh, melakukan hal- hal besar dalam masyarakat. Orang ini mengharapkan jika Pak HK terpilih akan mengangkatnya sebagai penasehat wako Singkawang dalam bidang tertentu, dari penasehat sosial sampai penasehat ekonomi bahkan penasehat Cap Go Meh,  Pada umumnya group orang ini posisi sosial ekonomi mereka jauh lebih baik dibandingkan komunitas Tionghoa Singkawang umum. Jadi, golongan ini sering disebut “memiliki duit tetapi tidak pernah melakukan sesuatu untuk Singkawang dengan perkataan lain mereka ini para opportunis dan mereka yang yang selama ini berjuang keras agar namanya dikenal oleh masyarakat Singkawang bahkan ada yang berniat mencuci dosa-dosa masa lalunya seperti yang dilakukan oleh sobat karib HK yakni Seventien Lunardy alias Atien yang penuh dengan uang haram sewaktu bekerja di Group Barito agar namanya tepat berkibar di Singkawang.

 

-Type orang ingin mendapat “kekayaan”.

Type orang ini ingin mendapatkan  keuntungan ekonomi, mengharapkan mendapat proyek, atau kemudahan melakukan bisnis kalau Pak HK terpilih. Mereka ini umumnya pengusaha, pelbagai bidang bisnis. Seperti para spekulator kontraktor,hotel,pengusaha walet,bidang komputer, sembako, percetakan  dll.

 

-Type orang ingin mendapat “jabatan” biokrasi.

Type orang ini ingin mendapat kemudahan mendapat jabatan. Golongan orang ini percaya bahwa melalui jabatan akan memiliki karier menguntungkan secara ekonomi. Mereka ingin menjadi anggota dewan, ketua dewan,anggaota DPRD dll.

 

Kita sudah mengenal beberapa korban atau mereka yang pernah dipakai oleh Pak HK, seperti anak tetangga Pak HK, Hendy Lie yang ditugaskan untuk urusan dunia maya. Dion Djun yang pernah ditugaskan untuk mencari dana alumni-alumni SMA Kolese Santo Yusup-Malang.

Mungkin diantara pembaca dapat meneruskan daftar nama orang-orang yang pernah melakukan  kerja bakti untuk kepentingan Pak HK seperti Felix Bong,Hendra Bong atau si Lo Chu ( Si Tikus ???).

 

 

CintaSingkawang,21 Oktober 2011