|
Apabila
Anda
menduduki
posisi
kepemimpinan
dalam
suatu
perusahaan,
Anda
selalu
dituntut
untuk
membawa
perubahan
baru ke
arah
lebih
maju
dibandingkan
kepemimpinan
terdahulu
atau
pendahulu
Anda.
Tanpa
ada
perubahan
berarti
Anda
telah
gagal
menjadi
pemimpin
baru.
Sudah
hampir
memasuki
empat
tahun
Pak HK
menjabat
walikota
Singkawang.
Beliau
belum
berhasil
membangun
proyek
Spektakuler
yang
signifikan
untuk
menyakinkan
masyarakat
Singkawang
sebagai
bukti
Beliau
mampu
mensejahterakan
masyarakat
Singkawang,
Tentu
saja ini
sesuai
janji
dan
komitmen
spektakuler
Beliau
kepada
masyarakat
Singkawang
bahwa
Beliau
akan
memperbaiki
pelayanan
umum.
Itu
komitmen
Beliau
ketika
kampanye
pada
Pilkada
yang
lalu .
Sejauh
ini,
masyarakat
Singkawang
sudah
tidak
sabar
dengan
pelayanan
umum
yang
tidak
memuaskan,
katakanlah
seperti
pelayanan
perusahaan
daerah
air
minum
(PDAM).
Dari
hari ke
hari
suplai
air PDAM
semakin
macet
membuat
masyarakat
merasakan
kehidupannya
seperti
tinggal
di salah
satu
negara
Afrika
sering
kesulitan
memperoleh
air
bersih
karena
dilanda
musim
kekeringan.
Masyarakat
kita
sering
bertanya-tanya
permasalahan
apa yang
dihadapi
oleh
PDAM?
Padahal
kita
memiliki
sumber
‘air
bersih’
melimpah
di
sungai
Hangmoy,
sungai
Seluang
dll.
Pengertian
air ‘bersih’
belum
tentu
air itu
sehat
untuk
diminum.
Karena
sumber
air
mudah
terkontaminasi
dengan
zat
kimia,
seperti
logam
merkuri
(Hg)
akibat
pembuangan
dari
penambangan
emas,
tumbuh
alga (ganggang)
akibat
pencemaran
dari
pupuk
anorganik
dll.
Kita
belum
tahu
pasti
kualitas
air pada
sumber
air yang
kita
miliki.
Ada
2 proyek
Spektakuler
pembangunan kota Singkawang sudah dipersiapkan Pak HK
untuk
masyarakat
kita.
Proyek
pertama;
pembangunan
Bandara.
Proyek
ini
khusus
diperuntukkan
kepada
konglomerat
Pak
Prajogo
Pangestu.
Sayangnya
sampai
saat ini,
Pak HK
belum
berani
mengajukan
kelengkapan
dari
proposal
yang
dikirim
kepada
Pak
Prajogo
Pangestu
sebagaimana
yang
diminta
.
Membuat
dana Pak
Prajogo
yang
telah
disiapkan
untuk
proyek
Bandara
tersebut
tertidur-pulas
di Bank
dengan
demikian
Pak
Prajogo
dapat
menikmati
suku
bunga
yang
sangat
nyaman
tanpa
resiko.
Sambil
nonton
Piala
Dunia
kesayangan
Beliau
di
holiday
home nya
dikawasan
Double
Bay di
Sydney,
Australia.
Sementara
menanti
team
kesayangannya
Jerman
bertanding,
“Kapan
proposal
bandara
akan
tiba ?”,
keluh
Pak
Prajogo
dengan
nada
cemas
kepada
personal
assistant
nya.
Proyek
kedua;
pembangunan
PDAM
baru.
Proyek
ini
dipersembahkan
secara
khusus
untuk
sahabat-sahabatnya
di
Permasis.
Permasis
sangat
penting
bagi Pak
HK,
tanpa
dukungan
dari
Permasis
Pak HK
tidak
mungkin
dapat
sebuah
kursi
empuk KB
1 C
dengan
nyaman.
Sekedar
contoh
pada
perayaan
Cap Go
Meh(CGM)
tahun
2010
yang
lalu
tanpa
mendapat
dukungan
dari
Permasis
altar
kesayangan
Pak HK
mengalami
defisit.
Apalagi
sebentar
lagi
kita mau
merayakan
Hari
Kemerdekaan
kita,
sponsor
dana
dari
pihak
Permasis
sangat
penting
untuk
acara
kesayangan
Pak HK
di
Singkawang.
Pak HK
tidak
bisa
maju
tanpa
Permasis
tetapi
Permasis
akan
tetap
eksis
untuk
masyarakat
Singbebas
tanpa
HK,
dengan
perkataan
lain
Permasis
tidak
membutuhkan
Bong Sau
Fan
tetapi
Bong Sau
Fan
sangat
membutuhkan
Permasis.
Ini
suatu
realitas.
Ketika
penggantian
ketua
Permasis
dari Pak
Aliok ke
Pak Ajau,
Pak HK
tidak
percaya
Permasis
dapat
bertahan
dibawah
kepemimpinan
Pak Ajau.
Kepada
konco-konconya
HK
sesumbar
mengatakan
Permasis
pasti
akan
bubar
dipimpin
Pak Ajau
dan
dengan
teamnya
Pak Bun
Sin
Khiong
dan Pak
Agustinus.
Kata
orang
para
politisi
bukanlah
orang
berprinsip
tetapi
mereka
hanya
melihat
kepentingan,
karena
ada
kepentingan
di
Permasis
“siapa
yang
memimpin
itu sama”
katanya
sekarang.
Menurut
rumor
yang
sedang
beredar
di
kalangan
terbatas
Permasis,
Permasis
merencanakan
akan
membentuk
satu
konsorsium
untuk
membangun
PDAM
swasta
di
kawasan
Singbebas
dan
pelabuhan
antar
pulau di
Singbebas.
Entah
itu
merupakan
waduk
atau
“seawater
desalination”(penyulingan
air laut)
proyek.
Mengenai
pendanaan
untuk
proyek
tersebut patungan
antara
para
anggota
kehormatan
Permasis
dengan
investor
asing,
yang
disebut
“Singbebas
Fund”.
CintaSingkawang
mencoba
menghubungi
Pak Alex
Moo Kon
Luk
salah
satu
pengusaha
yang
tergabung
dalam
konsorsium
Singbebas
Fund
untuk
menanyakan
apakah
dia siap
membantu
proyek
impian
Pak HK
itu?
Jawab
Pak
Alex:”saya
selalu
siap
membantu
mendanai
proyek
Pak HK
ini,
asalkan
dengan
satu
syarat
Pak
HK mau
meminta
maaf
secara
terbuka
dengan
saya
terlebih
dahulu
tentang
insiden
di
perkampungan
orang
Dayak
itu“. “Tak
perlu
pakai
upacara
Tepung
Tawar
segala,
cukup
minta
maaf
secara
terbuka,”terang
pak Alex
tegas.
Seperti
Pak HK
bertambah
banyak
orang
yang
dimusuhinya
di
Permasis,
dia
lebih
suka
memilih
empedu
daripada
madu.
|