|
Mengenai
berita tentang perusakan patung singa di
depan kalenteng Cung Jong Pak Kung di
Singkawang cepat tersebar luas.Bahkan
ada
milis yang mengupas masalah ini
mendetil dan
memperlakukan sebagai berita penting bagi mereka. Kita
perlu menaruh curiga terhadap kejadian
tersebut mengingat
pemilihan legislatif semakin dekat,ada
pihak tertentu mempunyai kepentingan
politik dan motif,
manuver politik sering melantar
belakangi suatu peristiwa. Sebagai
masyarakat kita perlu mewaspadai
hal tersebut jangan sampai kita
menjadi korban permainan mereka.
Pada
tanggal 03 Maret 2009, sekitar pada jam
23.00 malam sebagian kecil dari
masyarakat Singkawang masih belum tidur. Ada beberapa orang
melewati di depan
Pekong Tua yang kita sebut
Cung Jong Pak Kung
dijalan
Sejahtera. Entah bagaimana
cerita orang tersebut perhatiannya
tertuju ke patung Singa
didepan kelenteng tersebut,
telinga dari patung Singa itu telah
dirusak orang.
Berita
kerusakan patung singa ini cepat
tersebar seluruh
kota
Singkawang pada malam itu, kelenteng tersebut dikerumuni oleh
komunitas Tionghoa
Singkawang yang ingin tahu apa yang
terjadi. Mereka semua
hampir memiliki satu
bertanya yang sama yaitu “siapakah
pelakunya? Diantara mereka ada yang
langsung memberikan
jawaban atas pertanyaan tersebut
yaitu “mereka yang menentang patung naga
yang melakukan aksi ini”. Jawaban semacam itu,
tanpa didasari
bukti dan analisa logika,lebih
berdasarkan emosi saja.Kita maklum,
orang sedang emosi sering
memberikan jawaban tanpa dengan
pertimbangan yang matang.
Tak lama
kemudian, datang seorang
bapak yang berusia sekitar 50an
tahun untuk meriksa kerusakan pada
patung singa tersebut.
Kemudian bapak ini mengatakan”pelaku
perusakan patung singa
adalah orang yang mencintai
pekong”.” Seandainya
pelaku bukan pencinta
pekong sudah sangat
jelas dia tidak mungkin melakukan
perusakan yang kecil sekali,hanya
telinga -gampang diperbaiki. Kalau dia
benci pekong,dia akan
melakukan kerusakan yang besar.
Seandainya tuduhan kita kepada mereka
yang menentang pembangunan patung naga ,
kok mereka
merusak patung singa bukan patung
naga” tanya si bapak tua itu dengan
keheranan. Seperti kita
ketahui, sudah berkali –kali para
penentang pembangunan
patung naga mengingatkan kepada
masyarakat Singkawang
sasaran mereka yaitu “patung naga”.
Mengenai
kecurigaan terhadap pihak penentang
pembangunan patung naga, Cinta
menghubungi salah satu
caleg,Bapak Junaidi meminta
beliau memberikan
pandangannya. Menurut Pak Junaidi
tidak mungkin
dan tidak memiliki alasan mereka(penentang
pembangunan patung naga)melakukan
aksi perusakan patung singa di
Pekong Tua”. “Sejauh ini mereka
berdemonstrasi sangat tertib dan tidak
merugikan masyarakat umum apalagi
merusak rumah ibadah,tidak mungkin
mereka melakukan aksi
tersebut .Menurut saya
kalau ada orang menuduh mereka
melakukan perusakan
patung singa tersebut berarti tuduhan
tersebut salah alamat ”kata Pak Junaidi.
Salah
satu dari orang yang meyaksikan
patung singa itu
bertanya kepada bapak
itu”siapakah pelakunya?” Jawaban si
bapak itu” siapa saja bisa menjadi
pelaku tanpa memandang dari komunitas
apa”. Seperti dalam
kasus pembunuhan,polisi selalu menaruh
curiga dan menyelidiki
mulai dari orang yang paling dekat
dengan korban(keluarga korban). Dalam
hal perusakan patung singa ini, kita
harus menaruh curiga terhadap komunitas
kita dulu siapa tahu ada
pihak-pihak tertentu memiliki
kepentingan politik,dengan nada curiga
si bapak tua memberikan
penjelasan kepada mereka.
Mengingat masa pemilihan legislatif
semakin dekat,mungkin
kejadian ini bermotif
politik. Ada orang
mengharapkan kita memberi dukungan kita
kepadanya padahal
kita tidak mau memberikan dukungan kita
lagi. Dengan kejadian malam ini, mereka
mengharapkan kita mau
memberikan dukungan kita kepadanya.
Jangan harap,kita tidak mau mengikuti
permainan mereka yang
kotor itu kata si
bapak itu sambil mengajak orang pulang
ke rumah untuk tidur.
Betul,pak .Jawab
mereka . Hanya sebuah drama politik
murahan saja mengandalkan sensitif
isu ras sebagai produk politik
untuk ditawarkan kepada masyarakat, ini sudah barang basi
yang sering kita dengar dan
saksikan. Teriak dari salah satu anak
muda merasa dirinya
dipermainkan oleh mereka yang memiliki
kepentingan politik di kota
Singkawang,muak,bosan,capek,katanya
sambil berlalu.
|