Serba-serbi Singkawang

22 Januari 2009
Komentar:

Sementara seluruh dunia  tertuju ke Amerika dalam persiapan  menjelang  pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS. Ada beberapa peristiwa yang terjadi di Singkawang dalam minggu ini tidak kalah penting seperti  berita pelantikan presiden AS.Berita seperti itu pantas kita ketahui.Marilah kita mengikuti laporan reporter kami dari Singkawang.

Pada tanggal 16 Januari 2009,jam 14.00 Bapak Chai Ket Khiong dikenal sebagai pembela hak para Tatung didampingi pengacara kondang,Bapak Tampok Pardede SH untuk menghadap ketua panitia umum Cap Go Meh 2009.Maksud kedatangan  Pak Akhiong dan Pak Tampok ke kantor Setda untuk meminta kepastian hukum  tentang larangan mendirikan altar,kecuali  altar yang telah ditentukan oleh Pemkot.Altar disponsori Pemkot ini,masyarakat Singkawang menyebutnya altar Permasis karena altar ini dirancang oleh orang-orang Permasis.Barang-barang korban yang dipersembahkan altar ini  juga sangat unik,dari perhiasan emas sampai sepeda motor.

Ketika Pak Tampok meminta ketua panitia umum CGM 2009 memberi penjelasan secara tertulis  tentang larangan tersebut menurut dasar hukum.Tentu saja ketua umum panitia CGM 2009 tidak  berani mengambil keputusan untuk memenuhi tuntutan Pak Tampok tersebut, karena yang membuat peraturan hanya satu altar  itu Pak Hasan Karman. Kemudian,Pak Setda berkonsultasi dengan bossnya ,Pak wako tentang hal ini. Pak wako kita sadar dalam hal ini tidak ada dasar hukum yang mengatur tata cara menunaikan ibadah,apalagi melarang para pengikut Chai Ket Khiong mendirikan altar.Pak wako kita memahami fakta ini, menghadapi Pak Tampok bukan hal mudah dalam berdebat masalah hukum.

Akhirnya,pihak panitia CGM 2009 mengizinkan Pak Chai Ket Khiong dan kawan-kawannya bebas mendirikan altar sesuai aliran kepercayaan masing-masing.Disamping diizinkan mendirikan altar juga diperbolehkan para tatung mencari sumbangan dari masyarakat.

Ketika Cintasingkawang meminta komentar dari Bapak Herry Chung yang sedang memepersiapkan keberangkatannya ke Sydney-Australia untuk liburan tahun baru Imlek disana.Beliau mengatakan”Itu tindakan Pak Hasan Karman yang paling bijaksana, memberikan kebebasan kepada masyarakat merayakan CGM.Memberikan kesempatan kepada masyarakat berarti mengurangi beban biaya harus ditanggung oleh pihak panitia.Dengan donasi yang terkumpul sejauh ini hanya 200an juta rupiah sedang biaya untuk pengamanan CGM memerlukan biaya 600an juta rupiah.Tentu saja pihak panitia akan mengalami defisit besar sekali CGM tahun ini”,Pak Herry mengakhiri komentarnya.

Ketika Kapolda Singkawang memberi briefing rencana pengamanan CGM 2009 ini.Pertemuan tersebut dihadiri PaniatiaCGM ,ketua MABT singkawang dan utusan khusus dari MABT  Pontianak,Pak Jandi. Menurut perkiraan  pihak Kapolda biaya operasi pengamanan CGM paling tidak memerlukan biaya sebesar 600an juta rupiah.Dengan dana sebesar itu baru dapat melakukan pengamanan optimal(efisien).

Dalam pertemuan tersebut Pantia ditegur (harap dibaca dimarahi)oleh Pak  Jandi. Beliau menilai Panitia  yang tidak tahu(memahami) adat Tionghoa,Karena menunjuk pihak Panitia CGM dari non chinese yang sama sekali tidak memahami tata cara kepercayaan kita.Pak Jandi memberikan penjelasan kepada Kapolda dan ketua umum CGM 2009 tentang tata cara pelaksanaan CGM,baik Pak Kapolda ataupun  ketua umum panitia CGM2009 sama sekali belum pernah mendapat penjelasan dari pihak panitia pelaksana CGM.

Masyarakat Singkawang mengiritik cara menyalurkan paket Imlek 2009.Pemberian paket Imlek untuk kaum daufa merupakan kebijakan Pemkot.Dana untuk paket tersebut berasal dari pemerintah(uang rakyat).Masyarakat nilai berdasarkan bukti dilapangan menunjukan cara penyalurannya bernuansa politik dan tidak tepat sasaran,diberikan kepada pendukung dari  caleg yang disponsori oleh Pak Hasan Karman atau asosiasinya.Sekedar contoh sdr Johny(alias Hok Lo Min) caleg dari partai karya perjuangan(pakar pangan) mengambil paket imlek dari kantor wako kemudian dia menyalurkan paket tersebut kepada pendukungnya,daerah pekong Lirang. Padahal banyak pendukungnya tidak berhak terima paket Imlek tersebut karena mereka bukan kaum daufa. Johni ini merupakan caleg titipan dari Pak Hasan Karman kepada partai karya perjuangan,bahkan ada sebuah keluarga yang sudah punya mobil yang tinggal di kawasan Lirang bernama A Syang menerima pakat kaum duafa.

Insiden sangat memalukan terjadi pada tanggal 20 Januadi 2009 di aula Bappeda Singkawang,dalam pertemuan berbagai elemen masayarakat Singkawang mengupas masalah patung naga.Pak wako kita hadir dalam pertemuan tersebut.Pak wako kita  membawa 2 kaki tangan(bahasa Malay),yaitu Pak Iwan Gunawan  dan Pak Budiman.Dalam pertemuan tersebuat Budiman yang dikenal masyarakat Singkawang sebagai An To Kong menjadi Pak wako karena dia berbicara lebih banyak untuk kepentingan Pemkot.Sedangkan Pak Hasan Karman hanya sebagai pendengar saja.Ketika sdr. Stefanus menegur Pak Budiman jangan hijack pemikiran Pak Hasan Karman.Pak Budiman tidak terima, akhirnya sdr. Stefanus memberi jurus tamparan orang dayak kepada Pak Budiman. Hi,tingkah Pak Budiman ini mau menjadikan tempat pertemuan ini seperti parlemen Taiwan,para anggotanya  suka berkelahi  jika argumennya tidak diterima oleh pihak lain.

Pak Iwan Gunawan mencoba menyakinkan kepada hadirin bahwa patung naga itu merupakan karya seni.Kiranya,para turis memiliki tingkat  IQ dengar dia datang ke Singkawang hanya untuk melihat seni itu.Kalau mau lihat seni naga,sudah jelas ke negeri naga,Tiongkok.Tourist, bukan orang bodoh.

Ketika CintaSingkawang menurunkan artikel ini sebuah jembatan di Pasang pasir –Kaliasin tiba-tiba ambruk,waktu Pak Hasan Karman dihubungi tanpa sadar berteriak Hay…. Yah oy punya acala Cap Go Meh wisa lusak oh sambil ulus-elus dada (Acara Cap Go Meh yang dibangga-bangakan Pak Hasan jadi rusak kerena yang ditakuti jalur Pontianak-Singkawang terganggu).

Begitulah laporan dari Cinta  tentang  drama yang terjadi di Singkawang pada minggu yang lalu.

 

 

CintaSingkawang,22 Januari 2009