Perjalanan Sejarah kota Singkawang
Sambungan:1

Pada detik-detik tanggal 13 dan 14 Nopember 2007.

Tiga hari menjelang  pencoblosan, team sukses Pak Hasan Karman menemukan banyak pendukungnya tidak terdaftar di KPUD. Mereka ini adalah warga Singkawang Selatan yang tidak terdaftar, hal ini akan mempengaruhi perolehan suara yang memilih Pak Hasan Karman. Hampir seratus persen  dari ribuan warga tidak terdaftar itu adalah etnis Tionghoa. Itupun hanya bagian  dari Singkawang Selatan saja. Kepanikan Pak Hasan Karman dalam hal ini dapat kita maklumi karena bagian Singkawang Selatan adalah basis pendukung Pak Hasan.

Pada tanggal 13 November 2007 mulai jam 10.00 pagi sampai jam 17.00 telah terjadi  aksi demontrasi di depan kantor Walikota dan kantor KPUD di Singkawang. Sebagian besar warga yang melakukan demo itu adalah warga dari kawasan  jalan Alianyang, Singkawang dan beberapa dari kelurahan Sedau, seperti desa Lacibuk, desa Lirang dan Jamthang. Mereka melakukan aksi demo karena mereka tidak dapat ikut mencoblos pada saat Pilkada Singkawang tanggal 15 November 2007. Aksi demo ini dipimpin oleh  Chai Ket Khiong, Budiman, dan Iwan Gunawan.

Pada jam 04.00 sore jumlah demonstran sudah berkurang.  Kapolres Singkawang mendekati  pemimpin  demo, Chai Ket Khiong. Kapolres memberi ultimatum kepada  mereka. Adapun   peringatan dari Kapolres yaitu akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka  yang memimpin aksi demo tersebut. Menurut rencana, aksi demo akan dilakukan lagi pada tanggal 14 Nopember 2007. Karena takut dengan ultimatum dari Kapolres Singkawang, pada jam 21.00 Chai Ket Khiong  menelepon kantor  Kapolres  untuk memberi  konfirmasi bahwa pada tanggal 14 Nopember 2007 dia tidak akan menurunkan  massanya untuk demo dan jika terjadi demo, itu bukan massa dari pihak Chai Ket Khiong.

Pada saat  massa sedang mengadakan demo, tersebar isu di kota Singkawang bahwa pada hari itu (tanggal 13 Nopember 2007) Pak Hasan Karman tidak ada di kota Singkawang tetapi ada di kota Pontianak. Yang jelas Pak Hasan Karman  ada di dalam kota Singkawang, dia bersembunyi dipasar Cu Ma(pasar penjualan daging babi) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (jika terjadi sesuatu insiden ketika demo sedang berlangsung). Pasar Cu Ma adalah pasar tempat penjualan daging babi, mayoritas pedagangnya adalah etnis Tionghoa. Warga non Tionghoa jarang berbelanja di pasar ini. Sejak mulai tanggal 13 November 2007 Pak Hasan Karman memindahkan markasnya di pasar Cu Ma karena daerah ini merupakan daerah yang aman untuk dirinya.

Kepanikan team HK semakin memuncak, pada tanggal 13 November 2007 Pak Hasan Karman mengaku kepada teman-temannya  bahwa dia merasa pusing dan merasakan tekanan mental. Karena kehabisan ide, dia coba mengembalikan semangatnya dengan mengunjungi salah satu kelentang  untuk meminta “chiam si”(khiu chiam), meminta pendapat untuk memecahan  kesulitan yang dia hadapi  BERSAMBUNG 2

.

CintaSingkawang,2 Desember2007