|
Sejak Pak Hasan Karman menjabat
wali kota Singkawang, masyarakat
Singkawang lebih memahami makna
demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara .Demontrasi atau dalam bahasa
halusnya disebut “unjuk rasa”,sering
jadikan tolak ukur untuk menilai sesuatu
masyarakat telah memiliki asas demokrasi
atau tidak. Sekedar contoh,kunjungan
presiden AS,Mr. George Bush ke Indonesia
pada tiga tahun yang lalu.Ada sebagian
kecil dari masyarakat Indonesia
mengadakan demontrasi ,dengan maksud
untuk mempermalukan presiden Amerika
itu.Ketika Mr.Bush berhadapan
dengan para demontran tersebut, Beliau
memuji tindakan pada para demontran
karena itu menandakan negara ini(Indonesia)
ada asas demokrasi.
Pada akhir-akhir ini,di aula
kantor wako kita sering kedatangan tamu
yang tidak diundang.Mereka ini adalah
pada demontran.Kalau ditinjau dari segi
profesi mereka,terdiri atas berbagai
golongan,guru,warga transmigrasi
dll.Menyampaikan aspirasi mereka dengan
cara berdemontrasi tidak selalu berhasil
mencapai tujuan yang diinginkan,juga
tidak selalu gagal.Contohnya, pada para
guru menperjuangkan
tunjangan fungsional
sebesar 100.000,-- /bulan
itu.Akhirnya mereka mendapat apa yang
mereka inginkan, walaupun tuntutan
mereka tidak semuanya terkabul.
Satu hal paling luar biasa sering
terjadi di kantor wako, ketika pada para
demontran mengunjungi ke kantor wako
kita,Pak wako selalu tidak ada dikantor.
Aspirasi pada demontran tidak pernah
sampai ke teliga Pak wako kita secara
langsung. Entahlah,Pak wako kita
memasang radar anti demontran jenis
apa,yang dapat memonitor gerakan
pada demontran.Sehingga radar tersebut
dapat memberi peringatan dini kepada
Beliau supaya menggungsi dari kantor.
Dalam hal ini,ada masyarakat
Singkawang menilai bahwa mental wako
kita belum siap menghadapi pada
demontran.Belum biasa menghadapi dan
menenangkan publik.Tentu saja pandangan
semacam itu,menurut Cinta tidak
benar.Sebagaimana kita sudah mengetahui
Pak wako kita adalah wako serba bisa,
diatas panggung Beliau sudah biasa
menghadapi penggemarnya. Soal public
speaking,Beliau sudah biasa ,tidak
mungkin mengalami “deman panggung”(takut).Jadi,apa
yang sebenarnya yang menyebabkan Beliau
tidak mau ketemu dengan pada demontran?
Keengganan
Pak Wako bertemu dengan pada
demontran yang datang ke
aulanya,ada juga yang berpendapat bahwa
wako kita dipengaruhi tokoh Monkey King
dalam cerita “Journey to the west”(the
legend of monkey king) yang disajikan
oleh majalah Permasis sebagai
cerita bersambung.Banyak orang menilai
sikap Pak wako kita menghadapi pada
demontran itu seperti karakternya Monkey
King dalam cerita dongeng itu.Sifat
Monkey King yang paling menonjol
yaitu”membenci setan,mencintai Tuhan.”
Walaupun Monkey King memiliki ilmu magic
yang tinggi, tetapi dia memiliki
kelemahan pada dirinya.Dia suka
mendengar kata-kata manis dan
puji-pujian,cepat bertindak kalau
mendapat pujian.Kesukaan mendengar dan
menerima kata pujian itu, sering membawa
dia dalam kesulitan.Karena gampang
terbius dengan kata-kata manis, dia
mudah dijebak dan mudah ditangkap oleh
musuhnya.
Ketika Yayasan Budha Tzu Chi
mengadakan bakti sosial di rumah sakit
umum Harapan Bersama , singkawang,pada
minggu yang lalu.Pak wako kita,hadir di
RSU Harapan Bersama lebih awal, sebelum
pada para pasien yang mau berobat tiba.
Kehadiran Pak wako kita dalam acara
tersebut, mendapat berbagai tanggapan
dari masyarakat.Ada yang mengatakan
Beliau hadir karena kegiatan sosial itu
adalah bagian dari proyek konco-konconya,
kegiatan bernuansa
politik ,mudah mendapat pujian dari
pasien.Ada juga berpendapat sudah
sepantasnya Pak wako harus hadir setiap
kegiatan sosial,supaya lebih memahami
kesulitan kehidupan masyarakat dan
keluhannya. Apapun pendapat masyarakat
singkawang dalam hal ini,sudah pantas
kita memuji sikap Pak wako hadir dalam
acara tersebut.Untuk memberi dorongan
moril kepada pasien, dan menyampaikan
ucapan terima kasih kepada sukarelawan
Tzu Chi telah memberi pelayanan kepada
masayarakat Singkawang. Ini sebagai
alternatif pengobatan selain sistem
Jamkesmas.
Untuk memahami pelayanan yang
diberikan oleh Pak wako kita
kepada masyarakat singkawang,kita harus
mempelajari sistem public relations(PR)
yang dianut dan implementasi
dilingkungannya. Sesudah beberapa bulan
Cinta mengamati metode PR yang dipakai
Pak wako kita itu, yaitu metode
SEBAL.Sejauh ini metode
SEBAL menandakan sangat efektif dan
memberi sukses cukup memuaskan.
Marilah kita melihat lebih dekat
metode SEBAL ini.
-Jika
menghadapi masalah birokrasi,seperti
panggilan atau urusan dengan
DPRD.Pak wako kita pakai jurus S
yaitu kirim ketua SETDA
menghadapi mereka.
- Jika menghadapi keluhan dari
etnis Melayu,jurus E yang
dipakai.Meminta pak Edi untuk
memberi penghiburan kepada mereka.
-Jika
menghadapi keluhan dan rasa
ketidakpuasan dari komunitas Tionghoa
Singkawang,memakai jurus B.Tanpa
diperintah pak Budiman sudah siap
dan tahu apa yang harus Beliau
lakukan.Kemampuan pak Budiman berfungsi
sebagai konselor tidak kalah lincah
dengan gurunya,Pak Edi.
-Untuk
penggalangan dana dan pengembangan
strategi politik,planning,penjelasan
kepada masyarakat Singkawang
diperantauan.Pak wako kita memakai
jurus A. Pak Aliok
merupakan ahli dibidang ini.
-Masalah
dunia maya,proganda via internet memakai
jurus L. L adalah singkatan
Loy. Sdr Aloy merasa dirinya mendapat
dan memiliki autoritas bertindak sebagai
SATPAM didunia maya.Tugas utamanya melarang
komunitas Singkawang bebas berbicara
masalah politik di Singkawang ,terutama
mengkomentari Pak wako kita.Aksi SEBAL
yang dilakukan oleh Aloy didunia maya
sudah kearah pembodohan komunitas
Singkawang.Sebagai orang Singkawang kita
harus berpikir kritis,menghargai
perbedaan pendapat dan pandangan
hidup,menjunjung tinggi asas kebebasan
berbicara. Sebagai SATPAM didunia
maya,Aloy sudah pasti mengantongi
beberapa nama orang yang dianggap orang
berbahaya,kalau bisa orang tersebut
harus diusir dari dunia maya……silakan
saja kalau dapat,Loy !
|