Public relations(PR) gaya Singkawang, metode SEBAL

29 Agustus 2008
Komentar:

Sejak Pak Hasan Karman menjabat wali kota Singkawang, masyarakat Singkawang lebih memahami makna demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara .Demontrasi atau dalam bahasa halusnya disebut “unjuk rasa”,sering jadikan tolak ukur untuk menilai sesuatu masyarakat telah memiliki asas demokrasi atau tidak. Sekedar contoh,kunjungan  presiden AS,Mr. George Bush ke Indonesia pada tiga tahun yang lalu.Ada sebagian kecil dari masyarakat Indonesia mengadakan demontrasi ,dengan maksud untuk mempermalukan presiden Amerika itu.Ketika  Mr.Bush berhadapan dengan para demontran tersebut, Beliau memuji tindakan pada para demontran karena itu menandakan negara ini(Indonesia) ada asas demokrasi.

Pada akhir-akhir ini,di aula kantor wako kita sering kedatangan tamu yang tidak diundang.Mereka ini adalah pada demontran.Kalau ditinjau dari segi profesi mereka,terdiri atas berbagai golongan,guru,warga transmigrasi dll.Menyampaikan aspirasi mereka dengan cara berdemontrasi tidak selalu berhasil  mencapai tujuan yang diinginkan,juga tidak selalu gagal.Contohnya, pada para guru menperjuangkan tunjangan fungsional sebesar 100.000,-- /bulan itu.Akhirnya mereka mendapat apa yang mereka inginkan, walaupun tuntutan mereka tidak semuanya terkabul.

Satu hal paling luar biasa sering terjadi di kantor wako, ketika pada para demontran mengunjungi ke kantor wako kita,Pak wako selalu tidak ada dikantor. Aspirasi pada demontran tidak pernah sampai ke teliga Pak wako kita secara langsung. Entahlah,Pak wako kita memasang radar anti demontran jenis apa,yang dapat memonitor gerakan  pada demontran.Sehingga radar tersebut dapat memberi peringatan dini kepada Beliau supaya menggungsi dari kantor.

Dalam hal ini,ada masyarakat Singkawang menilai bahwa mental wako kita belum siap menghadapi pada demontran.Belum biasa menghadapi dan menenangkan publik.Tentu saja pandangan semacam itu,menurut Cinta tidak benar.Sebagaimana kita sudah mengetahui Pak wako kita adalah wako serba bisa, diatas panggung Beliau  sudah biasa menghadapi penggemarnya. Soal public speaking,Beliau sudah biasa ,tidak  mungkin mengalami “deman panggung”(takut).Jadi,apa yang sebenarnya yang menyebabkan Beliau tidak mau ketemu dengan pada demontran?

Keengganan  Pak Wako  bertemu dengan pada demontran yang  datang ke aulanya,ada juga yang berpendapat bahwa wako kita dipengaruhi tokoh Monkey King dalam cerita “Journey to the west”(the legend of monkey king) yang disajikan oleh majalah Permasis sebagai cerita bersambung.Banyak orang menilai sikap Pak wako kita menghadapi pada demontran itu seperti karakternya Monkey King dalam  cerita dongeng itu.Sifat Monkey King yang paling menonjol yaitu”membenci setan,mencintai Tuhan.” Walaupun Monkey King memiliki ilmu magic yang tinggi, tetapi dia memiliki kelemahan pada dirinya.Dia suka mendengar kata-kata manis dan puji-pujian,cepat bertindak kalau mendapat pujian.Kesukaan mendengar dan menerima kata pujian itu, sering membawa dia dalam  kesulitan.Karena gampang terbius dengan kata-kata manis, dia mudah dijebak dan mudah ditangkap oleh musuhnya.

Ketika Yayasan Budha Tzu Chi mengadakan bakti sosial di rumah sakit umum Harapan Bersama , singkawang,pada minggu yang lalu.Pak wako kita,hadir di RSU Harapan Bersama lebih awal, sebelum pada para pasien yang mau berobat tiba. Kehadiran Pak wako kita dalam acara tersebut, mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.Ada yang mengatakan Beliau hadir karena kegiatan sosial itu adalah bagian dari proyek konco-konconya, kegiatan bernuansa politik ,mudah mendapat pujian dari pasien.Ada juga berpendapat sudah sepantasnya Pak wako harus hadir setiap kegiatan sosial,supaya lebih memahami kesulitan kehidupan masyarakat dan keluhannya. Apapun pendapat masyarakat singkawang dalam hal ini,sudah pantas kita memuji sikap Pak wako hadir dalam acara tersebut.Untuk memberi dorongan moril kepada pasien, dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada sukarelawan Tzu Chi telah memberi pelayanan kepada masayarakat Singkawang. Ini sebagai alternatif pengobatan selain sistem Jamkesmas.

Untuk memahami pelayanan yang diberikan oleh  Pak wako kita kepada masyarakat singkawang,kita harus mempelajari sistem public relations(PR) yang dianut dan implementasi dilingkungannya. Sesudah beberapa bulan Cinta mengamati metode PR yang dipakai Pak wako kita itu, yaitu metode SEBAL.Sejauh ini metode  SEBAL menandakan sangat efektif dan memberi sukses cukup memuaskan.

Marilah kita melihat lebih dekat metode SEBAL ini.

-Jika menghadapi masalah birokrasi,seperti panggilan  atau urusan dengan DPRD.Pak wako kita pakai jurus S yaitu kirim ketua SETDA menghadapi mereka.

- Jika menghadapi keluhan dari etnis Melayu,jurus E yang dipakai.Meminta pak Edi untuk memberi penghiburan kepada mereka.

-Jika  menghadapi keluhan dan rasa ketidakpuasan dari komunitas Tionghoa Singkawang,memakai jurus B.Tanpa diperintah pak Budiman sudah siap dan tahu apa yang harus Beliau lakukan.Kemampuan pak Budiman berfungsi sebagai konselor tidak kalah lincah dengan gurunya,Pak Edi.

-Untuk penggalangan dana dan pengembangan strategi politik,planning,penjelasan kepada masyarakat Singkawang diperantauan.Pak wako kita memakai jurus A. Pak Aliok merupakan ahli dibidang ini.

-Masalah dunia maya,proganda via internet memakai jurus L. L adalah singkatan Loy. Sdr Aloy merasa dirinya  mendapat dan memiliki autoritas bertindak sebagai SATPAM didunia maya.Tugas utamanya  melarang komunitas Singkawang bebas berbicara masalah politik di Singkawang ,terutama mengkomentari Pak wako kita.Aksi SEBAL yang dilakukan oleh Aloy didunia maya  sudah kearah pembodohan komunitas Singkawang.Sebagai orang Singkawang kita harus berpikir kritis,menghargai perbedaan pendapat dan pandangan hidup,menjunjung tinggi asas kebebasan berbicara. Sebagai SATPAM didunia maya,Aloy sudah pasti mengantongi beberapa nama orang yang dianggap orang berbahaya,kalau bisa orang tersebut harus diusir dari dunia maya……silakan saja kalau dapat,Loy !

 

 

 

CintaSingkawang,29 Agustus 2008