Berakhirnya Sebuah Mimpi
23 Februari 2008

Bagian Pertama:

Perayaan Cap Go Meh 2008 adalah perayaan Cap Go Meh  yang istimewa ,karena  mendapat perhatian  khusus  dari masyarakat  Singkawang.Keistimewaan perayaan Cap Go Meh tahun ini akan dijadikan tolak ukur bagi masyarakat untuk mengukur kemampuan  team panitia dan pemerintahan  Pak Hasan Karman .

Pawai lampion tahun ini, jumlah peserta dalam pawai ini berkurang sangat dramatis .Hampir berkurang  separuh jumlah iringan-iringan kendaraan pawai  yang mengambil bagian dalam pawai ini dibandingkan tahun yang lalu.Dari segi  karya seni, model lampion tahun ini tidak ada bedanya dibandingkan tahun yang lalu.Jadi,tidak ada lampion spektakuler .

Menurut pernyataan pihak panitia ada sekitar 427 tatung yang ikut mengambil bagian dalam merayakan Cap Go Meh ini.Menurut  reporter CintaSingkawang  dilapangan pada Tatung yang ikut pawai keliling kota Singkawang  hanya sekitar  230an Tatung,30 tandu tanpa tatung,90 tatung jalanan dan jelangkung .Banyak statement yang disampaikan oleh  pihak Panitia melalui juru bicaranya,Budiman  adalah  statement misleading kepada publik.Bahkan Pak Hasan Karman melalui media cetak mengatakan ada Naga Bulan dari Kuching, Serawak.Ternyata tidak ada naga dari Kuching.Dengan janji kehadiran naga dari Negara tetangga dan kedatangan menteri perdagangan adalah proganda  murahan disiarkan mereka.

 Satu hari menjelang Cap Go Meh 2008

Pada tanggal 20 Februari 2008,satu hari menjelang  hari Cap Go Meh rombongan Tatung  swadaya mengadakan pawai mengililingi kota Singkawang.Mereka ini adalah Tatung yang tidak mau terikat dengan ketentuan pihak Panitia Cap Go Meh 2008.Seperti Tatung dari Kulor,sdr Afui adalah Tatung tidak mendapat bantuan dari pihak Panitia.Tetapi  para Tatung ini sebagai warga yang bertanggungjawab terhadap lingkungan hidupnya dan mencintai kota Singkawang,tanpa dibayar mereka mengadakan ritual mengusir  dan membersih roh jahat dari kota Singkawang.”Mengusir roh jahat adalah kewajiban dan tanggung jawaban kami sebagai Tatung “kata Afui.Walaupun para Tatung pada umumnya mereka tidak berpindidikan formal yang tinggi tetapi moral mereka  sebagai warga baik dan bertanggungjawab terhadap lingkungan hidupnya,sikap mereka ini  mendapat pujian dari masyarakat. Sebaliknya ada warga yang berpendidikan tinggi dalam mengerjakan sesuatu selalu mengatakan mereka berbuat demikian demi kepentingan masayarakat( bui  sah fui), tetapi dalam kenyataan perbuatan mereka  hanya untuk kepentingan pribadi. Kata Kong Fu Cu:”supaya kita tidak ditipu orang semacam ini,kita harus memfokuskan perbuatan mereka bukan memfokuskan pada perkataan mereka.”

Pawai para Tatung pada satu hari menjelang Cap Go Meh jauh lebih ramai dihadiri masyarakat dibandingkan pada hari Cap Go Meh.Ini sebagai indikasi masayarakat  menghargai sikap dan mendukung  para Tatung swadaya ini.

 Pada hari Cap Go Meh 2008

Pada hari Cap Go Meh ,banyak Tatung memboikot pawai keliling kota Singkawang yang sesuai dengan rencana  panitia Cap Go Meh.Para Tatung melancarkan aksi boikot ,mereka merasa tidak setuju dengan kebijaksanaan yang dihasilkan oleh pihak Panitia.

Ketua Panitia Cap Go Meh, bapak Chin Miaw Fuk membacakan pidatonya dihadapan pada tamu dan undangan.Ketika bapak Chin Miaw Fuk membaca tek pidatonya,Beliau diapit oleh dua pengawas sebagai penolongnya jika beliau mengalami kesulitan.Pihak panitia tidak ingin peristiwa yang memalukan terjadi pada malam Tahun Baru Imlek terulang lagi.Gaya berdiri bapak Chin Miaw Fuk seperti Bapak proklamator kita.Tetapi dengan dimensi sangat berbeda,ketika Bung Karno membacakan teks Proklamasi kemerdekaan RI dengan suara jelas dan lantang,bersemangat,hikmah.Sedang bapak Chin Miaw Fuk membaca tek pidatonya dengan suara gemetaran,dengan suara tidak jelas,tanpa menghayati apa yang dibaca.

(BERSAMBUNG ke bagian 2)

 

CintaSingkawang,23 Februari 2008