Kegelisahan setelah acara MTQ XXII

03 Juni 2008

Pagi ini ketika Aku bangun dari ranjang ,istriku yang tersayang masih tertidur lelap. Beberapa hari ini dia lelah karena turut  membantu menyukseskan acara MTQ XXII. Aku sangat merepotkan istriku selama berlangsungnya MTQ karena sebagai istri pejabat dia wajib melaksanakan tugasnya. Dia harus mengunjungi stand-stand pameran terutama stand Permasis tempat Aku dulu dibesarkan, memberikan dorongan dan semangat kepada kalifah dan kita. Warna kulitnya “tan” akibat membawa rombongan kalifah mengunjungi teluk Makjantu . Sinar matahari tidak bersahabat itu membuat kulit istriku yang tersayang berwarna tan (seperti kulit kesayangan para cewek bule) .Aku merasa sangat berhutang budi kepada istriku. Kelak, pada saat liburan di Rusia Aku akan membelikan sebuah diamond sebagai  hadiah untuknya. Dia adalah wanita yang paling Aku cintai dan sayangi diantara sekian wanita yang pernah singgah dihatiku dalam perjalanan kehidupanku ini. Aku harus memberikan sebuah hadiah kesukaannya sebagai tanda terima kasih dariku. Dalam sanubariku berkata ”Sorry,darling karena telah merepotkan engkau selama ini”.

Secara keseluruhan Aku menilai acara MTQ XXII sukses. Acara pembukaan dan penutupan dihadiri ribuan penonton. Memang masyarakat tidak selalu memberikan respons antusias terhadap setiap acara pertandingan  MTQ. Tetapi itu bukan kesalahanku karena kita tidak bisa memaksa keinginan masyarakat. Jangankan masyarakat umum, teman baikku Chin Miaw Fuk(mantan ketua Cap Go Meh 2008) dia lebih suka pilih ikut acara perayaan Pekong di Lacibuk (KaliAsin Dalam) daripada turut berpartisipasi meramaikan acara MTQ. Pada konco-koncoku yang lain lebih suka kasak-kusuk membentuk panitia Cap Go Meh thn 2009. Padahal  ketua Permasis  telah menghimbau kepada mereka untuk turut menyukseskan  acara MTQ XXII. Cinta, kadang-kadang Aku sangat kesal melihat sikap mereka yang tidak mau kerjasama itu.  Aku  menghargai keputusan yang mereka ambil, semua itu diluar kendaliku.

Hanya acara pembukaan dan penutupan  MTQ XXII yang ramai dikunjungi penonton, fenomena ini identik dengan niat membaca buku. Ada orang hanya suka membaca kata pengantar dan bab penutup buku  tanpa membaca isi buku keseluruhan. Tipe orang membaca gaya seperti itu, beranggapan tidak semua buku pantas dibaca, kalau dibaca hanya menghabiskan waktu saja. Lebih baik waktu yang berlebihan itu dimanfaatkan untuk mengerjakan  sesuatu produktif. Jangan seperti anak tetangga kita yang bernama Aloy , waktu produktifnya dipakai untuk memalsukan ID email orang lain. Itu pekerjaan yang sia-sia belaka. Data pada ID email dapat dipalsukan tetapi bahasa yang dipakai orang tidak mudah dapat dipalsukan  karena itu adalah ciri  identitas setiap individu. Aloy…..Aloy, tolong kalau ada waktu luang yang  kau miliki itu dapat dipakai untuk mengikuti kegiatan sosial. Seperti  mencari sumbangan  dari pintu ke pintu untuk organisasi Permasis. Jika Aloy dapat berbuat demikian setidaknya dapat mengurangi beban Pak Lio memikirkan pengumpulan dana. Karena kita perlu dana banyak, masih banyak proyek yang harus kita lakukan. Kalau kita gagal, nanti masyarakat menilai kita ini tekabur dalam berkata dan berbuat (omong kosong dan berbuat kosong). Kau masih  muda masih banyak peluang untuk perbaiki. Manfaatkan waktumu sebaik mungkin dan usahakan kerja sosial untuk membangunan masyarakat Singbebas menuju hari esok yang lebih baik.

Sesudah MTQ berlalu, seharusnya Aku  sedikit santai  tetapi beban kecemasan selalu menghantui Aku. Memikirkan APBD 2008 yang gagal, penambahan pegawai tetap. Ini menambah bahan kecemasan bagi Aku. Ini bertentangan dengan rencana Aku ingin memangkas birokrasi menjadi rapi. Kecemasan utama bagi Aku yaitu ketika para anggota DPRD meminta klarifikasi  mengenai pernyataan Aku dikoran beberapa waktu yang lalu. Bagimana Aku menghadapi mereka?

Tadi malam Aku mendapat telepon dari Rusia calon investor kami, Mr.Nicolai Polanski menanyakan data tentang kota Singkawang. Aku suruh Mr.Nicolai ke website Pemda Singkawang karena disitu telah disediakan bermacam data dan infomasi untuk para investor. Tetapi pagi ini Aku mendapat komplain dari Mr Nicolai Polanski bahwa website Pemda Singkawang  tidak ada informasi yang mereka butuhkan. OooH….,Aku baru teringat beberapa hari yang lalu sobatku CintaSingkawang pernah memberitahukan  kepada Aku bahwa website Pemda Singkawang itu pernah kemalingan. Menurut informasi yang Aku terima maling itu sempat email kepada CintaSingkawang mengatakan mereka berpesta pola website itu,foto Pak Hasan diganti foto Pak Awang. Tetapi pada waktu itu Aku terlalu sibuk dengan acara MTQ, maka masalah ini tidak Aku gubris.

Bangun,bangun,Papi! Sudah jamnya mau mengantor” kata istriku. Aku terbangun dari tidurku, istriku terus menghujani dengan pertanyaan:”Mimpi lagi ?”.”Haa,Mami. Tadi Aku mimpi dengan sobatku” kataku. “Dengan siapa?”sambung istriku. Kataku : “Siapa lagi kalau bukan CintaSingkawang.”

Itulah cerita pertemuan CintaSingkawang dengan Pak Hasan Karman  didalam mimpi.

 

CintaSingkawang,03 Juni 2008