|
Salam
sejahtera,
hormat
saya
kepada
cinta
selalu
ada di
dalam
hati
saya,tidak
pernah
saya
lupakan,pada
kesempatan
kali ini
saya
ingin
memberikan
suatu (meluruskan)apa
yang di
inginkan
oleh
Wako
kita
ini,Cinta
tahu
ternyata
beliau
itu
Pembohong
besar,Hanya
ingin
mementingkan
diri
sendiri
dan
kelompoknya,Dulu
sebelum
beliau
jadi
Wako
masih
rakyat
biasa
sering
makan
nasi
ayam di
tempat
Ajun,Setelah
jadi
Wako
bayanggan
hidung
pun tak
nampak
sekarang.Pada
saat
pilkada
Pak
hasan
karman
bilang
apa?cinta
mau
tahu,ga
salah
apa yang
saya
baca
pada
artikel
08 juni
2009,semua
persis
apa yang
telah di
katakannya
itu,Pak
Hasan
Karman
,Wako
kita di
singkawang
pada
waktu
pilkada
dia
berjani
dengan
semangat
yang
kuat,Pak
Hasan
Karman
berkata,yang
pertama-tama
saya
lakukan
untuk
kota
singkawang
jika
saya
terpilih
jadi
walikota
nanti
adalah,
1.membangun
bandara
udara
2.Pelabuhan
3.mengatasi
air
leding
4.listrik
5.membuat
akte
kelahiran
dalam
hitungan
detik
Inilah
janji-janji
Pak
hasan
karman
kita,jika
cinta
singkawang
ingin
rekaman
videonya
saya
akan
lampiran
nanti,pada
saat
pilkada
dulu.Semuanya
PEMBOHONG
BESAR
hanya
pandai
menbohongi
orang
desa.bukan
rakyat
salah
pilih ,tapi
rakyat
terpesona
pada
janji-janjinya,terus
terlena
masuk
rayuannya.Sekarang
apa yang
Pak
hasan
karman
tahu,beliau
hanya
tahu
sampah.bulan
kemarin
baru
mendapat
adipura
yang ke
-2 dari
presiden
SBY.
Komentar
CintaSingkawang,20
Juni
2009:
Yth
Bapak
Tjhai
Kin
Fung,
Cinta
senang
mendengar
bahwa
Bapak
tidak
akan
melupakan
Cinta
dalam keadaan
senang ataupun
susah .
Merupakan
suatu
kebanggaan
bagi
Cinta
memiliki
pembaca
seperti
Bapak.
Terima
kasih
atas
kerelaan
Bapak
bersedia
menyediakan
video
sebagai
bukti
yang
membuktikan
Pak
Hasan
Karman
sebagai
pembohong
besar
pada
awal
abad ini
terhadap
masyarakat
di
Singkawang.
Pada
saat ini,
menurut
pertimbangan
Cinta
tidak
perlu
menguji
bukti
yang
Bapak
miliki
itu
tersebut.
Menurut
hasil
pengamatan
Bapak telah
menemukan
beberapa
point
yang menunjukkan
kelebihan
dan
kekurangan
pada
diri
Pak
Hasan
Karman,
selama satu
setengah
tahun
Beliau
menjabat
sebagai
wako
Singkawang.
Hasil
observasi
Bapak
tersebut
sungguh
menarik
untuk
dikaji
bersama
dan
merupakan
bahan
edukasi
untuk
masyarakat
kita.
Menurut
Cinta
paling
tidak
ada tiga
hal
menjadi
perhatian
Bapak.
Pertama,
mengenai
perubahan
kebiasaan
Pak
Hasan
Karman
sebelum
sesudah
menjabat
wako
Singkawang
.Kebiasaan
Pak
Hasan
Karman
sering
makan
nasi
ayam di
rumah
makan
Ajun
ketika
Beliau
belum
terpilih
menjadi
wako
Singkawang.Sesudah
terpilih,Beliau
tinggalkan
kebiasaan
tersebut.
Perubahan
kebiasaan
ini
dapat
kita
terima ,mengingat
Beliau
sebagai
pejabat
harus
mengikuti
protokol
pengamanan.
Mungkin
karena
keterikatan
dengan
masalah
protokol
,waktu,
yang
menghalangi
Beliau
makan
nasi
ayam di
rumah
makan
Ajun.
Mengenai
waktu,
Pak Wako
kita
harus
menyediakan
waktu
untuk
pertualangan
dirinya
di dunia
maya.
Bagi
Pak wako
lebih
menyenangkan
bertingkah
multipersonility
menulis
posting
daripada
mendengar
keluhan
masyarakat
Singkawang
tentang
ketidaklancaran
listrik
dan air.
Kedua,mengenai
keberhasilan
Pak
Hasan
Karman
dalam
hal
mengurus
sampah.
Dari
hasil
dicapai
oleh Pak
Hasan
Karman
dibidang
ini
menunjukkan
keberhasilan
yang
cukup
signifikan.
Beliau
mendapat
julukkan
dari
masyarakat
Singkawang
“wako
pengurus
sampah”
karena
dalam
sejarah
kota Singkawang
belum
ada
satupun
wako
atau
bupati
yang
berhasil
mengatasi
masalah
sampah
dengan
baik,
hingga
mendapat
piala
adipura
dua kali
berturut-turut.
Dalam
hal
menangani
sampah
kita
salut
sama
Beliau.
Tetapi
menurut
seorang
petani
sayur
yang
tinggal
disekitar
di
jalan
Ali
Anyang
mengatakan
“apalah
arti
keindahan
kota
bagi
kami?
Kami
sebagai
rakyat
miskin
harus
susah
payah
mendapat
air.
Kami
mendapat
air
leding
itupun
sisa
dari
mereka (orang
kaya)
sudah
berlebihan.
Sebagian
besar
mereka
yang
tinggal
di pasar
Singkawang
memakai
pompa
bertenaga
super
menarik
aliran
air
leding.
Ketika
air
leding
mengalir
sampai
ketempat
kami
yang
tinggal
dipinggiran kota sudah pasti mendapat
air
leding
dengan
volume
yang
sangat
terbatas.
Padahal
kami
membayar
biaya
abudemen
yang
sama.
Apakah
ini adil?
Tanya
Pak tani
ini.
Kebersihan?
Lanjut
Pak
tani’Pak
wako
hanya
mengurus
kebersihan
dilingkungan
di pasar
Singkawang
saja.Kami
di
pinggiran
pasar
apakah
dia ada
memperhatikan
kami?.
Lihat
tumpukan
sampah
itu yang
terletak
dekat
dengan
rumah
saya itu..”
Ketiga,pembohong
besar.
Menurut
hasil
penilaian
masayarakat
Singkawang
Pak wako
kita,
Pak
Hasan
Karman “bermulut
besar”(suka
omong
besar)
terutama
cara
membangun kota Singkawang Spektakuler. Sejauh ini,program
pembangunannya
tidak
berhasil
terrealisasi
bahkan
gagal
total.Hubungan
antara
bermulut
besar
dengan
pembohong
selalu
berkaitan
karena
apa yang
dikatakan
oleh si
bermulut
besar
tidak
dapat
terrealisasi
kemudian
dia
dapat gelar pembohong. Kalau kasus Pak Hasan Karman
yang
pernah
berjanji
di depan
masyarakat
Singkawang
bahwa
Beliau
mampu
membangun kota Singkawang Spektakuler.Dalam
kasus
ini, Pak
Hasan
Karman
sudah
pantas
mendapat
gelar
pembohong
.Tetapi,
kita
tidak
boleh
menimpahkan
semua
kesalahan
ini
kepada
diri Pak
Hasan
Karman,
masyarakat
Singkawang
juga
harus
menanggung
sebagian
dari
tanggungjawabnya.
Katakanlah
Pak
Hasan
Karman
suka
membohong,
mengapa
masayarakat
kita mau
dibohongi
?
Kita
tidak
memiliki
cara
yang
efektif
yang
dapat
mencegah
atau
melarang
orang
membuat
bohong
kepada
kita.
Tetapi
kita
memiliki
cara
supaya
kita
tidak
mudah
dibohongi
orang.
Sekedar
contoh:Seorang
gadis(kita
sebut
saja
namanya
Amoi)
sedang
berpacaran
dengan
seorang
pemuda,pemuda
ini
didepan
Amoi
selalu
mengatakan
I love
you.
Pada
suatu
hari
Amoi
melihat
kekasihnya
sedang
berboncengan
motor
dengan
gadis
lain,mereka
begitu
mesra
berpelukan.Apakah
Amoi
masih
percaya
dengan
perkataan
I
love you
dari
kekasihnya? Ada dua macam respon dari Amoi. Respon
pertama,dia
masih
percaya
kepada
kekasih
walaupun
dia
sudah
menyaksikan
kekasih
sedang
bermesraan
dengan
gadis
lain.Jika
Amoi
bersikap
demikian
ada
kemungkinan
besar
dia
menjadi
korban
cinta
dikemudian
hari,sebagai
mainan
saja.
Menjadi
korban
bukan
hal
baik,karena
dapat
menyebabkan
penderitaan
seumur
hidup.
Sedikitpun
sikap
Amoi
tidak
menwaspadai
situasi
ini.
Respon
kedua,
Amoi
tidak
akan
mempercayai
kekasihnya.
Karena
Amoi
menyadari
perbuatan
lebih
penting
daripada
perkataan.
Amoi
tidak
ingin
menjadi
korban,dia
tahu
bagaimana
cara
melindungi
dirinya
dari
korban
pembohongan.
Respon
kedua
ini
menandakan
Amoi
sangat
kritis
cara
berpikir
mempertimbangkan
resiko
apa yang
akan dia
hadapi.
Seandainya
dulu
masyarakat
Singkawang
mau
berpikir
kritis
tentu
saja
sekarang
tidak
merasa
tertipu
oleh
janji-janji
Pak
Hasan
Karman.Kita
harus
selalu
waspada
terhadap
pemimpin
atau
calon
pemimpin
yang
memiliki
kemampuan
yang
hanya
mengandalkan
janji-janji.Semakin
kritis
kita
terhadap
mereka
semakin
besar
kesempatan
kita
memiliki
pemimpin
yang
berkualitas
dimasa
yang
akan
datang.
|