Wako Pengurus Sampah & Mulut Besar

20Juni 2009

From: TJHAI KIN FUNG TJHAI KIN FUNG <jayafung@yahoo.com>
Subject: WALI KOTA
PENGURUS SAMPAH & WALIKOTA MULUT BESAR
To: cintasingkawang@yahoo.com
Date: Tuesday, June 16, 2009, 12:55 AM

Salam sejahtera,

hormat saya kepada cinta selalu ada di dalam hati saya,tidak pernah saya lupakan,pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan suatu (meluruskan)apa yang di inginkan oleh Wako kita ini,Cinta tahu ternyata beliau itu Pembohong besar,Hanya ingin mementingkan diri sendiri dan kelompoknya,Dulu sebelum beliau jadi Wako masih rakyat biasa sering makan nasi ayam di tempat Ajun,Setelah jadi Wako bayanggan hidung pun tak nampak sekarang.Pada saat pilkada Pak hasan karman bilang apa?cinta mau tahu,ga salah apa yang saya baca pada artikel 08 juni 2009,semua persis apa yang telah di katakannya itu,Pak Hasan Karman ,Wako kita di singkawang pada waktu pilkada dia berjani dengan semangat yang kuat,Pak Hasan Karman berkata,yang pertama-tama saya lakukan untuk kota singkawang jika saya terpilih jadi walikota nanti adalah,

1.membangun bandara udara

2.Pelabuhan

3.mengatasi air leding

4.listrik

5.membuat akte kelahiran dalam hitungan detik

Inilah janji-janji Pak hasan karman kita,jika cinta singkawang ingin rekaman videonya saya akan lampiran nanti,pada saat pilkada dulu.Semuanya PEMBOHONG BESAR hanya pandai menbohongi orang desa.bukan rakyat salah pilih ,tapi rakyat terpesona pada janji-janjinya,terus terlena masuk rayuannya.Sekarang apa yang Pak hasan karman tahu,beliau hanya tahu sampah.bulan kemarin baru mendapat adipura yang ke -2 dari presiden SBY.

Komentar CintaSingkawang,20 Juni 2009:

Yth Bapak Tjhai Kin Fung,

Cinta senang mendengar bahwa Bapak tidak akan melupakan Cinta dalam  keadaan senang  ataupun  susah . Merupakan suatu kebanggaan bagi Cinta memiliki pembaca seperti Bapak. Terima kasih atas kerelaan Bapak bersedia  menyediakan  video sebagai bukti  yang membuktikan Pak Hasan Karman sebagai pembohong besar pada awal abad ini terhadap masyarakat  di Singkawang. Pada saat ini, menurut  pertimbangan Cinta tidak perlu menguji bukti yang Bapak miliki itu tersebut.
Menurut hasil pengamatan  Bapak  telah menemukan  beberapa  point yang  menunjukkan kelebihan dan kekurangan pada diri  Pak Hasan Karman, selama  satu setengah tahun Beliau menjabat  sebagai wako Singkawang. Hasil observasi Bapak tersebut sungguh menarik untuk dikaji bersama dan merupakan bahan edukasi  untuk masyarakat kita. Menurut Cinta paling tidak ada tiga hal menjadi perhatian Bapak.

Pertama, mengenai perubahan kebiasaan Pak Hasan Karman sebelum sesudah menjabat wako Singkawang .Kebiasaan  Pak Hasan Karman sering makan nasi ayam di rumah makan Ajun ketika Beliau belum  terpilih menjadi  wako Singkawang.Sesudah terpilih,Beliau tinggalkan kebiasaan tersebut. Perubahan  kebiasaan ini dapat kita terima ,mengingat Beliau sebagai pejabat harus mengikuti protokol pengamanan. Mungkin  karena  keterikatan dengan masalah protokol ,waktu, yang menghalangi  Beliau makan nasi ayam di rumah makan Ajun. Mengenai waktu, Pak Wako kita harus menyediakan waktu untuk pertualangan dirinya  di dunia maya. Bagi  Pak wako lebih menyenangkan bertingkah multipersonility menulis posting daripada mendengar keluhan masyarakat Singkawang tentang ketidaklancaran  listrik dan air.

 

Kedua,mengenai keberhasilan Pak Hasan Karman dalam hal mengurus sampah. Dari hasil dicapai oleh Pak Hasan Karman dibidang ini menunjukkan keberhasilan yang cukup  signifikan. Beliau mendapat julukkan dari masyarakat Singkawang “wako pengurus sampah” karena dalam sejarah kota Singkawang belum ada satupun wako atau bupati yang berhasil mengatasi masalah sampah dengan baik, hingga mendapat piala adipura dua kali berturut-turut. Dalam hal menangani sampah kita salut sama  Beliau. Tetapi menurut seorang petani sayur yang tinggal disekitar  di jalan Ali Anyang mengatakan “apalah arti keindahan kota bagi kami? Kami sebagai rakyat miskin harus susah payah mendapat air. Kami mendapat air leding itupun sisa dari mereka (orang kaya) sudah berlebihan. Sebagian besar mereka yang tinggal di pasar Singkawang memakai pompa  bertenaga super menarik aliran air leding. Ketika air leding mengalir sampai ketempat kami yang tinggal dipinggiran kota sudah pasti mendapat air leding dengan volume yang sangat terbatas. Padahal kami membayar  biaya abudemen yang sama. Apakah ini adil? Tanya Pak tani ini. Kebersihan? Lanjut Pak tani’Pak wako hanya mengurus kebersihan dilingkungan di pasar Singkawang saja.Kami di pinggiran pasar apakah dia ada memperhatikan kami?. Lihat tumpukan sampah itu yang terletak  dekat dengan rumah saya itu..”

 

Ketiga,pembohong besar. Menurut hasil penilaian masayarakat Singkawang Pak wako kita, Pak Hasan Karman “bermulut besar”(suka omong besar) terutama cara  membangun kota Singkawang Spektakuler. Sejauh ini,program pembangunannya tidak berhasil terrealisasi bahkan gagal total.Hubungan antara  bermulut besar dengan pembohong selalu berkaitan karena apa yang dikatakan oleh si bermulut besar  tidak dapat terrealisasi  kemudian dia dapat gelar pembohong. Kalau kasus Pak Hasan Karman yang pernah berjanji di depan masyarakat Singkawang bahwa Beliau  mampu membangun kota Singkawang  Spektakuler.Dalam kasus ini, Pak Hasan Karman sudah pantas mendapat gelar pembohong .Tetapi, kita tidak boleh menimpahkan semua kesalahan ini  kepada diri Pak Hasan Karman, masyarakat Singkawang juga harus  menanggung sebagian dari tanggungjawabnya. Katakanlah Pak Hasan Karman suka membohong, mengapa masayarakat kita mau dibohongi ?

Kita tidak memiliki cara yang efektif yang dapat mencegah atau melarang orang membuat bohong kepada kita. Tetapi kita memiliki cara supaya kita tidak mudah dibohongi orang. Sekedar contoh:Seorang gadis(kita sebut saja namanya  Amoi) sedang berpacaran dengan seorang pemuda,pemuda ini didepan Amoi selalu mengatakan I love you. Pada suatu hari Amoi melihat kekasihnya sedang berboncengan motor dengan gadis lain,mereka begitu mesra berpelukan.Apakah Amoi masih percaya dengan perkataan  I love you dari kekasihnya? Ada dua macam respon dari Amoi. Respon pertama,dia masih percaya kepada kekasih walaupun dia sudah menyaksikan kekasih sedang bermesraan dengan gadis lain.Jika Amoi bersikap demikian ada kemungkinan besar dia  menjadi korban cinta dikemudian hari,sebagai mainan saja.  Menjadi korban bukan hal baik,karena dapat menyebabkan penderitaan seumur hidup. Sedikitpun sikap  Amoi tidak menwaspadai situasi ini.

Respon kedua, Amoi tidak akan mempercayai kekasihnya. Karena Amoi menyadari perbuatan lebih penting daripada perkataan. Amoi tidak ingin menjadi korban,dia tahu bagaimana cara melindungi dirinya dari korban pembohongan. Respon kedua ini menandakan Amoi sangat kritis cara berpikir mempertimbangkan resiko apa yang akan dia hadapi.

Seandainya dulu masyarakat Singkawang mau berpikir kritis tentu saja sekarang tidak merasa tertipu oleh janji-janji Pak Hasan Karman.Kita harus selalu waspada terhadap pemimpin atau calon pemimpin yang memiliki kemampuan yang hanya mengandalkan janji-janji.Semakin kritis kita terhadap mereka semakin besar kesempatan kita memiliki pemimpin yang berkualitas dimasa yang akan datang.

 

 
CintaSingkawang,20 Juni 2009