Pertemuan spektakuler, Pak Walikota dengan seluruh  ketua RT wilayah Pemkot Singkawang .

SAMBUNGAN ke 2:

dan tidak perlu dipertanyakan.Yang jelas masyarakat Singkawang membutuhkan  sebuah Bandara komersial .Tetapi pemilikan Bandara tersebut jangan menjadi beban  pajak bagi masyarakat  dan mengorbankan proyek  yang menjadi periotas utama  bagi masyarakat Singkawang.

Pak Walikota kita memberi konfirmasi bahwa jalur laut yang menghubungkan Singkawang-Semarang telah resmi disetujui oleh PELNI.Bahkan Pak Walikota sambil bergurau dengan para ketua RT,kelak  para ketua RT dapat mengadakan studi banding ke  Semarang .

Walikota lama (Pak Awang) dan pemda Singkawang sudah lama memohon  kepada departeman perhubungan  untuk memberikan pelayanan jalur laut Singkawang dengan Semarang. Pelni memberi pelayanan  jalur Singkawang-Semarang bukan karena hasil  kebijaksanaan  proyek dibawah  pemerintahan Pak Hasan Karman tetapi karena desakan dari masyarakat pendatang dari Jawa Tengah via Pemda. Mudah-mudahan dengan adanya jalur laut  Singkawang-Semarang ini dapat memberi  kenyamanan bagi masyarakat pendatang yang ada di Singkawang untuk mengunjungi sanak keluarganya di Jawa tengah. Dari segi ekonomi, kita mengharapkan jalur tersebut dapat menstabilkan  harga gula, beras dan bawang merah di kota Singkawang.

Kita dapat memahami  inti yang dikemukan oleh  Pak walikota kita untuk membuka  “pintu  kota Singkawang “ melalui laut dan udara, dengan demikian kota Singkawang  tidak menjadi daerah terisolasi dan akan mempercepat pembangunan.

Dalam penjelasan Pak Hasan Karman tentang konsep  membangun kota Singkawang modern Beliau tidak menyinggung masalah komunikasi dan informasi teknologi  padahal kedua bidang tersebut berperanan penting untuk membangun kota Singkawang Spektakuler.Cintasingkawang membayangkan  seandainya setiap Ketua RT mendapat free Laptop dari Pak walikota,ini dapat mencepat  penyampaian informasi dan kerapihan birokrasi.Setiap tiga bulan sekali setiap ketua RT harus memberi  laporan tentang  masalah yang dihadapi warganya dan proposal bagaimana  mengatasi  persoalan dihadapi  oleh warganya.Tentu saja  laporan ini diterima oleh Pak walikota kita dalam bentuk soft copy,dengan memakai  laptop  para ketua RT menulis laporannya.Dengan laporan ini Pak walikota akan mendapat informasi yang lebih akurat sehingga  akan menghasil kebijaksanaan yang tepat.

Menurut  anggaran Pemda,dana  Rp 100 juta untuk pembinaan  Koran(jadi Pemda membagi-bagi duit kepada 5 koran) dan station Radio.Padahal itu Koran itu milik swasta dan komersial.Anggaran utk Koran swasta ditiadakan.Dana ini dipakai untuk pembinaan Koran lokal(setiap bagian kota Singkawang ada memiliki Koran lokal masing-masing yaitu, wilayah Skw Selatan,Utara,Barat dll sbg).Sedangkan dana untuk  pembinaan Radio  juga ditiadakan kecuali untuk Radio Komunitas(penyiaran dalam bahasa  lokal: Melayu Sambas, Hakka Singbebas,Dayak Bengkayang).Kemudian kita perlu program internet masuk desa, untuk ini Pak Hasan Karman harus  mencari  ISP(Internet Service Provider) siap membangun jaringan internet wireless dikota Singkawang.Yang hasil produknya  sebagian akan dibeli oleh Pemda,supaya kita dapat berhubungan dengan pak Dhe.Sudah pasti  banyak  ISP mau investasi ke kota singkawang jika disubsidi oleh Pemda.Dengan jaringan internet  yang ada sekarang,tidak mungkin kota Singkawang akan berkembang menjadi kota modern.IItulah masukan-masukan dari CintaSingkawang untuk melengkapi  ide pembangunan kota Singkawang Spektakuler !(Habis)

CintaSingkawang, 11 Januari 2008