Rencana Mem-frans tshai-kan Pak Chai Ket Khiong

22 Juni 2010

Komentar:

Pada tanggal 21 Juni 2010 ada sebuah pertemuan antar etnis dan tokoh agama di hotel Santosa Singkawang. Pertemuan tersebut untuk mencari solusi bagaimana mengatasi permasalahan yang dihadapi kota Singkawang selama ini. Terutama masalah keamanan, teror bom molotov , kebakaran mobil dan rumah. Acara ini dihadiri pihak aparat keamanan, walikota Singkawang Pak Hasan Karman , ketua DPRD Singkawang, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pak Chai Ket Khiong( CKK) hadir dalam acara tersebut. Kesempatan yang sangat berharga bagi Pak CKK yang sempat memberikan beberapa pertanyaan kepada Pak walikota, Pak Hasan Karman. Pak CKK memberi penilaian terhadap masalah pemerintah Pak HK. Menurut  Pak CKK pemerintahan Pak HK telah gagal membangun kota Singkawang, membelenggu kehidupan beragama seperti pada saat perayaan Cap Co Meh dengan Altar tunggal tanpa menghiraukan ibadat aliran-aliran seperti Taoisme dan Tridarma, membuat kota Singkawang semakin tidak aman. Pemerintah tidak sanggup memberi rasa aman kepada masyarakat ini menandakan Singkawang mengalami kemunduran. Tentu pertanyaan dan pandangan kritis Pak CKK ini membuat telinga Pak HK panas dan berubah menjadi warna merah seperti kepiting dimasak. Karena Pak HK tidak suka mendengar kata-kata yang bernada beda pendapat dengan dia. Pak HK lebih suka mendengar kata –kata pujian kalau bisa kata –kata menjilat seperti yang sekarang ini sedang melanda pemilik restoran Sun Moon Cie Hiung,Lo Chu dan para binaan baru pak HK di Singkawang seperti propaganda politik Pak HK dahulu di dunia maya. Yang memiliki para penjilat seperti Hendy Lie,Kopisan Khiong,Euginea Wu,Muk Nen  yang siap memcerca bagi mereka yang berani berbeda pendapat dengan Pak HK. Pak HK dan Pak CKK jelas berbeda dalam banyak hal baik pendapat maupun dalam pelbagai hal kemasyarakatan, Pak CKK tidak pernah mau sependapat dengan Pak HK dalam hal pembangunan kota Singkawang. Karena Pak CKK  berprinsip:”sebodoh-bodohnya saya tetapi saya tidak pernah dihukum dengan ritual adat yang bersedia  berlutut dari serambi keraton sebagai hamba kepada  anak SMP,mendapat hukuman  yang sangat memalukan”.

Kita harus akui Pak CKK ini orang berprinsip, semua komunitas Tionghoa Singkawang tidak berani bersuara beda karena takut diteror oleh para pengikut barbar HK yang siap menghukum rimba bagi mereka yang tidak sehaluan tetapi berbeda dengan Pak CKK.  Semakin ditekan suaranya semakin keras seperti suara radio FM karena penyiar lain tidak bersuara, maka suara Pak CKK  menjadi semakin jelas dan tidak mengalami gangguan gelombang dari pemancar lain .

Sedangkan di pihak para pengikut Pak HK tidak sanggup menyajikan program menarik sehingga kehilangan pemirsa. Karena pengikut Pak HK tidak bisa berargumentasi dengan orang lain selain hanya mengandalkan ancaman dan tekanan fisik barbar . Maka menurut nadasumber CintaSingkawang Boss restaurant Sun Moo yakni Cie Hiung besok (23/06) mereka  akan Mem-frans tshai-kan  Pak CKK.

Sedang isu  beredarnya sms Pak HK sedang beredar  di komunitas Tionghoa Singkawang di Jakarta tentang insiden yang dialami Pak Alex di perkampungan Dayak Singkawang beberapa hari yang lalu, ada banyak bukti  sms yang memberi indikasi bahwa Pak HK malam itu menberikan instruksi kepada tokoh tokoh yang hadir pada malam itu untuk menekan Pak Alex ,sebuah skandal rekayasa sebuah rencana busuk untuk mencelakakan Pak Alex pada malam itu.dari bukti-bukti sms itu jelas Pak HK adalah aktor intelektual malam penghakiman massal terhadap Pak Alex Moo Kon Luk
. Namun Pak HK tidak menyadari power HK dimata kalangan Dayak sudah sangat lemah, semua permintaan HK tidak berjalan antara lain memaksa pak Alex dihukum secara adat, menekan pak Alex membuat pernyataan tertulis mendukung pemerintahan Pak HK dan masih banyak pasal lainnya yang kesemuanya ditolak pak Alex.
Belajar dari Democrazy dari mana Doktol Hasan Karman menekan orang mendukungnya dengan kekerasan? Dari Republic Lanfong?

 

 

CintaSingkawang, 22Juni 2010