Bagaimana ide orang Singkawang memecahkan rekor MURI

22 Januari 2010

Komentar:

Untuk menyukseskan Cap Go Meh (CGM) 2010 nanti ketua Cap Go Meh, Pak Lio Kurniawan alias Aliok harus menyediakan acara CGM Spektakuler untuk mengikuti selera adik kelasnya yang sudah terbiasa Ber”Spetakuler Ria”. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan Singkawang termasuk perayaan CGM yang merupakan moment super penting bagi sebagian   tokoh-tokoh  Kalibers . Proposal Spektakuler itu memerlukan biaya sebesar Rp.6 miliar plus! Inilah rahasia dari proposal Spektakuler yang berpotensi memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia)

Untuk perusahaan/perseorangan yang menyumbang diatas Rp 1 miliar akan mendapat reward  namanya akan dicantumkan dalam rekor MURI. Sebagai berikut:

1. Kue keranjang terbesar di Indonesia 32 meter kubik.

2. Lampion terbesar bergaris tengah 32 meter

3. 600(enam ratus) tatung meramaikan CGM 2010.

Kita tidak tahu  kenapa Pak Aliok memilih angka 32 sebagai angka yang memberikan makna tertentu. Menurut numerology angka 32 kurang baik karena angka 3 symbol dari kata  hidup(sam,nadanya seperti hidup = sang) , angka 2 bermakna gagal (dalam bahasa Inggeris  number two=fail, karena dalam pertandingan golf kalau anda keluar juara no 2 berarti anda gagal,kalah). Angka 32 memberi makna “hidup gagal”.Seharusnya diberi angka 36, karena nada angka enam mendekati bunyi liok sehingga bermakna “sang Liok”(hidup Liok), hidup  A liok atau Bravo ALiok!!!.

Ketika beredarnya proposal spektakuler 2010 di kalangan komunitas Tionghoa Singkawang di Jakarta, ada seorang pengusaha bertanya kepada Cinta bagaimana caranya dengan dana sebesar Rp1miliar bisa membuat rekor MURI dan berbuat amal?. Karena pengusaha ini melihat proposal Pak Aliok perlu Rp 1miliar plus agar dapat memecahkan rekor MURI.  Kemudian kami melanjutkan sebuah diskusi, beberapa hari yang lalu Cinta mendapat kabar bahwa beberapa panti asuhan kekurangan kasur untuk anak asuhnya. Cinta menyarankan membeli 100 kasur ukuran single, pilih salah satu jalan raya di kota Singkawang dan meminta bantuan 100 orang berbaris sambil memegang kasur itu dalam posisi tegak dengan jarak sekitar 80cm satu sama lain. Kemudian mendorong kasur pertama terjadi efek domino jatuh. Peristiwa ini kita sebuat 100 orang domino, minta team  MURI menyaksikan peristiwa ini. Kemudian kasur ini disumbangkan kepada berbagai panti asuhan yg membutuhkan dan nama Anda sudah masuk dalam daftar rekor MURI. Biaya untuk menciptakan rekor  MURI ini sekitar Rp 300 juta. Jadi, masih ada suplus dana sebesar Rp 700 juta!

Atau Anda membeli kerupuk seharga Rp 1.000,-/bungkus dan mengundang 500.000 anak se Kalbar untuk makan kerupuk tersebut serentak ditambah biaya service orang-orang MURI paling sebesar Rp 600 juta nama Anda sudah tercatat di  MURI sebagai orang pertama di Indonesia yang berani mentraktir 500.000 anak makan kerupuk bersama.  Cinta menyarankan kepada pengusaha itu dengan dana suplus itu digunakan membeli paket holiday untuk keluarganya berlibur ke Kanada dan Amerika. Dengan dana Rp 1 miliar mendapat tiga kebahagiaan:membuat rekor utk MURI, membuat amal dan menyenangkan keluarga dan juga menyenangkan orang lain. Pengusaha ini baru sadar bahwa tawaran dari Pak Aliok kemahalan(1M plus) hanya mendapat rekor MURI saja, tidak ada amal dan paket holiday untuk keluarga dan juga tak ada manfaatnya bagi masyarakat.

Untuk mendapat pandangan seimbang, kemudian Cinta bertanya kepada salah satu pengusaha karoseri yang pernah membuat sensasi lelang dua tahun lalu di Singkawang, bagaimana memanfaatkan dana Rp 1 miliar. Sebelum dia setuju memberikan pandangannya dia meminta Cinta jangan mencantumkan identitasnya karena pernah dijuluki konco-konconya sebagai pembeli emas terberani di Indonesia Rp 12 juta/gr tapi tak tercatat di MURI . Pertanyaan Cinta kepadanya:”Mana anda pilih menyumbangkan Rp1miliar untuk acara Pak Aliok merayakan CGM 2010 atau untuk STIE Mulia(perguran tinggi di kota Singkawang)?” Jawaban dia” STIE Mulia”. Alasannya? Kata bapak pengusaha karoseri ini dengan dana  satu miliar rupiah dapat membiayai (uang makan dan transport) mahasiswa STIE Mulia yang baru tamat bekerja di perusahaan tentu  untuk mendapat “work experience” .Dengan demikian mereka bisa masuk market untuk mendapat pekerjaan sesudah memiliki  pengalaman kerja. Kalau disumbangkan untuk acara CGM, sesudah habis acara tidak meninggalkan kesan  apa-apa seperti yang pernah dia alami hanya mendapatkan sebuah tepuk tangan dan ucapan manis dari Wakil Gubernur dengan kata pujian “Good boy, good boy “.Kacien deh elu!

Menciptakan rekor untuk MURI seperti tidak terlalu susah terutama bagi mereka kaum berduit, banyak cara. Kalau begitu apa artinya sebuah reputasi ? Karena sebuah reputasi merupakan sebuah hasil karya .Setiap karya memerlukan waktu dan tenaga. Puncak dari sebuah hasil karya  yang sering disebut sebuah rekor. Kalau sebuah rekor bisa dibuat semudah itu cepat atau lambat catatan rekor seperti itu pasti tidak dihargai oleh masyarakat, karena tidak ada yang istimewa.

Tak percaya tanya saja Wako kita Pak Hasan Karman sudah koleksi berapa rekor MURI di Kantor Wali Kota Singkawang? Sebentar lagi akan bertambah satu rekor  MURI  untuk  monument  pelabuhan antar pulan di Sedau  tidak kalah dengan monument yang ditinggalkan oleh Pak Awang dipelabuhan Kuala Singkawang.

Dan apa manfaatnya bagi masyarakat Singkawang rekor MURI itu? Hanya ada satu kata Pak Hasan Karman kejar SPEKTAKULER !!!

Apa yang kau cari Pak Aliok? Mau ikut jejak Pak Hasan Karman?

 

CintaSingkawang,22 Januari 2010