|
Untuk menyukseskan Cap Go Meh
(CGM) 2010 nanti ketua Cap Go Meh, Pak
Lio Kurniawan alias Aliok harus
menyediakan acara CGM Spektakuler untuk
mengikuti selera adik kelasnya yang
sudah terbiasa Ber”Spetakuler Ria”.
Untuk hal-hal yang berhubungan dengan
Singkawang termasuk perayaan CGM yang
merupakan moment super penting bagi
sebagian tokoh-tokoh
Kalibers . Proposal Spektakuler itu
memerlukan biaya sebesar Rp.6 miliar
plus! Inilah rahasia dari proposal
Spektakuler yang berpotensi memecahkan
rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia)
Untuk perusahaan/perseorangan yang
menyumbang diatas Rp 1 miliar akan
mendapat reward namanya akan
dicantumkan dalam rekor MURI. Sebagai
berikut:
1. Kue keranjang terbesar di
Indonesia
32 meter kubik.
2. Lampion terbesar bergaris
tengah 32 meter
3. 600(enam ratus) tatung
meramaikan CGM 2010.
Kita tidak tahu kenapa Pak Aliok
memilih angka 32 sebagai angka yang
memberikan makna tertentu. Menurut
numerology angka 32 kurang baik karena
angka 3 symbol dari kata hidup(sam,nadanya
seperti hidup = sang) , angka 2 bermakna
gagal (dalam bahasa Inggeris
number two=fail, karena dalam
pertandingan golf kalau anda keluar
juara no 2 berarti anda gagal,kalah).
Angka 32 memberi makna “hidup
gagal”.Seharusnya diberi angka 36,
karena nada angka enam mendekati bunyi
liok sehingga bermakna “sang Liok”(hidup
Liok), hidup A liok atau Bravo
ALiok!!!.
Ketika beredarnya proposal
spektakuler 2010 di kalangan komunitas
Tionghoa Singkawang di Jakarta, ada
seorang pengusaha bertanya kepada Cinta
bagaimana caranya dengan dana sebesar
Rp1miliar bisa membuat rekor MURI dan
berbuat amal?. Karena pengusaha ini
melihat proposal Pak Aliok perlu Rp
1miliar plus agar dapat memecahkan rekor
MURI. Kemudian kami melanjutkan
sebuah diskusi, beberapa hari yang lalu
Cinta mendapat kabar bahwa beberapa
panti asuhan kekurangan kasur untuk anak
asuhnya. Cinta menyarankan membeli 100
kasur ukuran single, pilih salah satu
jalan raya di kota Singkawang dan
meminta bantuan 100 orang berbaris
sambil memegang kasur itu dalam posisi
tegak dengan jarak sekitar 80cm satu
sama lain. Kemudian mendorong kasur
pertama terjadi efek domino jatuh.
Peristiwa ini kita sebuat 100 orang
domino, minta team MURI menyaksikan
peristiwa ini. Kemudian kasur ini
disumbangkan kepada berbagai panti
asuhan yg membutuhkan dan nama Anda
sudah masuk dalam daftar rekor MURI.
Biaya untuk menciptakan rekor MURI
ini sekitar Rp 300 juta. Jadi, masih ada
suplus dana sebesar Rp 700 juta!
Atau Anda membeli kerupuk seharga
Rp 1.000,-/bungkus dan mengundang
500.000 anak se Kalbar untuk makan
kerupuk tersebut serentak ditambah biaya
service orang-orang MURI paling sebesar
Rp 600 juta nama Anda sudah tercatat di
MURI sebagai orang pertama di Indonesia
yang berani mentraktir 500.000 anak
makan kerupuk bersama. Cinta menyarankan kepada pengusaha
itu dengan dana suplus itu digunakan
membeli paket holiday untuk keluarganya
berlibur ke Kanada dan Amerika. Dengan
dana Rp 1 miliar mendapat tiga
kebahagiaan:membuat rekor utk MURI,
membuat amal dan menyenangkan keluarga
dan juga menyenangkan orang lain.
Pengusaha ini baru sadar bahwa tawaran
dari Pak Aliok kemahalan(1M plus) hanya
mendapat rekor MURI saja, tidak ada amal
dan paket holiday untuk keluarga dan
juga tak ada manfaatnya bagi masyarakat.
Untuk mendapat pandangan seimbang,
kemudian Cinta bertanya kepada salah
satu pengusaha karoseri yang pernah
membuat sensasi lelang dua tahun lalu di
Singkawang, bagaimana memanfaatkan dana
Rp 1 miliar. Sebelum dia setuju
memberikan pandangannya dia meminta
Cinta jangan mencantumkan identitasnya
karena pernah dijuluki konco-konconya
sebagai pembeli emas terberani di
Indonesia Rp 12 juta/gr tapi tak
tercatat di MURI . Pertanyaan Cinta
kepadanya:”Mana anda pilih menyumbangkan
Rp1miliar untuk acara Pak Aliok
merayakan CGM 2010 atau untuk STIE Mulia(perguran
tinggi di kota Singkawang)?” Jawaban dia” STIE Mulia”.
Alasannya? Kata bapak pengusaha karoseri
ini dengan dana satu miliar rupiah
dapat membiayai (uang makan dan
transport) mahasiswa STIE Mulia yang
baru tamat bekerja di perusahaan tentu untuk
mendapat “work
experience” .Dengan demikian mereka bisa
masuk market untuk mendapat pekerjaan
sesudah memiliki
pengalaman kerja. Kalau disumbangkan
untuk acara CGM, sesudah habis acara
tidak meninggalkan kesan
apa-apa seperti yang
pernah
dia alami hanya mendapatkan
sebuah tepuk tangan dan ucapan manis
dari Wakil Gubernur dengan kata pujian
“Good boy, good boy “.Kacien deh elu!
Menciptakan rekor
untuk MURI seperti tidak terlalu susah
terutama bagi mereka kaum berduit,
banyak cara. Kalau begitu apa artinya
sebuah reputasi ? Karena sebuah reputasi
merupakan sebuah hasil karya .Setiap
karya memerlukan waktu dan tenaga.
Puncak dari sebuah hasil karya yang
sering disebut sebuah rekor. Kalau
sebuah rekor bisa dibuat semudah itu
cepat atau lambat catatan rekor seperti
itu pasti tidak dihargai oleh masyarakat,
karena tidak ada yang istimewa.
Tak percaya tanya saja
Wako kita Pak Hasan Karman sudah koleksi
berapa rekor MURI di Kantor Wali
Kota
Singkawang? Sebentar lagi akan bertambah
satu rekor MURI
untuk monument
pelabuhan antar pulan di Sedau
tidak kalah dengan monument yang
ditinggalkan oleh Pak Awang dipelabuhan
Kuala Singkawang.
Dan apa manfaatnya bagi
masyarakat Singkawang rekor MURI itu?
Hanya ada satu kata Pak Hasan Karman
kejar SPEKTAKULER !!!
Apa yang kau cari Pak Aliok? Mau
ikut jejak Pak Hasan Karman?
|