Hasan Karman memecahkan  Guinness  book of records

03Juni 2010

Komentar:

  Walikota pertama di dunia yang mendapat hukum adat ”

Ketika perayaan imlek dan Cap Go Meh th 2010 Pak Hasan Karman sesumbar mengatakan” kue keranjang MURI ini masih belum seberapa,saya masih memiliki banyak ide untuk menciptakan rekor MURI,di kantongku masih ada rekor MURI yang belum kita umumkan kepada masyarakat,nanti kalau diumumkan akan dicontek orang lain”,demikian kata walikota Singkawang dengan sangat bangga seolah-olah membiarkan masyarakat menebak-nebak rekor apa lagi yang akan diciptakan oleh Walikota Spektakuler ini. 

Namun teka-teki masyarakat Singkawang hari ini terjawab, pagi ini masyarakat Singkawang dikejutkan dengan berita di media massa terbitan Kalbar yang berisi pengumuman bahwa  pendekar 212 Wiro Sableng Singkawang itu akhirnya bertekut lutut menyerah tanpa syarat menghadapi krisis politik yang sudah meluas di Kalbar. Yakni menerima hukum adat tanpa syarat dari tuntutan Kesultanan Sambas, tentu  ini merupakan rekor MURI seperti yang pernah dijanjikan ,pengumuman ini bukan saja memecahkan rekor MURI, Beliau juga memecahkan Guinness book of records sebagai Walikota pertama di dunia yang dihukum adat.  

Beredar berita tentang  Pak HK “menyerah tanpa syarat”seperti peristiwa pengumuman  radio yang dilakukan oleh Kaisar Japan  dalam siaran  nasional  kepada rakyatnya pada tanggal  15 Agustus 1945 tentang  Jepang menyerah dalam perang dunia II. Ketika bangsa Jepang mendengar berita tersebut merasa diri mereka sebagai orang bersalah, hina, dan  malu. Mungkin begitu juga perasaan  bagi pada pengikut HK pada saat ini.

Namun sangat berbeda dengan pemecahan rekor kue keranjang pada  saat merayakan imlek yang dihadiri oleh para penggemar-pengemar HK beserta seluruh team Kalibersnya,menurut narasumber yang layak dipercaya bahwa Pak Hasan Karman sendiri sangat kecewa penganugerahan rekor Guinne ss book of record tidak akan dihadiri oleh para penggemar-pengemarnya bahkan anak tetangga yang terkenal sangat royal kepada pak HK, Hendy Lie  ini pun menghindar.

Sesudah  menerima hukum adat tanpa syarat masih ada satu proyek menanti Pak HK yaitu relokasi patung naga kesayangannya dari dipersimpangan Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga kelokasi baru.Masalah patung naga tidak mungkin selesai tanpa direlokasi.

CintaSingkawang mengucapkan selamat untuk pertama kalinya putera Singkawang berhasil memecahkan rekor dunia.

 

 

CintaSingkawang, 03Juni 2010