Pak Wako Kita Ditugaskan Membagi Pisang

23 Maret 2009
Komentar:

Pada  hari Sabtu,tanggal 21 Maret 2009 sekitar jam 16.00 wib. Pak Wako kita,Pak Hasan Karman menghadiri  acara hari ulang tahun kelenteng Sam Ket Bong di daerah Sin Nam ,  Singkawang selatan.

Walaupun dalam acara ini tidak secara resmi mengundang Pak Wako kita tetapi Pak Hasan Karman tetap ingin hadir  dalam acara tersebut demi kepentingan  politik. Maklumlah,pada  musim mencari “suara” bagi mereka yang memiliki kepentingan politik kemana saja akan dikunjungi jika perlu menjadi pengemis suara. Bahkan para caleg memperlakukan “suara” seperti kekasih dengan kata-kata yang manis dan menggoda”dimana kau berada aku akan temui kau ,sayang”.

 

Pada tahun ini perayaan HUT kelenteng Sam Ket Bong, masyarakat di Sin Nam tidak mengundang  secara resmi (dengan kartu undangan) kepada Pak Wako untuk menghadiri acara mereka, ini  bukan berarti masyarakat di Sin Nam tidak menghormati  Pak Wako kita. Sudah  dua tahun berturut-turut  masyarakat mengirim kartu undangan  kepada Pak Wako kita untuk meminta Beliau menghadiri perayaan tersebut. Tetapi tidak ada respon dari pihak Pak Wako. Salah satu dari pengurus  kelenteng tersebut  menunjukan kepada Cinta  tanda bukti pengiriman dan penerimaan kiriman kartu undangan tersebut.Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak pernah menerima kartu undangan tersebut.

 

Ketika acara lelang makanan yang telah dipersembahkan  kelenteng. Salah satu caleg  dari Partai Karya Perjuangan(17) sdr.Jhoni,yang disebut-sebut oleh masyarakat sebagai caleg boneka Pak Wako. Melelang setangkai pisang. Kemudian caleg ini meminta  Pak wako kita membagikan pisang-pisang tersebut  kepada hadirin dalam acara tersebut. Tentu saja Pak wako kita merasa canggung sekali melaksanakan permintaan  ini. Karena Beliau belum biasa membagikan pisang kepada masyarakat melihat adegan ini masyarakat Sin nam banyak yang bertanya-tanya sambil tersenyum lucu kok Wako tidak mau melayani masyarakat atau merasa Caleg tersebut overlapping tega-teganya memerintahkan pak Wako membagikan pisang?. Hanya beberapa biji pisang dibagikan oleh Pak wako kepada masyarakat kemudian  Pak wako kita cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut, mungkin dengan perasaan kesal  Pak wako merasa ditugaskan membagi pisang. Padahal masyarakat percaya  pisang yang dibagikan oleh Pak wako kita itu adalah pisang telah diberkati Pak wako. Ah,Pak wako kita ini pelit membagi berkat kepada masyarakat .Membagi berkat  saja  tidak mau.

 

 

CintaSingkawang,23 Maret 2009