Franchise vs Perusahaan lokal
-Persaingan  Lions Club Jakarta  Kalbar Prima dengan PERMASIS

18 Oktober 2014

Komentar:
Ketika Pak Lio Kurniawan, panggilan populernya Pak Aliok meninggalkan kepemimpinan di Permasis, didalam benak Beliau memiliki satu tekat besar ingin memimpin sebuah organisasi yang lebih aktif untuk kepentingan masyarakat KalBar khusus untuk kawasan Singbebas.
Menurut autobiografi  Pak Aliok ( autobiografi ini  belum dilepaskan ke masyarakat umum, hanya kalangan tertentu diberi kesempatan membaca sebagai bahan materi untuk review, komentar), Pak Aliok memiliki suatu keyakinan bahwa  suatu organisasi sosial  yang sarat dengan birokrasinya; kebijaksanaan diambil tidak berdasarkan konsep manajemen modern dan mengutamakan kepentingan organisasi , lebih mengutamakan kepentingan senior( istilah dimasyarakat “kepentingan gensi”)
Organisasi sosial yang memiliki kultur semacam itu tidak mungkin dapat berkembang  cepat dan maju. Karena kehidupan modern ini selalu dituntut bahwa  suatu keputusan harus diambil cepat dan tepat, situasi selalu berubah dari detik ke detik. Time is not our friend !
 
Kurang lebih enam tahun sesudah Pak Aliok berpisah dari Permasis. Keluar dari Permasis, Pak Aliok membentuk Lion Club Jakarta Kalbar Prima. Lion Club ini dalam dunia bisnis diupamakan perusahaan “franchise” sedangkan Permasis diumpamakan “perusahaan lokal”. Persaingan  franchise dengan perusahaan lokal. Pak Aliok memahami betul keuntungan memilih dan kerja sama dengan perusahaan franchise. Keuntungannya: bermerek(strong brand), mempunyai training program, memiliki sasaran marketing yang jelas.
Sudah saatnya Cinta meninjau perkembangan kedua organisasi sosial ini. Sehingga kita mendapat sesuatu indikasi (bahasa ilmiahnya “study tool”). Suatu organisasi sosial  tidak memiliki manajemen dan konsep yang jelas, akan menghadapi tantangan menjalankan fungsi organisasi dan memgembangkan misinya.  Apakah keberhasilan suatu organisasi sosial tergantung  faktor siapa yang memimpin ? Atau tergantung dari faktor konsep manajemen  dan kepemimpinan?
 
Ada tiga point  kegiatan organisasi yang dinilai Cinta
-Kegiatan sosial: Beberapa tahun ini jumlah kegiatan sosial yang dilakukan oleh Lion Club Jakarta Kalbar Prima jauh lebih banyak dibandingkan Permasis. Kehadiran Lion Club Jakarta Kalbar Prima semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat Kalbar terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan . Sedangkan Permasis sudah berkurang melakukan kegiatan sosial, paling paling kegiatan tahunan berupa berkumpul para senior untuk suka ria dengan konglomerat.
 
-Pembangunan pendidikan secara fisik: Pembangunan gedung sekolah. Master plan yang dimiliki Lion Club Jakarta Kalbar Prima semakin mantap. Beberapa waktu yang lalu Pak Aliok telah membeli sebidang tanah di desa Kopisan untuk pembangunan gedung sekolah SMP. Peluasan fasilitas sekolah dan gedung sekolah SD. Visi dan misi  pendidikan yang dimiliki oleh Lion Club Jakarta Kalbar Prima semakin jelas dan nyata. Disamping pembangunan pendidikan fisik, Pak Aliok juga membangun SDM guru  untuk mendukung misi pendidikan organisasi mereka.
Pembangun gedung sekolah Permasis di Tebas menghadapi tantangan tidak kecil. Sesudah gedung dibangun, bagaimana cara mengoperasikan sekolah menjadi tanda tanya. Karena Permasis  tidak memiliki SDM bagian pendidikan yang memadai.
 
-Program training staff dan mengikutsertakan pendukung: Lion Club Jakarta Kalbar Prima memiliki program untuk training staffnya  supaya mereka lebih professional menjalankan tugas mereka. Mengajak( ikut serta) teman-teman dan para simpatisan dalam kegiatan sosial. Sehingga mereka dapat menyaksikan bagaimana Lion Club Jakarta Kalbar Prima memberi pelayanan untuk masyarakat. Memberi pelayanan untuk masyarakat adalah hal sederhana, dapat dilakukan oleh siapapun. Para simpatisan, pendukung dan donatur merasa sangat “sharing” didalam organisasi.
Dengan melibatkan generasi muda, peluaran informasi semakin cepat dan luas.
Sejauh ini kita tidak mendapat informasi tentang program training staff yang dilakukan oleh Permasis. Staff Permasis yang ada di Singkawang tidak jelas personilnya.
 
Dari tiga point yang Cinta uraikan diatas, memberi indikasi kepada kita bahwa Permasis bukan saingan Lion Club Jakarta Kalbar Prima lagi. Permasis sudah ketinggalan kereta dan kesempatan, kalah bersaing dngan Lion Club Jakarta Kalbar Prima !
Walaupun ada tuduhan dari pihak pendukung Permasis bahwa Pak Aliok melakukan sabotase, menyaingi Permasis. Itu adalah pandangan tidak  menganut nilai “demokrasi” yang berdasarkan emosi. Setiap orang bebas bersaing. Satu kenyataan yang masih belum bisa diterima pada pendukung Permasis.Yaitu selama Pak Aliok keluar dari Permasis, donasi ke Permasis semakin berkurang.
 
Di bulan Mei yang lalu kelompok ex pendukung HK di Singkawang membuka komunikasi kepada Pak Aliok. Mereka meminta Pak Aliok mengampuni mereka atas kesalahan yang dilalukan oleh mereka sesudah Pilkada Singkawang. Mereka menyalahkan Pak Aliok yang menyebabkan kekalahan HK dalam Pilkada. Kesalahan terletak pada Pak HK, karena ketika itu Pak HK dapat mengontrol situasi.
Dalam benak Pak Aliok bertanya ketika ex pendukung HK meminta Pak Aliok bersahabat :” Pada saat aku difinah kemana kalian, pada saat itu aku sangat membutuhkan penghiburan dan simpati”. Kepentingan ex pendukung HK di Singkawang mudah terbaca karena mereka ingin memperalat Pak Aliok  mencari dana Cap Ngo Meh untuk mereka.
 
Tidak dapat disangkal lagi sukses suatu organisasi sosial tergantung manajemen dan kepemimpinannya(ketua) ini berlaku dalam pandangan  komunitas Singbebas. Tanpa Permasis Pak Aliok lebih bebas dan sukses melakukan kegiatan sosial  yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Sedangkan Permasis mengalami kemunduran.
Melihat perkembangan sekarang, dengan mudah Lion Club Jakarta Kalbar Prima dapat mengalahkan Permasis.
 
Pada pertengahan tahun 1990an perusahaan Microsoft( Bill Gates ) dengan mudah dapat menghabiskan pesaingnya, perusahaan Apple computer. Tetapi sebaliknya  Bill Gates menyuntikkan dana ke perusahaan apple sebesar $150juta untuk menolong Apple.Maka kita dapat menikmati Iphone sekarang. Apakah Pak Aliok juga berpandangan dan bertindak demikian?

 
CintaSingkawang,18 Oktober 2014