Semakin tidak Populer

-Nilai rapor HK ternyata merah semua
20 Juni 2011

Komentar:

Perbedaan proses dan  pola  berpikir para  pemimpin akan menentukan kualitas kepemimpinan seseorang. Katakanlah perbandingan antara presiden Amerika , Barack Obama  dengan pemimpin kerajaan San Keu Jong, Hasan Karman.

Menurut pengakuan Mr. Obama kepada VOA (suara Amerika) bahwa setiap pagi ketika memulai jam kerjanya hal yang paling utama dia pikirkan yakni mengenai masalah ekonomi. Memikirkan  bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan untuk  rakyatnya.   Sedang Pak HK setiap pagi mulai jam kerjanya dengan memeriksa catatan agenda apakah hari ini ada undangan  pesta yang harus dihadiri. Entah itu HUT kelenteng, HUT teman-temannya atau pesta pernikahan siapa saja yang mengundangnya. Karena bagi HK kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk politik pencitraan dirinya sekaligus ajang kampanye 2012, sekalian bisa curhat kepada para konco-konconya tentang gajinya yang kecil, mimpi-mimpi spektakulernya bahkan bisa digunakan sebagai ajang berfoto ria dengan para pendukungnya seperti sebuah foto mesra HK dengan seorang abg sexy yang bernama Vina  itu.

Ketika perayaan hari ulang tahun ke 81 warga Sakkok, Pak Liu Sun Chau, pada tanggal 08/06/2011 yang lalu, jam 13 di Happy Building Singkawang. Pak HK mengatakan bahwa Pak Sun Chau adalah saudara sepupunya( ibu Sun Chau kakak beradik dengan ibu Pak HK). Kata Pak HK pada tahun 2007 dalam sambutanya yang melankholis itu Pak HK mengatakan bahwa dia baru mengetahui bahwa Pak Sun Chau itu adalah saudara sepupunya. Sudah jelas masyarakat Singkawang terheran-heran mendengar pengakuan “terlalu jujur” dari Pak HK ; pada masalah menjelang sosialisasi kampanye  Pak HK mengenal saudaranya dan baru mau mengenal orang yang ada hubungan keluarga dengannya.

 

Jika Mr.Obama mencelah dan mendesak Mr Anthony Weiner untuk segera mengundurkan diri, anggota kongres Amerika yang terlibat skandal dengan wanita. Akhirnya, Mr Anthony Weiner memilih mundur diri daripada merusak citra partai dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap partai yang diwakilinya. Sedangkan Pak HK lebih memilih menjadi saksi “bisu” terhadap kebusukan yang dilakukan anggota DPRD Singkawang Tionghoa Singkawang yang juga salah satu gengs perpolitiakan HK di kerajaan San Keu Jong, Bong Cin Nen dalam kasus perselingkuhan terhadap istri teman sendiri. Sebagai pemimpin di kota Singkawang sudah seharusnya Pak HK menegur BCN bahwa tingkah lakunya seperti itu tidak bisa ditoleransi dan diterima oleh komunitas kita. Seandainya Pak HK menegur BCN secara terbuka ada kemungkinan besar kepopularitasan Pak HK akan naik dimata masyarakat Singkawang; sebagai pemimpin berwibawa dan  memiliki prinsip.

 

Popularitas seorang pemimpin sangat penting dihadapan para pendukungnya. Supaya mendapat dukungan dia bisa terpilih atau dapat bertahan posisinya. Sejauh ini Pak HK  mengalami krisis kepopularitasan dikalangan elite Tionghoa Singbebas di perantauan dan pendukungnya di kota Singkawang. Hubungan Pak HK dengan ormas Tionghoa Singbebas semakin tidak harmonis dan tidak mesra. Katakan hubungan Pak HK dengan Permasis sudah bukan rahasia lagi; terutama kepada tokoh tokoh yang  berpengaruh di organisasi Permasis. Permasis memiliki potensi finansial dan koneksi luas dengan berbagai SDM komunitas Singbebas yang sangat dibutuhkan oleh pejabat atau calon pejabat di kawasan Singbebas. Ketidakharmonisan ini akan memuncak menjelang tahun 2012 nanti. Apakah Pak HK bisa terpilih kembali pada tahun 2011 tanpa dukungan dari Permasis? Atau sanggupkah Permasis memainkan peranannya bahwa pada cawako Singkawang yang tidak memdapat rekomendasi dari Permasis tidak akan dipilih masyarakat Singkawang? Jika Permasis tidak  sanggup memainkan pengaruhnya, berarti Permasis adalah ormas yang gagal; bermiliar rupiah dana  yang telah disalurkan ke dalam masyarakat menjadi mubazir. Merupakan ormas tidak mempunyai pengaruh apa apa terhadap masyarakat. Kalau ini terjadi, Permasis merupakan bahan lelucon bagi Pak HK dkk.

 

Selama hampir lima tahun memimpin kota Singkawang belum ada perbaikan yang   menunjukan bahwa HK lebih baik dari pendahulunya, belum ada hasil spektakuler yang telah dicapai dan dapat diniknati oleh masyarakat umum: janji-janji membawa investor ke kota Singkawang  untuk menginvestasikan bisnis masih diangan-angan, membangun kota Singkawang tanpa membebani APBD???, menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Singkawang, memangkas birokrasi  pemkot seefisien mungkin. Semua itu merupakan janji Pak HK kepada masyarakat Singkawang. Sudah pada waktunya masyarakat Singkawang memberi penilaian terhadap kemimpinnya.

CintaSingkawang, 20 Juni 2011