Pelantikan Pak Awang Ishack dan Pak Adul Mutalib

-mantan wako Singkawang, Pak Hasan Karman kabur dari  upacara penyerahan kekuasaan.

17 Desember 2012   

Komentar:

Sejarah Singkawang mencatat pada tanggal 17 Desember 2012 merupakan hari penggantian wali kota Singkawang dari Pak HK ke Pak Awang. Acara pelantikan Pak Awang Ishack dan Pak Adul Mutalib sebagai wako dan wawako Singkawang untuk periode 2012-2017 tidak ada yang istimewa, merupakan acara protokol formalitas saja.

 

Tetapi bagi Pak HK hari ini merupakan hari paling sukar Beliau lupakan dalam perjalanan hidupnya. Karena pada saat dia kehilangan “kekuasaan”ditonton oleh musuh musuhnya. Dalam gedung DPRD Singkawang diumpamakan  arena pertarungan Gladiator jaman Romawi. Pak HK diumpamakan Gladiator yang luka parah, lemah, akan dihabisi oleh Gladiator yang lebih kuat. Sementara itu para penonton yang duduk diatas arena berteriak ‘ habiskan dia!Habiskan dia ! Habiskan dia!

Diantara para penonton yang duduk diarena itu: Pak Alex ,Pak  Bong Wui Khong, Pak Iwan Gunawan, Pak Frans Tshai, Pak Bun Sin Khiong dan Tokoh tokoh  Singkawang.

 

Banyak orang mengirim rangkaian(papan) bunga untuk menyampaikan ucapan selamat. Tetapi ada satu rangkaian bunga mendapat perhatian para hadirin. Karena rangkaian bunga tersebut tidak seperti pada umumnya rangkaian bunga yang mengucapkan selamat kepada wako dan wawako Singkawang yang baru, dan mengucapkan terima kasih kepada mantan wako ( Pak HK ). Rangkaian bunga Pak Aliok khusus dirancang  hanya mengucapkan selamat kepada para pejabat baru. Menurut Pak Aliok tidak ada “ alasan yang tepat” mengucapkan “terima kasih” kepada Pak HK. Karena Pak HK tidak melakukan apa apa untuk masyarakat Singkawang. Kalau ada, apa buktinya? Bermanfaat untuk masyarakat? Pandangan Pak Aliok sudah pasti banyak yang  mendukung terutama mereka yang duduk diatas  arena tersebut.

 

Pak Aliok dapat membayangkan  Pak HK dalam keadaan lemah dan lesu itu didalam gedung DPRD Singkawang, dalam bathin Pak Aliok  berbisik” kami bisa mengangkatmu keatas juga dapat menurunkan kamu”. Sedang Pak Pak Bun Sin Khiong merasa prihatin kemelihat keadaan Pak HK, dalam hatinya berkata” itulah akibatnya tidak mau mendengar nasehat kami(Permasis)- baca Kursi Listrik (Thian Ten).

 

Ketika menjelang pelantikan wako Singkawang baru, Pak HK kabur dari gedung DPRD Singkawang. Sikapnya seperti itu sangat memalukan, dibawa standar sikap Tionghoa Singkawang . Namun demikian mungkin itu  merupakan hadiah MURI terakhir beliau cetak.

 
 

CintaSingkawang, 17 Desember 2012