Patung Naga

Edisi Khusus

10 Desember 2008
Kata Pengantar:

Mengingat masalah patung naga mendapat perhatian begitu besar dari masyarakat Singkawang ,maka CintaSingkawang  menyediakan "edisi khusus" untuk menjawab pertanyaan dari pembaca setia kami,Bapak Bong Eng Seng.

Pertanyaan :

hai cinta,
ni ai kasi kabar buruk, moga aja ngak bener terjadi. dengar-dengar isu yang beredar tuh orang pemangkat and sambas mau meluncur ke singkawang minggu depan karena ada yang menantang melayu (fpm) waktu hari jumat kemaren. wah bahaya nih . tar kejadian mei 98 terulang di singkawang. gmana nih pendapat cinta. siapa mau tanggung jawab nih,
bikin cemas saja


bong eng seng
kampung melayu dekat studio

Jawaban Dari CintaSingkawang:

Yth Bapak Bong Eng Seng

Terima kasih untuk emailnya.Kabar yang Bapak dengar tentang simpatisan Melayu berasal dari Pemangkat dan Sambas akan datang ke Singkawang untuk memberi dukungan kepada saudaranya di Singkawang,itu bukan isu(cerita yg tidak benar) tetapi itu berita yang sangat logis sesuai dengan prediksi Cinta. Rasa soliditas diantara komunitas Melayu memang tinggi,mereka ini ada sejenis ikatan “brotherhood”.Mereka dengan mudah menggalang komunitas mereka untuk tujuan politik ataupun sosial.Terutama masalah patung naga(insiden Jumat ,5/12/2008) etnis Melayu Sambas merasa humiliated( mendapat penghinaan). Jika suatu etnis dalam posisi seperti itu mereka akan menggalang kekuatan untuk show force,kemungkinan bisa terjadi kerusuhan sosial karena kebanjiran massa yang sulit dikontrol.

Jika masalah patung naga tidak ditangani dengan baik, konflik horizontal tidak dapat dihindarkan lagi.Kota Singkawang akan berubah menjadi neraka bagi masyarakat Singkawang.Marilah kita melihat apa yang akan terjadi masalah patung naga:

-Pihak Aparat:Kepala polisi Singkawang telah menulis surat kepada walikota Singkawang,Pak Hasan Karman dan surat tembusan kepusat(Jakarta).Aparat telah memberikan rekomendasi dan masukan-masukan supaya tidak terjadi konflik horizontal di Singkawang meminta Pak wako segera bertindak untuk menyelesaikan masalah patung naga tersebut.Secara logika administrasi,Bapak  kepala Polisi Singkawang pasti melapor kepada atasannya bahwa dengan kekuatan pasukan(personil) polisi yang mereka miliki di Singkawang dan sekitarnya kemungkinan tidak memadai untuk mengamankan kota Singkawang jika dikepung puluhan ribu demontran.Pertanggungjawaban secara administrasi Bapak kepala polisi Singkawang sudah dipenuhi,Beliau telah mengingatkan kepada Pak wako konsekwensi soal masalah patung naga,juga sudah memberitahu kepada atasannya kesulitan apa yang akan mereka hadapi dilapangan jika terjadi sesuatu di kota Singkawang.Nah,kalau terjadi kerusuhan pihak aparat tidak dapat mengatasi, jangan salahkan mereka.Dengan pengertian pihak aparat tidak mau ambil resiko dalam hal ini.

-Keterlibatan Etnis Dayak:Kita tidak tahu pasti keterlibatan orang dayak dalam masalah patung naga,apakah itu atas intruksi tokoh dayak disekitar kota Singkawang atau hanya sekelompok orang dayak yang disewa oleh Pak Bong Li Thiam dkk untuk melindungi naga kesayangannya.Ditinjau dari segi kepentingan sosial-budaya, etnis Dayak tidak ada kepentingan sangat prinsip dalam hal ini(patung naga).Jika etnis Melayu dari utara ingin show force  untuk memberi pelajaran kepada Pak Bong Li Thiam dkk dan pencinta patung naga. Pada tokoh(sultan) Melayu akan mengadakan kontak dan konsultasi dengan tokoh Dayak(ketua suku)terlebih dahulu supaya tidak terjadi kesalahan pahaman dan pertentangan  kepentingan dalam hal ini.

-Tidak semua komunitas Tionghoa Singkawang mendukung patung naga:Ide membangun patung naga bukan proyek komunitas Tionghoa Singkawang,itu hanya ambisi Pak Bong Li Thiam beserta beberapa konconya.Menurut opini sebagian besar masyarakat Tionghoa Singkawang proyek itu tidak ada manfaatnya sama sekali karena tidak ada benefit ekonomi,tidak dapat mengubah kehidupan masayarakat Singkawang menjadi  lebih makmur.Bahkan salah satu tokoh masyarakat di Singkawang yang juga adalah pengusaha , mantan pendukung fanatik HK meminta Cinta jangan mencantumkan namanya mengatakan”saya sarankan kepada dirjen pajak segera memeriksa pengusaha yang mendanai pembangunan patung  naga itu,apakah dana yang digunakan proyek ini sudah memanfaatkan Sunset policy  yang saat ini diterapkan oleh Dirjen Pajak”.Bahkan Bapak ini menyerukan kepada seluruh komponen warga Tionghoa dikampungnya jangan termakan oleh proganda yang disampaikan oleh konco-konconya Pak Hasan Karman,seperti Pak Min Chan(bos perusahaan roti) menyampaikan proganda berbau SARA.Pak Min Chan ini dari kampung ke kampung di Singkawang Selatan menyampaikan proganda titipan.Sebagian besar masyarakat Tionghoa Singkawang tidak memberikan dukungan  proyek patung naga. Menurut pimpinan ormas MABT  Singkawang, proyek patung naga bukan proyek yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Singkawang, mengapa kita harus memberi dukungan proyek yang tidak bermanfaat itu?

-Posisi Wako kita:Pak Hasan Karman akan memanfaatkan momentum patung naga ini sebaik mungkin.Karena ada tiga hal, dua keuntungan dan satu kerugian yang Beliau dapat:

Pertama,masyarakat Singkawang akan mengalihkan perhatian ke masalah patung naga tetapi lupa menagih janji kepada Beliau. Banyak janji telah Beliau berikan kepada masyarakat tetapi sampai saat ini belum Beliau tepati.Padahal Beliau telah duduk di kursi wako selama satu tahun,ketika kampanye pilkada Beliau berjanji jika Beliau terpilih selama satu tahun Beliau akan menciptakan ini dan itu.Mana hasilnya?

Kedua,memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan  survival politik sendiri.Sebelum mengambil keputusan untuk memindahkan patung naga,sengaja ditarik waktunya lebih panjang(lama) sebelum mengambil keputusan terakhir.Karena Beliau memerlukan waktu untuk  mengirim konco-konco ke kampung-kampung yang dimana ada caleg yang Beliau  sponsor.Konco-konconya akan meyampaikan proganda yang dapat mempengaruhi orang kampung  untuk mendukung caleg yang Beliau inginkan dengan memanfaatkan isu murahan sensitive ras seperti masa Pilkada yang lalu dimana isu ras ini di jual .

Ketiga/kerugian,jika keputusan Beliau ambil untuk memindahkan patung naga itu karena tidak sesuai dengan prosedur izin.Beliau akan mengecewakan Pak Bong Li Thiam.Jika Beliau mengecewakan Pak Bong Li Thiam berarti Beliau akan kehilangan keuntungan ekonomi.Selama ini,yang menjadi sponsor  CapGoMeh,binatang Korban dll sebagian dananya dari kocek Bong Li Thiam.Tentu saja acara-acara seperti itu demi nama Pak Wako.

Nah,sekarang kembali kepertanyaan Bapak, siapa mau tanggung jawab jika terjadi kerusuhan sosial di Singkawang karena patung naga? Untuk menjawab pertanyaan Bapak,Cinta memberi ilustrasi:Masyarakat Singkawang sebagai penumpang pesawat.Pak Wako kita sebagai kapten pesawat,aparat(polisi) sebagai mekanik pesawat.Sebelum pesawat ini terbang,mekanik telah memberi laporan kepada kapten tentang kondisi pesawat,rusak.Mekanik merekomendasi pesawat ini jangan terbang.Tetapi, kapten dengan perasaan sombong dan percaya diri membawa(terbang) pesawat itu kemudian pesawat mengalami kecelakaan(jatuh).Siapa yang bertanggungjawab dalam kecelakaan(kerusuhan) ini?Sudah jelas kapten pesawat,tahu pesawat rusak masih nekat terbang.Itulah jawaban dari Cinta semoga Bapak puas.




 

 

 

 

CintaSingkawang,10 Desember 2008