Ibu Emma menyalurkan Paket Lebaran 

30 September 2008
Komentar:

Ibu Emma Pebri Hasan Karman, dalam acara membagikan 23 paket lebaran kepada warga di lima kecamatan ,di kota Singkawang pada hari Jumat(26/09)yang lalu. Pada  acara  kegiatan sosial  kali ini tidak dihadiri seluruh anggota PKK,hanya beberapa anggota saja yang diminta oleh  Ibu Emma untuk membantu Beliau menyalurkan paket lebaran.

Rombongan Ibu Emma berangkat dari rumah pada jam delapan pagi. Ibu Emma memakai  celana jeans model tiga perempat panjang berwarna biru,T shirt berwarna orange didepannya bertulisan”I love Singkawang”dengan huruf berwarna emas, sport shoes berwarna navy blue dan topi berwarna putih. Memakai make up sangat sederhana tanpa memakai perhiasan.Ibu Emma tahu mengatur penampilannya,Beliau tahu tempat yang akan dikunjungi  daerah pedesaan.Beliau usahakan dalam penampilannya sederhana dan elegent.

Tempat yang pertama mereka kunjungi yaitu daerah Singkawang Utara,sebelum Ibu Emma  menyalurkan paket lebaran kepada warga. Dihadapan  beberapa warga yang menerima paket lebaran itu, ada  warga bertanya kepada Ibu Emma.”Ibu.Apakah ini usaha untuk memperbaiki popularitas dan image Pak Hasan Karman yang selama ini semakin menurun? Persis seperti jatuh harga saham dipasar saham di New York”. Ibu Emma tersenyum sebelum memberi jawaban.”Tidak.Tidak.Itu prasangka tidak benar,dik. Ini adalah bantuan murni dari kami untuk warga yang membutuhkan bantuan .Sudah merupakan kewajiban kita bersama memberi bantuan kepada mereka yang hidupnya sangat memprihatinkan.Saya ingin memyampaikan paket lebaran ini  secara langsung kepada warga,dengan demikian kami dapat melihat kehidupan mereka lebih dekat.Apa yang saya dapat dalam kegiatan ini, akan menjadi bahan masukan untuk organisasi PKK.Kita mengharapkan, kelak PKK dapat mengembangkan suatu program  tepat guna untuk  home industri yang dapat diterapkan dipedesaan kita.Mendorong perekonomian dipedesaan dapat berkembang,semoga mereka ini dapat tertolong dan dapat meningkatkan standar hidupnya.”Ibu Emma memberi penjelasan.

Desa yang terakhir dikunjungi terletak di daerah Singkawang selatan.Ketika  mereka tiba didesa itu,sudah dinanti oleh beberapa  warga.Sesudah  Ibu Emma menyampaikan paket lebaran kepada mereka.Salah satu dari warga tionghoa  yang menyaksikan acara ini bertanya kepada Beliau.”Ibu,apakah nanti tahun baru Imlek kami juga mendapat paket Imlek?”.”Tentu saja”,jawab Ibu Emma dengan singkat.Warga ini juga memohon kepada Ibu Emma supaya paket imlek diperbanyak. Jangan seperti tahun yang lalu banyak warga yang tidak kebagian . Melihat reaksi Ibu Emma agak ragu-ragu memberi jaminan tentang permohonan tersebut.Tentu saja kita dapat menduga apa sedang Ibu Emma  pikirkan dalam situasi seperti itu,yaitu dana.Setiap penambahan paket berarti perlu penambahan dana dan rebudget.Untuk menenangkan pikiran ibu Emma,salah satu dari stafnya  berbisik  kepada Ibu Emma bahwa masalah dana tidak ada problem.Karena kita telah memiliki dana,kita dapatkan dana tersebut dari kegiatan Piala Naga  di Jakarta.Ibu Emma sangat gembira mendengar informasi yang berikan.Kemudian Beliau memberi penjelasan kepada warga.”Tidak ada masalah,kita akan menambah paket Imlek nanti .Saya akan koordinasi  hal ini dengan PERMASIS”.Warga senang mendengar penjelasan tersebut dan mengucapakan terima kasih kepada Beliau.

Ibu Emma sangat hati-hati memberi janji kepada warga,Beliau tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti dilakukan oleh suaminya,banyak janji tetapi sedikit yang ditepati.Sebagai ibu memiliki tiga anak,Beliau memahami betul konsekwensi membuat janji dan ditagih janji.Dalam kehidupan sebagai orangtua,betapa tidak enaknya kalau ditagih janji oleh anak-anak. Kadang-kadang mereka merengek-rengek didepan kita untuk meminta kita menepati janji.Itu cara anak-anak,tetapi ada warga kampung menagih janji dengan cara berdemo.Maka itu Ibu Emma tidak mau mengambil resiko dalam hal ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.

 

 

 

CintaSingkawang,30 September 2008