|
Ibu Emma Pebri Hasan Karman, dalam
acara membagikan 23 paket lebaran kepada
warga di lima kecamatan ,di kota
Singkawang pada hari Jumat(26/09)yang
lalu. Pada acara kegiatan
sosial kali ini tidak dihadiri seluruh
anggota PKK,hanya beberapa anggota saja
yang diminta oleh Ibu Emma untuk
membantu Beliau menyalurkan paket
lebaran.
Rombongan Ibu
Emma berangkat dari rumah pada jam
delapan pagi. Ibu Emma memakai
celana jeans model
tiga perempat panjang
berwarna biru,T shirt berwarna orange
didepannya bertulisan”I love
Singkawang”dengan huruf berwarna emas,
sport shoes berwarna navy blue dan topi
berwarna putih. Memakai make
up sangat sederhana tanpa memakai
perhiasan.Ibu Emma tahu mengatur
penampilannya,Beliau tahu tempat yang
akan dikunjungi daerah
pedesaan.Beliau usahakan dalam
penampilannya sederhana dan elegent.
Tempat yang pertama mereka kunjungi
yaitu daerah Singkawang Utara,sebelum
Ibu Emma menyalurkan paket lebaran
kepada warga. Dihadapan beberapa warga
yang menerima paket lebaran itu, ada
warga bertanya kepada Ibu Emma.”Ibu.Apakah
ini usaha untuk memperbaiki popularitas
dan image Pak Hasan Karman yang selama
ini semakin menurun? Persis seperti
jatuh
harga saham dipasar saham di New York”.
Ibu Emma tersenyum sebelum memberi
jawaban.”Tidak.Tidak.Itu prasangka tidak
benar,dik. Ini adalah bantuan murni dari
kami untuk warga yang membutuhkan
bantuan .Sudah merupakan kewajiban kita
bersama memberi bantuan kepada mereka
yang hidupnya sangat memprihatinkan.Saya
ingin memyampaikan paket lebaran ini
secara langsung kepada warga,dengan
demikian kami dapat melihat kehidupan
mereka lebih dekat.Apa yang saya dapat
dalam kegiatan ini, akan menjadi bahan
masukan untuk organisasi PKK.Kita
mengharapkan, kelak PKK dapat
mengembangkan suatu program tepat guna
untuk home industri yang dapat
diterapkan dipedesaan kita.Mendorong
perekonomian dipedesaan dapat
berkembang,semoga mereka ini dapat
tertolong dan dapat meningkatkan standar
hidupnya.”Ibu Emma memberi penjelasan.
Desa yang
terakhir dikunjungi terletak di daerah
Singkawang selatan.Ketika mereka
tiba didesa itu,sudah dinanti oleh
beberapa warga.Sesudah Ibu Emma
menyampaikan paket lebaran kepada
mereka.Salah satu dari warga tionghoa
yang menyaksikan acara ini bertanya
kepada Beliau.”Ibu,apakah nanti tahun
baru Imlek kami juga mendapat paket
Imlek?”.”Tentu saja”,jawab Ibu Emma
dengan singkat.Warga ini juga memohon
kepada Ibu Emma supaya paket imlek
diperbanyak. Jangan seperti tahun yang
lalu banyak warga yang tidak kebagian .
Melihat reaksi Ibu Emma agak ragu-ragu
memberi jaminan tentang permohonan
tersebut.Tentu saja kita dapat menduga
apa sedang Ibu Emma pikirkan dalam
situasi seperti itu,yaitu dana.Setiap
penambahan paket berarti perlu
penambahan dana dan rebudget.Untuk
menenangkan pikiran ibu Emma,salah satu
dari stafnya berbisik
kepada Ibu Emma bahwa masalah dana tidak
ada problem.Karena kita telah memiliki
dana,kita dapatkan dana tersebut dari
kegiatan Piala Naga di Jakarta.Ibu
Emma sangat gembira mendengar informasi
yang berikan.Kemudian Beliau memberi
penjelasan kepada warga.”Tidak ada
masalah,kita akan menambah paket Imlek
nanti .Saya akan koordinasi hal ini
dengan PERMASIS”.Warga senang mendengar
penjelasan tersebut dan mengucapakan
terima kasih kepada Beliau.
Ibu Emma
sangat hati-hati memberi janji kepada
warga,Beliau tidak ingin membuat
kesalahan yang sama seperti dilakukan
oleh suaminya,banyak janji tetapi
sedikit yang ditepati.Sebagai ibu
memiliki tiga anak,Beliau memahami betul
konsekwensi membuat janji dan ditagih
janji.Dalam kehidupan sebagai
orangtua,betapa tidak enaknya kalau
ditagih janji oleh anak-anak.
Kadang-kadang mereka merengek-rengek
didepan kita untuk meminta kita menepati
janji.Itu cara anak-anak,tetapi ada
warga kampung menagih janji dengan cara
berdemo.Maka itu Ibu Emma tidak mau
mengambil resiko dalam hal ini.
Selamat
Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.
|