Team Permasis makan bersama dengan Bapak Frans Tshai

02Juli 2009
Komentar:

Arah perubahan kebijakan Permasis  dibawah kepemimpinan Pak Ajau, panggilan untuk Bapak Yanto Tjahyadi sangat nyata.  Team Permasis yang baru terbentuk mengadakan acara  bertatap muka  dengan tokoh komunitas Tionghoa Singkawang, Bapak Dr.Frans Tshai sebagai bentuk rekonsiliasi baru. Pak Frans, adalah tokoh berpengaruh pada organisasi  MABT cabang Singkawang.

Tindakan Pak Jau bersama teamnya dinilai masayarakat Singkawang  merupakan tindakan yang positip,menjanjikan perubahan,memberikan persepsi yang baik terhadap Permasis .  Sudah lama komunitas kita mengharapkan Permasis harus berubah orientasinya sebagai ormas yang bergerak dibidang sosial dan budaya.

 

Pada hari pekan pertengahan bulan Juni yang lalu Pak Frans telah diundang dalam acara makan bersama dengan team Permasis di Dusit Mangga Dua ,Jakarta. Pada kesempatan tersebut Pak Frans menyampaikan beberapa kata yang menarik, dapat menjadi bahan  renungan bagi kita semua, komunitas Tionghoa Singkawang. Marilah kita coba  memahami yang apa yang dimkasudkan oleh Pak Frans.itu.

 

Pertama, Pak Frans mengucapkan selamat kepada Pak Ajau berserta jajarannya telah terpilih sebagai pengurus Permasis  yang baru. Dengan harapan dibawah pemimpin yang baru Permasis akan lebih maju. Permasis dan MABT(cabang Singkawang) adalah dua ormas yang bergerak dibidang sosial dan budaya yang memberikan pelayanan kepada masyarakat Singkawang dan sekitarnya. Seperti pada umumnya organisasi kemasyarakatan selalu ada terjadi persaingan dalam hal program yang ditawarkan kepada masyarakat. Persaingan boleh saja terjadi,tetapi jangan memakai cara untuk mematikan atau menekan pada lawan. Tentu saja ini berdasarkan pengalaman yang dialami oleh MABT Singkawang. Ketika dibawah pemimpin Permasis yang lama, Pak Aliok proyek MABT berupa penyaluran beras untuk keluarga miskin diambil alih oleh Permasis.

 

Kedua,permasalahan yang dihadapi masyarakat kita begitu luas dan beragam.Kita harus bersatu dan membentuk  kerjasama. Dengan ada kerjasama, tidak terjadi tumpang tindih program yang ditawarkan kepada masyarakat. Supaya dapat memberi pelayanan kepada masyarakat kita lebih efektif dan kena sasaran. Ormas yang besar dan kuat memberikan pembinaan dan bantuan kepada organisasi sosial yang kecil dan lemah.Dengan demikian setiap orang merasa mengambil bagian dalam kontribusi kepada masyarakat kita, sehingga nilai kemanusiaan dimuliakan.

 

Menyinggung isu kemanusiaan, Pak Frans mengakui bahwa Beliau memaafkan orang yang pernah bersalah terhadap dirinya,orang sebagai mastermind dalam peristiwa yang Beliau alami ketika menjelang Pilkada Singkawang yang lalu. Sayang, orang yang dimaafkan oleh Pak Frans bukan orang  yang berjiwa besar karena belum bersedia meminta maaf kepada Pak Frans.

 

CintaSingkawang,02 Juli 2009