Open House ala Politik Singkawang

-Saat- saat paling kritis   Pak Aliok sepanjang hidupanya

26 Januari 2012

Komentar:

Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 yang bertepatan tahun naga air mendorong  para politisi Tionghoa Singkawang berlomba-lomba mengadakan acara gelar open house. Karena menurut ramalan para pakar fengshui tahun naga ini penuh dengan gejolak  bagi mereka yang  berkarier sebagai politisi. Katanya untuk mendapat fengshui yang baik atau  berkat  mereka disarankan membuka pintu rumah mereka selebar- lebarnya untuk menerima tamu  pada saat perayaan Imlek. Satu perkara yang sangat penting supaya  mendatangkan keuntungan politik bagi mereka yang melakukan apa yang yang disebut Open House tersebut .

 

Sejak Pak HK menjabat wako Singkawang, setiap tahun Beliau mengadakan acara Open House untuk masyarakat Singkawang. Setiap tahun acara Open House  Pak HK selalu mendapat pujian  dari masyarakat Singkawang  sebagai  acara Open House komunitas Tionghoa Singkawang yang terbaik.

Tetapi tahun ini Pak HK tidak mudah lagi mendapat pujian seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Sekalipun Pak HK menyajikan pelbagai macam acara Spektakuler seperti memberikan arak buatan Malaysia yang disajikan kepada para tamunya karena  Pak HK mendapat pesaing sangat berat dari Pak Lio Kurniawan ( Aliok).

 

Beberapa hari menjelang Tahun Baru Imlek Pak Aliok sudah tiba di Singkawang. Beliau ingin merayakan tahun baru imlek tahun ini  bersama masyarakat  Singkawang terutama bersama para pendukung-pendukungnya. Dalam dua minggu ini merupakan  saat yang paling kritis dalam perjalanan kehidupan Pak Aliok. Karena harus memutuskan apakah Beliau memilih antara mau  maju sebagai cawako Singkawang atau mau sebagai pecundang yang akan di-Bongwuikhong-kan. (Catatan ; Pembusukan terhadap Pak Aliok sedang berlangsung. Antara lain Pak Aliok telah gagal membayar kekurangan fee para tatung tahun lalu dan memanipulasi pembukuan aset-aset CGM tahun sebelunnya, menjadi budget belanja tahun berjalan seperti yang sering menjadi nyanyian  oleh para pendukung HK oleh sebab itu Aliok tersingkir dari Panitia CGM 2012 ).

Kalau tidak berani maju berarti Pak Aliok kehilangan kesempatan seumur hidup dan konsekwensinya: Beliau akan menyesal seumur hidup karena talentanya tidak dipakai untuk membangun kota Singkawang yang dapat mensejahterakan banyak orang itu menjadi sia-sia. Disamping itu, tamatlah pergaulan sosial Pak Aliok yang  akan dicap oleh teman-temannya sebagai orang “more talk , less action” atau Nato (no action talk only) alias An To Kong.  Reputasi Pak Aliok akan dipertaruhkan.dengan perkataan lain habislah sudah riwayat Aliokisme di Singkawang sebagimana yang dikatakan oleh tokoh Tionghoa Singkawang Pak Bong Wui Khong “Tahun depan janganlah menghubungi saya lagi jika tak berani maju”.

 

Kalau maju, masalah dana menjadi  pemikiran Pak Aliok. Untuk kampanye memerlukan dana yang besar.

Untuk menguji dukungan masyarakat Singkawang terhadap rencana Pak Aliok maju sebagai cawako Singkawang maka Pak Aliok juga menggelar acara open house. Respon dari masyarakat  Singkawang di luar dugaan, pelbagai etnis dari pelbagai kalangan Masyarakat Singkawang  berbondong-bondong mengunjungi Pak Aliok.  Menurut penilaian masyarakat Singkawang bahwa acara open house Pak Aliok merupakan yang terbaik tahun ini jika dibandingkan dengan acara-acara open house yang dilakukan oleh pelbagai tokoh Singkawang di kota Singkawang tahun ini.Dengan demikian Pak HK harus menyerahkan   Piala pujian terbaik tahun ini kepada  Pak Aliok karena Pak Aliok mendapat kunjungan dari pelbagai etnis dan pelbagai kalangan baik kaum “papa” maupun para borjuis Singkawang.

 

Masalah pendanaan / ATM politik  yang menjadi bahan pemikiran Pak Aliok karena selama ini sebagian dana telah dihabiskan oleh Pak Nusantio Setiadi alias Asan yang bersedia pasang badan untuk “Aliokisme”. Setelah bersemedi 2 hari untuk menerima tantangan ini seperti yang disampaikan oleh narasumber CintaSingkawang yaitu Pak Yosep ex Central keramik di Pinangsia 42 Jakbar. Kalau Pak Asan maju akan dihajar oleh Pak HK dengan  UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH, Bagian 52 Pasal 58 huruf e yang berbunyi: sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter.

Karena kondisi fisik Pak Asan  akan dipersulit, seperti GurDur yang gagal maju period ke -2 karena terganjal pasal ini. Seorang Cawako harus memenuhi persyaratan tersebut sebagimana yang diatur oleh UU apapun alasannya suka atau tidak suka.

Sebenarnya Pak Asan  diumpamakan sebuah catur dalam percaturan Pak Aliok dalam hal ini, untuk memancing dan menganalisa reaksi dari masyarakat Singkawang terutama para pendukung Pak HK maka Pak Aliok memasang Pak Asan.

 

Seandainya Pak Aliok maju, persaingan antara Pak HK dengan Pak Aliok akan membuka wawasan komunitas Tionghoa Singkawang lebih terbuka dan luas. Karena pemimpin komunitas Tionghoa Singkawang memimpin bukan mengandalkan etnis ataupun agama tetapi mengandalkan inteligensia dan wawasan yang dimiliki mereka. Sebagai komunitas Tionghoa Singkawang,  jangan takut bersaing di kalangan komunitas kita sendiri, dengan demikian kita akan menghasilkan pemimpin yang benar- benar berbobot dan berkualitas. Jangan seperti anggota DPRD Singkawang Sumberanto Tjhitra alias Akhim yang selalu mengeluh banyaknya Tionghoa yang maju sebagi cawako Singkawang, politisi seperti ini adalah politisi karbitan yang takut persaingan. 

Seperti para politisi di Amerika, mereka harus bersaing dulu dalam lingkungan partai sendiri sebelum keluar mewakili partainya menghadapi pemilu. Begitu juga Pak HK dan Pak Aliok mereka berdua harus mengadu konsep dan cara membangun kota Singkawang ketika dalam kampanye, kemudian komunitas kita akan menilai siapa diantara mereka berdua yang paling canggih dalam visi dan misi membangun dan memajukan kota Singkawang. Pada saat tiba pilihan, suara komunitas kita akan diberikan kepada kontestan kita yang paling dapat diandalkan untuk menghadapi para cawako lain. Sementara ini  komunitas kita harus bersikap netral terlebih dahulu tanpa harus  menentukan siapa yang harus dipilih hanya berdasarkan emosional kita sebagai etnis Tionghoa sebelum kita mendengar dan menilai kampanye mereka. Dengan demikian tidak pernah mempermasalahkan suara Tionghoa Singkawang terpecah dalam pemilihan wako Singkawang. Suara Tionghoa akan berikan kepada kontestan yang terbaik untuk Singkawang bukan untuk kepentingan yang berbau  “Spektakuler”  !

 

Selamat Berkompetisi!!!

 

 

 

CintaSingkawang,26 Januari 2012