Peresmian Rumah Nusantara

 

 

15 April 2012

Komentar:

Peresmian rumah NUSANTARA ( Nusantio Tasman Bersama Rakyat) di Jalan Hermansyah Singkawang pada tanggal 9 April 2012. Acara tersebut  sempat menarik perhatian masyarakat Singkawang, karena ada pasangan Cawako  Singkawang berasal dari komunitas Tionghoa Singkawang. Masyarakat Singkawang  percaya pasangan Pak Nusantio-Pak Tasman ini  sudah siap menghancurkan Pak HK dikotak suara nanti. Sejauh ini, pasangan ini mendapat  respon positif dari masyarakat.

 

Fisik bangunan rumah NUSANTARA tidak ada yang  istimewa, rumah ini milik temannya Pak Aliok. Ditempat ini, Pak Aliok bersama kawan kawannya melahirkan sebuah karya cemerlang. Salah satu dari ide tersebut yakni cara menghancurkan perahu politik Pak HK. Untuk melaksana misi ini, harus ada pembagian tugas.Tugas Pak Budiman Chang sebagai pengurus  partai PIB Singkawang akan menolak Pak HK memakai perahu PPIB. Sedangkan Pak Aliok meloby kepada nyonya Kartini Syarif sebagai pendiri partai PIB di Jakarta. Sesuai dengan janji Pak Budiman kepada masyarakat Singkawang. Bahwa dia akan memberi pelajaran kepada Pak HK atas kesombongan dan kecongkakan Pak HK sudah melewati ambang batas;  tidak  dapat ditoleransi oleh komunitas Tionghoa Singkawang. Kesombongan Pak HK bukan hanya ditunjukkan kepada orang orang yang dulu memberi dukungan mereka kepada dia, tetapi dilingkungan umat GKKB Singkawang sempat mendapat “teror” dari Pak HK bahwa Pak HK ingin umat menghormati dia jauh lebih menghormati Tuhan.

 

Dalam Alkitab ada menulis orang yang berdosa dan ia bertobat akan diampuni.Tetapi Alkitab tidak mencatat apakah orang seperti Pak HK  yang sudah berlutut didepan Kesultanan Sambas; peristiwa ini sangat memalukan komunitas Tionghoa Singkawang. Gagal membangun kota Singkawang.  Apakah dia pantas dipilih kembali sebagai wako Singkawang? Tetapi sudah sangat jelas dalam Alkitab memberi sebuah pemikiran yang dapat dijadikan pegangan kita sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut,” pohon anggur yang tidak berbuah harus ditebang”

 

Apabila kita melihat lima tahun kebelakang dalam kehidupan ini, kita sering menemukan banyak hal yang telah terjadi  dalam perjalanan hidup kita. Baik itu merupakan  kesuksesan, kegagalan, atau kebodohan  yang telah kita perbuat dalam kehidupan ini. Katakan sekedar contoh dalam kehidupan politik praktis di Singkawang. Lima tahun yang lalu, ketika itu jika ada orang mengkritik terhadap pencalonan, kebijakan politik atau ketidakmampuan  Pak HK  sebagai wako Singkawang akan menerima konsekwensi dari pada pendukungnya. Kalau   sipengkritik itu adalah etnis non Tionghoa Singkawang,  orang ini akan dicap orang rasialis, anti Tionghoa. Sebaliknya kalau sipengkritik itu adalah orang  Tionghoa Singkawang, orang ini akan dicap sebagai orang Tionghoa Singkawang yang tidak tahu adat.

Didunia maya, dulu dimilis Singkawang dan milis SMP Bruder Singkawang para membernya didoktrin  harus mengatakan HK adalah pemimpin yang paling berkualitas atas hasil pilihan komunitas Tionghoa Singkawang. Disini kita catat beberapa nama mantan pendukung fanatik dan asosiasinya Pak HK: Pak Aliok, Pak Nusantio( Asan), Budiman Chang, Hendy Lie, dan Kenny Kumala. Tetapi sekarang mereka ini beramai ramai “membuang (dump)” HK, dan  memberi dukungan mereka kepada Pak Nusantio. Apa beda antara Pak HK dengan  Pak Nusantio?  Bukankah dulu mereka satu aliaran dibawah  binaan dan bimbingan Pak Aliok?

Perubahan sikap mereka( sering klaim dirinya sebagai tokoh masyarakat Tionghoa Singkawang ) bukan merupakan perubahan sikap orang terhadap suatu politik yang dia yakini. Ini adalah perubahan pandangan orang yang berpandangan dangkal terhadap sesuatu telah mereka pilih dan diyakini ternyata kemuadian hari mereka menyadari hasil pilihan mereka itu salah. Atau dalam bahasa sehari  hari sering disebut perubahan sikap orang bodoh  dalam berpolitik praktis.

 

Sebagai komunitas Tionghoa Singkawang kita harus mawas diri dan berpandangan kedepan dalam hal memberi dukungan kepada mereka yang ingin memimpin kota Singkawang, kalau kita tidak ingin ditipu  menjadi korban mereka yang memiliki kepentingan individu tersembunyi di kota Singkawang.

 

CintaSingkawang,15 April 2012