Siapapun Wakonya, Singkawang tetap dilanda bencana  banjir       

30 Desember 2013

Komentar:
Ada satu persaman antara wako Singkawang incumbent, Pak Awang dengan mantan wako Singkawang, Pak HK. Kedua insan andalan masyarakat Singkawang ini tidak sanggup mencegah bencana banjir. Jangankan “mencegah” banjir, program kerja atau upaya untuk mengurangi terjadi banjir di kota Singkawang kedepan “tidak jelas programnya”.  

Pak Awang sudah satu tahun duduk dikursi nomor satu di kota Singkawang, berhasil mengusir raja San Kew  Jong, Pak HK dari tahtanya. Selama satu tahun ini masyarakat Singkawang merasa tidak mengalami banyak kemajuan dalam kehidupan mereka. Keluhan masyarakat yang sering kita dengar, yakni: susah mendapat air bersih, listrik sering mati, merasa tidak aman.  Keamanan menjadi isu baru dalam kehidupan bermasyarakat di kota Singkawang.Masyarakat merasa samakin tidak aman dalam kehidupan mereka.

Dalam kondisi seperti itu, membuat masyarakat menilai dan membandingkankan antara Pak Awang dengan Pak HK memimpin kota Singkawang. Dari segi kepentingan masyarakat: program menyejahterakan masyarakat Singkawang tidak terdapat perbedaan yang signifikan  antara Pak Awang dengan Pak HK.
Tetapi dari segi management birokasi, kebijaksanan Pak Awang mendapat nilai “merah”. Tuduhan dari masyarakat bahwa Pak Awang praktek “nepotisme”. Pak Awang  tidak bisa menghindar dari isu ini .Sekedar contoh; mempromosikan Camat Singkawang Selatan kepada kerabatnya. Para kaum ibu rumahtangga sering mengeluh bahwa suami mereka lebih betah nongkrong di kantor Camat Selatan daripada menemani keluarga mereka dirumah. Menurut kaum ibu yang hati mereka sedang membara itu, di kantor Camat Selatan banyak staff berpakaian mini dengan makeupnya seperti penyanyi dangrut.

Masyarakat Singkawang skeptik terhadap management birokrasi yang dijalankan Pak Awang kedepan,  membawa birokrasi  sarat dengan muatan praktek  nepotisme. Kekuatiran masyarakat Singkawang kedepan; pencalonan Ibu Tjhai Nyit Khim ( istri Pak Awang) alias Michelle Chai sebagai caleg dari partai PAN dengan nomor urut 1. Seandainya Ibu Awang ini kelak terpilih, ada  kemungkinan mengincar posisi ketua Dewan Singkawang. Kalau ini terjadi, kata masyarakat  orkes ini sudah lengkap; ada yang menyanyi ada mengetuk palu untuk menghibur masyarakat Singkawang. Sudah lama Ibu Yutina (mantan istri Pak Awang) dan Pak Mualam Husairi menaruh curiga terhadap Ibu Akhim, menurut mereka barang haram ini perlu diawasi.

Apakah Pak Awang dapat bertahan posisinya kedepan seperti bunyi salah satu iklan kapsul Japasa untuk kaum pria; “ Kuat dan Tahan Lama”. Ini sangat tergantung kebijaksanaan yang Beliau pilih, kota Singkawang dengan populasi multietnik ini kebijaksanaan yang berorientasi kepentingan etnik itu merupakan sebuah bumerang bagi seorang pemimpin.
 

CintaSingkawang, 30 Desember 2013