Wawancara Exclusive Dengan Bapak Janudin Fam

"Masa depan Wako Kita"

                  Pak Janudin Fam adalah pemerhati masalah kota Singkawang,yang tinggal di Tangerang


Cinta Skw

:

“Bapak Janudin Fam, terima kasih atas kesediaan Bapak memberikan kesempatan kepada CintaSingkawang untuk wawancara ini ”

   

Pak Janudin

:

Terima kasih. Cinta,saya lebih suka dipanggil saudara saja ”.

     
Cinta Skw :

Setelah Cinta mempelajari posting-posting  Saudara  di milis Singkawang.us.Terutama posting  Saudara  tentang Pilkada 2007 di Singkawang .Seperti apa yang pernah Saudara  prediksikan  jika Pak Hasan Karman terpilih menjadi Wako Singkawang Beliau akan mengalami kesulitan menggolkan budget(APBD) dan kebijakan yang dihasilkan pemerintahnya di legislatif.Padahal pada waktu itu  pak Hasan Karman baru saja mencalonkan diri sebagai Kadidat Wako.Bagaimana komentar Saudara akan hal ini?.".

     
Pak Janudin :

Betul.Ada Posting saya  yang beropini demikian di milist Singkawang us.Karena Pak Hasan Karman tidak mendapat dukungan dari partai yang memiliki kursi mayoritas di legislatif.Tanpa ada dukungan di legislatif,pemerintahnya tidak akan dapat bekerja secara efektif.Kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintahnya akan kandas di lembaga legislatif..

     
Cinta Skw :

Melihat komposisi kursi di legislatif, wakil rakyat dari partai pengusung Pak Hasan ada empat kursi dari total 25 kursi.Setidaknya hasil produk pemerintahnya akan mendapat dukungan 4 suara.

   
Pak Janudin :

Memang,secara matematik Beliau memiliki empat suara di legislatif tetapi dalam kenyataannya tidak demikian.Karena kebijakan yg dihasilkan pemerintah Pak Hasan Karman bukan merupakan kebijakan partai. Jadi,para legislatif yang bersangkutan tidak diwajibkan memberi dukungan dalam hal ini.".

   
Cinta Skw :

Bagaimana menurut pendapat Saudara tentang  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2008 ditolak oleh Dewan.Yang defisitnya mencapai Rp45 miliar itu?

     
Pak Janudin :

“Cinta, defisitnya bukan Rp 45M ! Angka yang tepat, defisitnya mencapai Rp.45.872.906.415,00.Ini adalah defisit spektakuler,karena dalam sejarah kota Singkawang belum pernah terjadi hal ini.Defisit mencapai 150% dibandingkan dengan defisit APBD tahun sebelumnya,tentu saja pada Bapak –bapak kita di DPRD Singkawang menolak  draft anggaran tersebut.Karena pada umumnya para anggota dewan berpatokan penambahan defisit 10-20% dari defisit APBD tahun sebelumnya.Apabila kita memperhatikan dalam rancangan APBD 2008 itu, mengandung komponen ”dana perimbangan”(dana pusat) lebih dari 90% dalam anggaran tersebut.Nah,seperti apa yang pernah Pak Hasan Karman nyatakan melalui media cetak lokal bahwa Beliau membangun kota Singkawang Spektakuler tanpa mengandalkan dana APBD.Apakah itu mungkin? Jika Beliau dapat melakukan,kita sebagai komunitas Singkawang sudah sepantasnya kita mengusulkan Beliau sebagai salah satu calon penerima nobel penghargaan  dibidang ekonomi. Karena Beliau merupakan walikota pertama di Nusantara ini,berhasil melakukan pembangunan daerahnya tanpa membebankan dana APBD”.Satu hal perlu kita ingat,semakin tertunda  APBD 2008 semakin miskinlah kota Singkawang karena  akan kena penalty pemotongan nilai APBD oleh pemerintah pusat.".

     
Cinta Skw :

Sebentar lagi kita akan mengadakan pemilihan pada para anggota legislatif.Bagaimana pandangan Saudara  tentang pemilihan anggota DPRD di kota Singkawang yang akan datang ini?  

   
Pak Janudin :

"Pemilihan para anggota legislatif pada tahun 2009 nanti.Sangat menarik bagi masyarakat kota Singkawang.Pertama, jumlah partai yang ikut pemilu bertambah banyak dibandingkan pemilu yang lalu.Bertambah banyak partai yang ikut bertanding,memberikan peluang besar kepada masyarakat untuk memilih para caleg yang berkualitas.Kedua,persaingan diantara para caleg akan lebih ketat".

     
   
Cinta Skw :  Karena persaingan diantara pada para caleg semakin ketat. Ada cerita ”burung” yang beredar di masyarakat kita yang mengatakan bahwa Pak Hasan Karman dan konconya mentargetkan 15 kursi DPRD akan mereka menangkan.Menurut pendapat Saudara,kualitas pada Caleg yang bagaimana yang diinginkan oleh masayarakat?Apakah mereka dapat  mencapai target seperti itu?
   
Pak Janudin :

"Cinta, apa yang diimpikan oleh Pak Hasan Karman itu kita dapat mengerti dan masuk akal,kalau dilihat dari segi kepentingan dan kebutuhan Beliau. Idealnya,untuk menjalankan roda pemerintahannya dan dapat berfungsi maksimal. Beliau harus memiliki 12-15 kursi di Dewan.Akan tetapi untuk mendapat (menang) 12-15 kursi, saya tidak  melihat mereka memiliki peluang yang dapat  mencapai target tersebut. Karena masyarakat kita sudah semakin dewasa dalam hal penilaian terhadap para caleg.Sekedar contoh , ada beberapa hal yang terjadi pada akhir-akhir ini di Singkawang.Seperti masalah kelangkaan pupuk bersubsidi,perusakan hutan lindung di gunung Sari,Sutt,masalah tapal batas yang sampai hari ini belum dapat diselesaikan oleh pak Hasan Karman,  mobil dinas (mobdin) Toyota Fortuner,masalah kepegawaian pemkot(PNS) .Janji tunjangan kepada ketua RT di kelurahan Sedau, tujungan fungsional para  guru,masalah air ledeng(PDAM), warga transmigrasi Pamilang. Berita tentang keluhan dan ketidakpuasan masyarakat kota Singkawang terhadap kebijakan pemerintahan Pak Hasan Karman itu, dapat kita baca di Metro Singkawang setiap hari ada berita bernada seperti itu. Berita tersebut mengindikasikan keberhasilan pemerintahan Pak Hasan Karman dipertanyakan,belum berhasil membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat disana.Rasa kekecewaan dan kemarahan masyarakat ini, sangat tidak menguntungkan para Caleg yang disponsori oleh Pak Hasan Karman,ada kemungkinan besar masyarakat tidak akan memilih mereka”.

     
Cinta Skw :  Dapatkah Saudara memberikan informasi yang lebih menditel caleg yang Saudara maksudkan?.

Pak Janudin

 

:”Kita tidak perlu menyebut nama dari individu caleg satu per satu .Tetapi,sekedar contoh kita ambil saja dari caleg PIB untuk daerah Singkawang Selatan, Sdr.Sumian S.Sos.Saudara Sumian adalah warga Pontianak,orang Pontianak.Apakah warga Singkawang Selatan mau memilih warga Pontianak yang mereka tidak kenal itu? Mereka memilih orang yang akan menjadi wakil mereka itu,paling tidak harus memenuhi tiga persyaratan yaitu calon harus memahami isu lokal , berkarakter baik dan mau memperjuangkan kepentingan mereka di dewan.Untuk mengenal karakter orang tentu saja tidak bisa kita lakukan dengan jangka waktu yang singkat.Begitu juga Saudara Sumian untuk memahami isu  lokal (Singkawang Selatan) tidak dapat dilakukan dalam waktu beberapa minggu saja."

     
Cinta Skw : Bagaimana dampak meninggalnya Bapak Dr.Sjahrir almahum terhadap Pak Hasan Karman dan masyarakat Singkawang?.”
   
   
Pak Janudin :  Meninggalnya Bapak Dr.Sjahrir almahum sangat mengoncangkan semangat pada anggota Partai Perjuangan Indonesia Baru,cabang Singkawang.Sebagaimana kita sudah mengetahui Almahum sangat dekat dengan masyarakat Singkawang.Beliau sudah pernah beberapa kali mengunjungi Singkawang.Figure almahum sangat berperanan dalam partai mereka.Bagi Pak Hasan Karman secara pribadi, Beliau kehilangan seorang sahabat yang baik.Dari segi pemerintahan,Pak Hasan Karman kehilangan seorang lobbyist terhadap pemerintah pusat(Presiden).Almahum Bapak Dr.Sjahrir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang ekonomi,selalu dekat dengan sumber informasi tentang kebijakan pemerintah pusat.Kehilangan peranan almahum ini,kita masih meragukan apakah kelak Bapak Presiden kita jadi datang ke Singkawang untuk meresmikan pabrik pupuk organik atau tidak. Karena kita sudah beberapa kali kecolongan dengan janji yang disampaikan Pak Hasan Karman mengundang pada pejabat atau pengusaha datang ke Singkawang,tetapi pada pejabat atau pengusaha(kolongmerat) tidak mau datang.”
   
Cinta Skw :

"Jika melihat permasalahan yang dihadapi oleh pemerintahan Pak Hasan Karman begitu banyak dan sangat kompleks.Banyak agenda politik belum Beliau selesaikan.Apakah pemerintahannya dapat bertahan sampai full term in office? Bagaimana pandangan Saudara dalam hal ini ?”

   
Pak Janudin :

"Pak Hasan Karman bisa bertahan  selama 5 tahun menjadi wako,tergantung dari dua faktor: politik dan dukungan.Jika Beliau dapat menyelesaikan(mengatasi) dengan baik agenda politik selama ini sedang melanda kota Singkawang.Dan Beliau tetap mendapat dukungan dari komunitas Tionghoa Singkawang melalui ormas, seperti Permasis,Foket,MABT dll.Perlu diingat,kata pepatah’Tidur lebih lama akan mimpi lebih banyak’.Supaya tidak mimpi lebih banyak terpaksa harus dibangunkan dari tidur.Kalau Beliau tanpa melakukan sesuatu untuk masyarakat dalam waktu dekat ini sudah jelas kursinya akan digoyang oleh masyarakat. ”.

   
Cinta Skw :  Kalau kita perhatikan kedua risk faktor itu,faktor dukungan dari ormas Tionghoa seperti Permasis,Foket,MABT dll. sangat menentukan dan penting bagi survive pemerintah Pak Hasan Karman.Apakah ada kemungkinan Pak Hasan Karman resign dari jabatan wako sebelum masa baktinya habis?Bagaimana  skenarionya?
   
Pak Janudin :

"Cinta,kemungkinan kearah sana memang sangat terbuka.Tergantung perkembangan politik terutama desakkan dari masyarakat.Tetapi,dalam waktu dekat ini saya tidak melihat hal itu(resignation) akan terjadi.Paling cepat sesudah pemilihan anggota legislatif baru pada bulan April 2009 nanti.Jika Pak Hasan Karman menemukan komposisi anggota dewan baru yang  tidak menguntungkan Beliau.Pada saat itu,Beliau akan mengambil keputusan untuk mengundurkan diri atau tetap memegang posisinya sebagai wako Singkawang. Kita sangat konsen apabila atas desakkan dari etnis lain/pihak lain kepada ormas kita meminta Pak Hasan Karman turun dari jabatan karena ketidakmampuan Beliau memimpin kota Singkawang.Jika itu terjadi,posisi ormas etnis Tionghoa akan menghadapi banyak kesulitan,maka sudah sangat jelas akan terjadi perpecahan”


   
Cinta Skw :  Mengapa etnis/pihak lain mendesak ormas kita ? Mengapa terjadi perpecahan ormas Tionghoa Singkawang? Dapatkah Saudara memberi penjelasan?”.
   
Pak Janudin :

"Etnis Melayu dan  Dayak,mereka ini menghormati keputusan yang telah diambil  masyarakat kita sehingga terpilih Pak Hasan Karman menjadi wako.Mereka ini tidak ingin terjadi kesalahan pahaman dengan kita,karena siapapun yang akan menjadi wako Singkawang harus mendapat dukungan dari etnis Tionghoa.Ini menyangkut kepentingan mereka dalam jangka panjang.Cara yang paling elegan adalah  tanpa harus menyakiti kita yaitu meminta ormas kita menurunkan Pak Hasan Karman.Sudah jelas mereka tidak mau melakukan dirty job.Jika ormas kita menolak desakkan mereka dengan pertimbangan Pak Hasan Karman’s done nothing wrong dalam hal ini.Tentu saja ormas kita harus bersatu dalam menghadapi situasi ini.Akan tetapi,saya meragukan ormas seperti MABT dan elemen masyarakat tionghoa lainnya, yang dikenal masyarakat Singkawang sebagai Aliansi Strategis  BPKK .Mereka ini sudah pasti tidak mau memberikan dukungan.Karena MABT dan elemen lain tidak ada kepentingan dalam hal ini .Jika MABT menolak memberikan dukungannya, apakah Permasis berani menanggung resiko politik ini? Tentu saja,Pak Lio Kurniawan sebagai ketua Permasis sudah pasti  Beliau tidak mau menanggung resiko ini.Salah mengambil keputusan akan dipersalahkan oleh komunitas kita,nasib Permasis tidak mau dipertaruhkan dan dihancurkan oleh kepentingan politik sesaat.".

     
Cinta Skw :  Dapatkah Saudara memberi penjelasan singkatan BPKK ? ”.
   
Pak Janudin :

"Pak Bong,Pak Po,Pak Khiong.Huruf K terakhir untuk Pak ? Silakan Cinta tafsir sendiri."

Cinta Skw :  Menurut Saudara apakah ada  peluang untuk  memperbaiki image dan kepercayaan masyarakat terhadap wako kita?”.
   
Pak Janudin :

"Dulu ada.Tetapi,sekarang honeymoon sudah selesai dengan perkataan lain Pak Hasan Karman telah kehilangan momentum.Sebenarnya,ketika Pak Hasan Karman baru saja terpilih menjadi wako banyak peluang untuk itu.Seharusnya pada saat itu Beliau  mengumpulkan komunitas kita ,mengadakan rekonsiliasi berbagai kelompok Tionghoa Singkawang sehingga mereka ini memiliki visi dan misi,gambaran pembangunan kota Singkawang yang sama.Kemudian membentuk konsorsium,mengumpulkan kapital(dana) pembangunan.Membentuk team mempelajari proyek yang menjadi prioritas utama untuk merangsang ekonomi di pedesaan.Untuk kondisi sekarang,sudah jelas tidak dapat dilakukan."

Cinta Skw :  Terima kasih Saudara Janudin untuk wawancara  ini”.
   
Pak Janudin :

"Terima kasih,Cinta”.

     
    CintaSingkawang,01 Nopember 2008