Surat Pak Wako Untuk Mantan

14Juli 2009
Komentar:
Berurusan dengan mantan bukan perkara yang nyaman,baik itu berupa mantan pacar,mantan advisor,mantan team sukses,mantan boss,ataupun mantan kompetitor politik.Memulai sebuah dialog dengan mereka sering membuat kita berperasaan segan,kikuk,bahkan merasa bersalah.Apalagi mengadakan negosiasi dengan mereka.

Pengalaman yang tidak nyaman itu juga dialami Pak Wako kita. Ini terungkap dalam acara Tanya jawab dengan  anggota DPRD Kota Singkawang mengenai Raperda pengelolaan barang milik daerah, pada tanggal 06 Juli 2009. Para anggota  Dewan mempertanyakan salah satu asset Pemkot yang tidak terurus dengan baik adalah mobil dinas (Toyota Harier ) mantan Walikota Singkawang, Pak Awang Ishak, beliau belum mengembalikan mobil tersebut kepada  Pemkot Singkawang.Menurut penjelasan Pak Hasan Karman kepada Dewan, Beliau sudah menulis surat “peringatan” kepada Pak Awang akan kewajibannya mengembalikan mobil tersebut kepada Pemkot.Menurut pengakuan Pak Wako kita yang saat ini sedang kepincut Tarian Seribu Tahar itu, suratnya tidak digubris oleh Pak Awang.

Surat Pak Wako untuk Pak Awang,dengan surat nomor: 030/179/Kyn tertanggal 19 Agustus 2008, yang berbunyi: “Sambil menunggu proses pelelangan kendaraan perorangan dinas dimaksud, diharapkan kepada saudara terlebih dahulu mengembalikan/menyerahkan kendaraan tersebut ke pemerintah Kota Singkawang dan untuk sementara akan dipergunakan untuk kepentingan dinas pemerintah Kota Singkawang”.

Kita tidak tahu pasti mengapa Pak Awang tidak memberikan respon terhadap surat Pak Hasan Karman.Rasa ingin tahu mendorong Cinta mengunjungi pak Awang meminta komentar dari Beliau. Ketika Cinta tiba dirumahnya, pak Awang tidak ada dirumah.Cinta diterima oleh personal assistant Pak Awang, berinisial Pak K. Cinta menanyakan perihal surat Pak Wako yang bernomor 030/179/Kyn, bagaimana tanggapan dari Pak Awang ? Tanya Cinta kepada Pak K. “Ah,itu” jawab Pak K. “Pada prinsipnya surat Pak Hasan Karman sopan,ramah.Dengan kata diharapkan ....mengembalikan/menyerahkan.Kami menilai “diharapkan”itu kata yang memberi indikasi bahwa masalah ini tidak urgensi dan tidak perlu diberi tanggapan segera.Apalagi membalas surat Pak wako”,kata Pak K. Ketika Cinta menanyakan tentang mobil Toyota Harier itu, Pak K menunjukkan kepada Cinta mobil tersebut diparkir disamping rumah, sebagai mainan untuk cucunya pak Awang yang sering mengunjungi rumah kakeknya.

Dalam hal ini,Pak wako kita sudah melakukan kewajibannya. Walaupun usahanya tidak digubris oleh Pak Awang. Namun demikian,tak lama lagi Pak wako kita dapat langsung bertanya kepada Pak Awang digedung Dewan Singkawang. Sebagai anggota Dewan yang baru terpilih pak Awang berkewajiban memberi jawaban masalah mobil dinas tersebut. Tentu saja Pak Awang tidak keberatan memberikan jawaban bahkan jawaban yang akan beliau berikan itu  pasti menarik karena ditemani teman-temannya anggota Dewan yang juga akan bertanya kinerja Wako kita. Selama ini  Pak Wako mengaku hanya sempat tidur 3 jam sehari berarti Pak Wako kita bekerja 21 jam sehari. Out put apa yang telah dikerjakan? Apakah Pak Wako kita sibuk chatting dengan konco-konconya sampai begitu repotnya,atau mengcopy proyek-proyek mercusuar yang tidak pernah terwujud??? Apakah Pak Hasan akan menjawab pertanyaan dewan dengan jawaban yang sama yang diberikan kepada wartawan Go Jawa pos(baca selengkapnya) ,”Singkawang yang rugi, saya sih tidak apa-apa” Mari kita menunggu drama digedung Dewan dibabak baru nanti - . Asyik !

 

CintaSingkawang,14 Juli 2009