|
Masyarakat Singkawang sangat prihatin
terhadap para mafia tanah sedang
merajalela di kota kita yang
tercinta,Singkawang. Terutama bagi
mereka yang berekonomi lemah yang
tinggal di pedesaan atau dipinggiran
kota Singkawang merasa tidak berdaya
menghadapi mafia tanah atau spekulator
tanah asal Jakarta itu. Aksi para mafia
tanah yang berasal dari Jakarta ini,
sangat meresahkan dan merugikan
masyarakat miskin sebagai petani yang
hidup di desa. Harga tanah menjadi
sangat mahal,harga sewa lahan dan kebun
menjadi mahal bagi petani. Pendapatan
mereka berkurang karena harus membayar
harga sewa yang tinggi,sehingga
penghasilan mereka tidak dapat
mensejahterakan keluarga mereka dan
standard hidup mereka merosot. Mafia
tanah merajalela di kota Singkawang
dipertanyakan oleh masyarakat Singkawang
karena hal ini terjadi selama Pak Hasan
Karman menjadi wako Singkawang. Apakah
para mafia tanah itu ada hubungan dengan
Pak Hasan Karman? Kita tidak tahu pasti
akan hal ini. Tetapi ada satu hal sudah
kita tahu pasti, siapa mereka. Apabila
kita mengunjungi kawasan pedesaan di
sekitar kota Singkawang. Kalau kita
bertanya kepada masyarakat setempat
siapa pemilik tanah atau kebun ini? Anda
jangan heran kalau Anda mendapat jawaban
nama pemiliknya Anda kenal atau namanya
sangat familiar ditelinga Anda,seperti
ini: “kebun(tanah) ini milik Pak
Aliok,Pak Asan,Pak Chin Miau Fuk,Pak
Simon,Pak Reinhard dll”.
Masalah merajalela mafia tanah di kota
Singkawang,juga mendapat perhatian
serius pada elite Tionghoa Singkawang di
Jakarta maupun tokoh masyarakat setempat.
Ada
beberapa hal yang menyebabkan para mafia
tanah ingin menguasai tanah di kota
Singkawang:
-Ada
rencana membangun bandara udara
Singkawang Spektakuler yang lokasinya
tidak menentu itu. Pada mafia tanah
membeli lahan yang akan menjadi lokasi
pembangunan bandara. Dengan harapan pada
investor bandara membeli lahan dari
mereka. Sayangnya, izin untuk bandara
Singkawang Spektakuler(Skw-Ptk) itu
tidak menarik perhatian para
investor yang siap rugi.
Banyak pihak di Singkawang meyakini isu
Bandara ini sengaja dihembus-hembuskan
agar dapat mendongkrak harga tanah .
-Burung
Walet: Belum ada peraturan Pemda yang
mengatur(membatasi) pembangunan rumah
walet di kota Singkawang.Dari hari ke
hari rumah walet semakin bertambah
banyak di kota Singkawang. Kebutuhan
bata meningkat untuk membangun rumah
walet.Pada mafia tanah memanfaatkan
lemahnya conduct
of law enforcement yang dilakukan oleh
pemerintah Pak Hasan
Karman terhadap galian C.Pada mafia
tanah mencari keuntungan dengan cara
memproduksi bata untuk kebutuhan
pembangunan rumah walet.
Penduduk yang hidup di sekitar galian
itu harus menanggung resiko dari
kerusakan lingkungan,bekas galian
tersebut digenang air menjadi saran
nyamuk. Nyamuk membawa berbagai penyakit
yang dapat mengancam kesehatan
masyarakat .
Secara hukum memang tidak melarang(mengatur)
warganegara Indonesia dalam hal
pemilikan luas tanah yang boleh dimiliki
oleh setiap individu.Setiap warganegara
berhak memiliki tanah dimana saja.Secara
hukum aksi mafia tanah tidak melanggar
hukum tetapi bagaimana dari segi moral
isu dalam hal ini? Apakah kita
merasa kaya atau sanggup memberi
semua supermie yang dijual di toko Singkawang
kita beli semua? Tanpa memikirkan
mereka yang benar-benar membutuhkan
supermie untuk hidup? Seandai
semua orang kaya berhati demikian betapa
kacau dunia ini.
Menurut komentar dari salah satu tokoh
senior masyarakat Tionghoa Singkawang
yang tinggal di Singkawang Selatan
meminta identitasnya jangan dicantumkan
mengatakan:"mereka(mafia tanah) sudah
sukses diperantauan, seharusnya dengan
kekayaan dan pengetahuan mereka miliki
untuk membantu masyarakat kita
yang tidak beruntung itu.Dengan
mengembangkan proyek yang dapat
meningkatkan standar hidup komunitas
kita yang miskin sehingga nilai-nilai
kemanusiaan dimuliakan. Jangan memakai
kekayaan yang mereka dapat diperantauan
dibawa pulang kesini menciptakan
Feudalism.Saya kecewa dengan moral
mereka,apalagi ada mantan pemimpin
Singbebas disitu sebagai mafia tanah.
Sebagai pemimpin tidak memahami moral
isu." Tentu saja kita mengerti siapa
yang dimaksudkan oleh tokoh msyarakat
kita itu.
|