Komunitas Singkawang bersiap-siaplah melupakan Walikota kontroversial Hasan  Karman

31Mei 2010

Komentar:

Komunitas Tionghoa Singbebas menilai makalah “Sekilas Melayu, Asal Usul dan Sejarahnya” yang ditulis oleh Pak Hasan Karman sudah diluar jalur yang dapat diterima oleh masyarakat kita khusus masyarakat Singbebas. Dalam kapasitasnya sebagai wali kota Singkawang sudah seharusnya Pak Hasan Karman  memperhatikan sepak terjangnya sebagai pejabat. Jangan melemparkan isu yang dapat memecahbelah dan dapat memprovokasi masyarakat. Kita menganut azas kebebasan mengeluarkan pendapat bahkan hak seperti itu dijamin oleh undang-undang kita. Ini bukan berarti bahwa kita mengeluarkan pendapat kita tanpa memperhitungkan dampak dan kepentingan umum.. Walaupun di negara yang menganut sistem pemerintahan liberal mereka bebas mengeluarkan pendapat, tetapi mereka memiliki peraturan yang membatasi pendapat(pandangan) seseorang terhadap masalah etnis di publik. Karena isu kebencian etnis  ini lebih berdasarkan “prasangka” daripada logika.

Bagi masyarakat di kota  Singkawang sebagai kota multi etnis sudah lama terbina dengan baik kerukunan antar etnis. Bukan semua kota atau kampung yang ada  di daerah  Singbebas yang warganya sudah terbina dan memahami kerukunan antar warga seperti di kota Singkawang. Bukan tidak mungkin isu makalah ini akan terjadi insiden di sana, akan jatuh korban yang tidak berdosa.

Padahal mereka tidak tahu apa isi makalah tersebut dan tidak mendukung apa yang ditulis oleh Pak Hasan Karman itu. Apa yang ditulis oleh Pak Hasan Karman merupakan pandangan dan pendapat Beliau secara pribadi yang memiliki kebiasaan “menyontek” itu. Walaupun Pak Hasan Karman keturunan Tionghoa bukan berarti pandangannya mencerminkan sebagai pandangan umumnya komunitas Tionghoa Singbebas. Sejauh ini kontribusi Pak Hasan Karman “zero” untuk  pembangunan komunitas Tionghoa Singbebas sebagai bagian dari komponen  bangsa Indonesia.

Kita sangat menyesalkan telah terjadi insiden kekerasan ketika demontrasi yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI)cabang Singkawang pada hari Jumat yang lalu. Demonstrasi adalah  salah satu  cara menyampaikan(memperkenalkan) opini supaya masyarakat umum memahami apa yang diperjuangkan para demonstran. Kita percaya masyarakat akan memberi dukungan dan simpati apabila sesuatu yang disampaikan tanpa ada kekerasan,tidak ada kerusakan  dan tidak melawan hukum. Disitulah sebuah seni demonstrasi tanpa ada kekerasan akan mendapat simpati masyarakat umum.

Kita menghargai hak Front Pembela Islam cabang Singkawang mengadakan demontrasi tentang masalah makalah Pak Hasan Karman dan patung naga. Kita lebih menghargai apabila hal itu dilakukan tanpa merugikan pihak(masyarakat)umum. Sudah sangat jelas sasaran demonstrasi yaitu Pak Hasan Karman karena makalah dan patung naga merupakan hasil karya Pak Hasan Karman pribadi tidak mencerminkan komunitas masyarakat Tionghoa secara keseluruhan.

Sekali  lagi  CintaSingkawang  menegaskan bahwa ini adalah tanggungjawab HASAN KARMAN secara pribadi!!! Mungkin tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh Pak Hasan Karman kecuali meminta maaf atau mengundurkan diri dari jabatan sebagai wako Singkawang. Dimanapun terjadi kasus seperti ini masyarakat(rakyat)akan meminta pimpinan mengundurkan diri. Dapatkah Pak Hasan Karman mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan masyarakat Singkawang?

 

 

CintaSingkawang, 31 Mei 2010