|
Haaa…Cinta. Sudah
lama kita tidak chat dari hati ke hati.
Bukan karena aku sombong tetapi
karena kesibukan selalu
menghantui aku siang malam. Rata-rata
aku hanya tidur 4 sampai 5jam per
hari padahal menurut rekomendasi medis
perlu 8 jam per hari. Mungkin engkau “banyak
menghabiskan waktumu
didunia maya ?“. “Tidak. Tidak Cinta!
Sungguh !”. Selama ini aku selalu
memikirkan mega proyek yang dibutuhkan
masayarakat Singkawang. Tentu saja Cinta
tahu, Listrik,Air dan Bandara adalah
proyek yang selalu aku
pikirkan. Aku tahu, Listrik dan Air
adalah kebutuhan yang sangat mendesak
bagi masyarakat Singkawang. Tetapi, apa
daya ? Semua itu diluar kemampuan kita
memenuhi tututan mereka. Kadang-kadang
aku kesal, setiap kali aku berbicara
dipublik selalu ada
yang menanyakan “kapan listrik dan air
berjalan lancar,Pak Wako?”. Pertanyaan
seperti itu selalu menganggu aku.
Ahhhhhhhhh, selama
ini ada satu keanehan yang
aku rasakan pada diriku yaitu
satu per satu sahabatku meninggalkan
diriku. Ketika aku baru menjabat sebagai
wako setiap kali aku tiba di Jakarta
banyak pengusaha menjamu aku makan,dari
restaurant ke restaurant,dari café ke
café.Tetapi, sekarang aku sendiri yang
harus membayar lunch.
Mereka yang mentraktir dan menjamu
aku makan, mungkin mengharapkan
mendapat kemudahan proyek. Tidak ada
proyek kecil yang dapat aku tawarkan
kepada mereka sehingga mereka satu per
satu menjauhkan diriku. Cinta, aku
baru memahami makna koncoisme, mereka
mau menjadi koncoku jika aku dapat
menawarkan sesuatu kepada mereka.
Dasar,”orang kita”, memang begitu sikap
mereka.
Ada
dua agenda yang sangat mendesak dan
perlu mendapat perhatianku. Cap go meh
dan ketua DPRD Singkawang. Tidak seperti
tahun yang lalu, panitia cap go meh
sudah terbentuk bebearapa bulan sebelum
merayakan event yang kita
banggakan itu. Tetapi pada tahun ini,
hingga sampai saat ini belum ada pihak
siap mendukung acara ini.Temanku yang
membantu aku meloby di Permasis sudah
tiada, aku baru menyadari betapa penting
“nilai” sebuah persahabatan. Aku kuatir
tanpa dukungan Permasis merayakan event
cap go meh pasti tidak meriah. “Engkau
harus siap menghadapi perubahan yang
terjadi di Permasis. Dibawah
kepemimpinan dan team baru Permasis
sudah pasti mereka tidak akan memberi
dukungan. Jika mereka memberi dukungan,
berarti tidak ada perubahan kebijakan
antara pimpinan baru dengan pimpinan
lama. Kalau ini terjadi, kredibilitas
Permasis semakin diragukan oleh
masyarakat, ini akan merugikan Permasis.”
Aku menjadi sedih mendengar Cinta
mengatakan seperti itu.
Ada satu lagi masalah cukup
memusingkan diriku, DPRD Singkawang.
Dimasa yang akan datang pasti banyak
“drama” show di gedung dewan.
Perhatianku terbagi dua, sebagian untuk
tugasku dan sebagian lain untuk
mengkordinasi jocky-jockyku.Mereka belum
berpengalaman, pasti akan banyak
melakukan kesalahan yang bisa menjadi
bahan ketawakan orang. Orang yang harus
aku hadapi jumlahnya banyak di gedung
itu, baik itu orang baru ataupun lama.
Orang baru, mereka bekas suara penentang
patung naga dijalanan, sekarang mereka
bergema didalam gedung dewan. Aku
sungguh menyesal ketika Pak Aliok ingin
ikut dalam pemilihan legislatif yang
lalu tetapi aku tolak wancana beliau.
Seandainya beliau ikut pasti terpilih.
Jabatan ketua DPRD aku akan percayakan
kepada beliau, tidak ada yang perlu aku
pusingkan seperti sekarang ini. Aku
menyesal,merasa bersalah kepada Pak
Aliok, Cinta.
Pak…Pak. Bangun …bangun. Mimpi
lagi,Pak ? Kata istriku. Iya, Bu. Sudah
lama aku tidak tidur seenak seperti hari
ini. Liburan Lebaran, aku bermimpi
bercakap cakap dengan sahabatku,
CintaSingkawang.
|