Mimpi dihari Lebaran

25 September 2009
Komentar:

Haaa…Cinta. Sudah lama kita tidak chat dari hati ke hati. Bukan karena aku sombong tetapi  karena kesibukan selalu menghantui aku siang malam. Rata-rata  aku hanya tidur 4 sampai 5jam per hari padahal menurut rekomendasi medis perlu 8 jam per hari. Mungkin engkau “banyak menghabiskan waktumu  didunia maya ?“. “Tidak. Tidak Cinta! Sungguh !”. Selama ini aku selalu memikirkan mega proyek yang dibutuhkan masayarakat Singkawang. Tentu saja Cinta tahu, Listrik,Air dan Bandara adalah  proyek yang selalu aku pikirkan. Aku tahu, Listrik dan Air adalah kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat Singkawang. Tetapi, apa daya ? Semua itu diluar kemampuan kita memenuhi tututan mereka. Kadang-kadang aku kesal, setiap kali aku berbicara dipublik selalu ada  yang menanyakan “kapan listrik dan air berjalan lancar,Pak Wako?”. Pertanyaan seperti itu selalu menganggu aku.

Ahhhhhhhhh, selama ini ada satu keanehan yang  aku rasakan pada diriku  yaitu satu per satu sahabatku meninggalkan diriku. Ketika aku baru menjabat sebagai wako setiap kali aku tiba di Jakarta banyak pengusaha menjamu aku makan,dari restaurant ke restaurant,dari café ke café.Tetapi, sekarang aku sendiri yang harus membayar lunch.

Mereka yang mentraktir dan menjamu aku makan,  mungkin mengharapkan mendapat kemudahan proyek. Tidak ada proyek kecil yang dapat aku tawarkan kepada mereka sehingga mereka satu per satu  menjauhkan diriku. Cinta, aku baru memahami makna koncoisme, mereka mau menjadi koncoku jika aku dapat menawarkan sesuatu kepada mereka. Dasar,”orang kita”, memang begitu sikap mereka.

Ada dua agenda yang sangat mendesak dan perlu mendapat perhatianku. Cap go meh dan ketua DPRD Singkawang. Tidak seperti tahun yang lalu, panitia cap go meh sudah terbentuk bebearapa bulan sebelum merayakan event  yang kita banggakan itu. Tetapi pada tahun ini, hingga sampai saat ini belum ada pihak siap mendukung acara ini.Temanku yang membantu aku meloby di Permasis sudah tiada, aku baru menyadari betapa penting “nilai” sebuah persahabatan. Aku kuatir tanpa dukungan Permasis merayakan event cap go meh pasti tidak meriah. “Engkau harus siap menghadapi perubahan yang terjadi di Permasis. Dibawah kepemimpinan dan team baru Permasis sudah pasti mereka tidak akan memberi dukungan. Jika mereka memberi dukungan, berarti tidak ada perubahan kebijakan antara pimpinan baru dengan pimpinan lama. Kalau ini terjadi, kredibilitas Permasis semakin diragukan oleh masyarakat, ini akan merugikan Permasis.” Aku menjadi sedih mendengar Cinta mengatakan seperti itu.

Ada satu lagi masalah cukup memusingkan diriku, DPRD Singkawang. Dimasa yang akan datang pasti banyak “drama” show di gedung dewan. Perhatianku terbagi dua, sebagian untuk tugasku dan sebagian lain untuk  mengkordinasi jocky-jockyku.Mereka belum berpengalaman, pasti akan banyak melakukan kesalahan yang bisa menjadi bahan ketawakan orang. Orang yang harus aku hadapi jumlahnya banyak di gedung itu, baik itu orang baru ataupun lama. Orang baru, mereka bekas suara penentang patung naga dijalanan, sekarang mereka bergema didalam gedung dewan. Aku sungguh menyesal ketika Pak Aliok ingin ikut dalam pemilihan legislatif yang lalu tetapi aku tolak wancana beliau. Seandainya beliau ikut pasti terpilih. Jabatan ketua DPRD aku akan percayakan kepada beliau, tidak ada yang perlu aku pusingkan seperti sekarang ini. Aku menyesal,merasa bersalah kepada Pak Aliok, Cinta.

Pak…Pak. Bangun …bangun. Mimpi lagi,Pak ? Kata istriku. Iya, Bu. Sudah lama aku tidak tidur seenak seperti hari ini. Liburan  Lebaran, aku bermimpi bercakap cakap dengan sahabatku, CintaSingkawang.

 

CintaSingkawang,25 September 2009