Korban Betonisasi

Fitnah seputar ‘Betonisasi” di kalangan para pendukung HK

    
30 Oktober 2010

Komentar:
Jika menghadapi “kegagalan” dalam perjalanan hidup  kariernya, reaksi pertama yang timbul dalam benak orang tersebut ketika  melihat kegagalan yaitu “penyangkalan”. Kegagalan itu tidak akan pergi  dengan cara melakukan penyangkalan. Pada saat sedang menghadapi kegagalan orang cenderung  menyalahkan pihak lain karena kegagalan yang dialaminya. Atau  mencari orang yang tidak berdosa sebagai korban penyangkalan untuk menebus kegagalannya. Tetapi hal terburuk tentang menyalahkan orang lain atas kegagalan adalah mengajak  orang lain untuk  mengevaluasi  kembali seluruh  keberhasilan yang pernah dicapainya. Jika ini terjadi, bahkan bisa menimbulkan persoalan baru. Sekedar contoh,  masalah Betonisasi yang sedang terjadi di kota Singkawang.

Sebuah rumor sedang beredar di kalangan pendukung HK bahwa ide betonisasi jalan utama kota Singkawang bukan berasal dari Walikota “Spektakuler “ HK melainkan dari Pak Edy Yacoub. Dengan pengertian bahwa kegagalan proyek betonisasi di Singkawang Pak Edylah yang harus bertanggungjawab. Sebuah usaha untuk menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dihadapi Pak HK.  Pak Edy menanggapi itu sebagai isu pemfitnahan tetapi para pendukung Pak Edy dan partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melihat hal itu sebagai masalah sangat mengelikan oleh sebab itu para petinggi PPP sudah menyindir via  Pontianakpost agar HK selalu menyanyikan lagu “kemesraan” bukan lagu Pance . Suara yang tidak resmi sedang bergema di kota Singkawang “ Kalau Pak HK macam-macam kami akan mem-HK-kan dia, Nanti nasib pemerintah Pak HK seperti pemerintah  Gus Dur dilengserkan karena partai yang berkoalisi menarik dukungan ” kata penentu mekanisme partai PPP itu . Tentu saja ini bukan sebuah peringatan biasa karena kelangsungan pemerintah Pak HK tergantung  kemurahan hati pada mereka yang menentukan kebijakan partai P3. Selama tiga tahun ini pendukung Pak Edy sudah kurang happy dengan cara Pak HK membagikan bagian cake pemerintahan. Para pendukung Pak Edy mendapat porsi kecil padahal mereka sudah berjasa mengantar Pak HK ke kursi wako Singkawang.

Kegagalan proyek betonisasi jalan utama kota Singkawang memberi dampak  ketidakkepercayaan komunitas Tionghoa Singkawang terhadap pemerintah Pak HK. Menurut tokoh  veteran pejuang hak azasi masyarakat Tionghoa Singkawang pada era tahun 90an ini,  Pak Kenny Kumala mengatakan:”Komunitas Tionghoa Singkawang yang tinggal di kawasan kota sudah menarik dukungan mereka terhadap Pak HK. Dari kota kemudian pelan-pelan diikut oleh komunitas Tionghoa yang tinggal di pinggiran kota”.  Kejadian ini berlawan cara yang dipakai pak HK ketika kampanye Pilkada ‘dari kampung mengepung kota’(teori Mao), sekarang Pak HK menghadapi situasi; ‘memberi contoh dari kota ke kampung’( teori Deng). Sanggupkah Pak HK selalu menyangkal terus bahwa proyek betonisasi bukan tanggungjawab Beliau?

Masyarakat Singkawang menunggu jawaban dari Beliau.
 Menurut perkiraan masyarakat pasti ada korban betonisasi lain ketika Pak HK melakukan reshuffle kabinet. Kemungkinan besar kepala Kadis Bina Marga SDA & ESDM dan akan dikorbankan. Karena instansi ini dianggap bertanggungjawab dalam pelaksanaan proyek betonisasi. Kalau tidak ada “korban” masalah betonisasi ini akan sulit diakhiri oleh HK  . 

 


 
CintaSingkawang, 30 Oktober 2010