|
Kunjungan Cinta ke
desa Kopisan(Tanjung Batu dalam)
beberapa hari yang lalu, bukan sebuah
kunjungan dinas atau sebuah kunjungan
gaya
pejabat.Sebagai lazimnya kunjungan para
pejabat,yang selalu menawarkan berbagai
proyek untuk masyarakat yang dikunjungi.
Kunjungan Cinta sangat berbeda. Tidak
ada sambutan resmi ,tidak ada
tarian barongsai menerima Cinta.
Sebelum kedatangan cinta kesana,sudah
cinta jelaskan kepada komunitas Kopisan
tidak perlu ada acara sambutan untuk
Cinta. Bagi Cinta formalitas seperti itu
memang tidak perlu karena acara
sambutan resmi kadang-kadang merepotkan
pada tuan rumah.Cinta tidak ingin
merepotkan mereka.
Kedatangan Cinta di
desa Kopisan adalah ingin melihat lebih
dekat kehidupan pada para petani dan
mencari fakta perubahan mutu kehidupan
komunitas disana yang
terjadi selama ini.Fakta ini sangat
penting bagi kita, karena ini dapat
dijadikan sebagai indikator terhadap
keberhasilan pemerintah Pak Hasan Karman
membawa pembaruan dan meningkatkan
standar kehidupan pada petani di desa
Kopisan.
Sebagian
besar para petani di desa kopisan adalah
petani sayur.Kelangkaan pupuk bersubsidi
sangat mempengaruhi produksi
mereka,tanpa pupuk usaha mereka akan
gagal.Menurut mereka pada masa
pemerintahan Pak Awang
tidak terjadi kelangkaan pupuk,mereka
mudah mendapat pupuk. Kata Pak Afui”mase
pemerintahan lung(abang) Awang kamek tak
suseh pupuk,boleh pesta tuk berhari-hari”
dengan logat melajunya pak Afui
mengungkapkan perasaan mereka.Menurut
mereka ada dua hal yang paling mereka
merasakan perbedaan antara pemerintah
Pak Awang dengen Pak Hasan.
|
Dalam
hal pelayanan |
Pak
Awang |
Pak
Hasan |
|
Pupuk
bersubsidi&insektisida |
Selalu ada
stock,mudah didapat
-bebas
memilih jenis pupuk
|
Tidak ada
stock,dimanupulasi org tertentu.
-ada indikasi
kearah pemaksaan memakaian pupuk
organik(menciptakan krisis pupuk
urea)
|
|
Izin
berkumpul/keramaian |
3malam>perlu
izin,
3malam<tdk perlu izin |
Harus
izin,max=2malam |
Dibawah pemerintahan
Pak Hasan Karman,bukan,hanya dampak
krisis ekonomi yang mereka
rasakan tetapi hak sipil
mereka jugadikekang. Seperti kebebasan
berkumpul(acara keramaian),hanya
diizinkan 2malam saja.
Cinta
melihat mereka begitu rindu apa yang
pernah mereka nikmati ketika era
pemerintahan Pak Awang. Supaya, mereka
bernostalgia Cinta menyampaikan
sebuah kabar burung bahwa Pak Awang
mencalonkan diri sebagai
kandidat caleg.Jika nanti beliau
terpilih beliau akan berusaha menjadi
ketua DPRD Singkawang.Kalau ini terjadi,
betapa dinamika politik di
Singkawang.Ini akan menguntungkan mereka
yang selama ini tidak diperhatikan .Mereka
senang mendengar kabar yang menarik itu.
Entahlah Pak Hasan
memahami “prinsip”
memelihara burung merpati,jika tuannya
tidak memberikan perhatian kepadanya dia
akan terbang kerumah tetangga mencari
tuan baru.Begitu juga akan terjadi pada
komunitas kita di desa Kopisan jika
Pak Hasan tidak hati-hati
menangani hal ini.
Dari desa Kopisan,
Cinta menuju ke Kuala Singkawang karena
menerima berita dari teman Cinta,lung
Amat mengatakan ada festival
“tembakol” sedang berlangsung
dikeluarahan
Kuala,Singkawang.Festival yang sangat
aneh ini,diselenggarakan oleh
dinas pariwisata Singkawang ,instansi
perintah .Kegiatan festival tembakol
yaitu lomba menangkap dan memotret
binatang amphibi(tembakol) ini
yang hidup ditepi pantai(sungai,parit)
yang ada tanah lecet.
Sejauh ini,belum ada
data yang menyatakan
tembakol memiliki nilai ekonomi dan
keistimewaannya.Tetapi ,tembakol
merupakan makanan orang miskin di Jepang
ketika perang dunia kedua. Hanya itu
yang kita tahu tentang tembakol.
Tentu
saja masyarakat tidak tertarik dengan
festival ini karena tidak mendatangkan
manfaat bagi mereka.Disamping Cinta,
berdiri seorang mahasiswa
mengatakan kepada temannya”mari juk kita
ajak wako kita membersihkan sungai
Singkawang bersama-sama.Itu lebih banyak
manfaatnya”. Seorang kakek tidak jauh
dari situ spontan memberi jawaban
terhadap ajakan anak muda itu”aku mau
ikut.Biar tua aku mau membuat sesuatu
bermanfaat.Sick of pemimpin
yang tidak produktif’’.Emosi si kakek
itu dapat kita pahami,kalau kita
memiliki sesuatu tidak berguna dan
merasa frustrasi.
|