Mengunjungi Desa Kopisan

15 Juli 2008
Komentar:

Kunjungan Cinta ke desa Kopisan(Tanjung Batu dalam) beberapa hari yang lalu, bukan sebuah kunjungan dinas atau sebuah kunjungan gaya pejabat.Sebagai lazimnya kunjungan para pejabat,yang selalu menawarkan berbagai proyek untuk masyarakat yang dikunjungi. Kunjungan Cinta sangat berbeda. Tidak ada sambutan resmi ,tidak ada  tarian barongsai menerima Cinta. Sebelum kedatangan cinta kesana,sudah cinta jelaskan kepada komunitas Kopisan tidak perlu ada acara sambutan untuk Cinta. Bagi Cinta formalitas seperti itu memang tidak perlu karena  acara sambutan resmi kadang-kadang merepotkan pada tuan rumah.Cinta tidak ingin merepotkan mereka.

Kedatangan Cinta di desa Kopisan adalah ingin melihat lebih dekat kehidupan pada para petani dan mencari fakta perubahan mutu kehidupan komunitas disana  yang terjadi selama ini.Fakta ini sangat penting bagi kita, karena ini dapat dijadikan sebagai indikator terhadap keberhasilan pemerintah Pak Hasan Karman membawa pembaruan dan meningkatkan standar kehidupan pada petani di desa Kopisan.

 Sebagian besar para petani di desa kopisan adalah petani sayur.Kelangkaan pupuk bersubsidi sangat mempengaruhi produksi mereka,tanpa pupuk usaha mereka akan gagal.Menurut mereka pada masa pemerintahan  Pak Awang tidak terjadi kelangkaan pupuk,mereka mudah mendapat pupuk. Kata Pak Afui”mase pemerintahan lung(abang) Awang kamek tak suseh pupuk,boleh pesta tuk berhari-hari” dengan logat melajunya pak Afui mengungkapkan perasaan mereka.Menurut mereka ada dua hal yang paling mereka merasakan perbedaan antara pemerintah Pak Awang dengen Pak Hasan.

Dalam hal pelayanan Pak Awang Pak Hasan
Pupuk bersubsidi&insektisida

Selalu ada stock,mudah didapat

-bebas memilih jenis pupuk

 

Tidak ada stock,dimanupulasi org tertentu.

-ada indikasi kearah pemaksaan memakaian pupuk organik(menciptakan krisis pupuk urea)

Izin berkumpul/keramaian 3malam>perlu izin,
3malam<tdk perlu izin
Harus izin,max=2malam

 

Dibawah pemerintahan Pak Hasan Karman,bukan,hanya dampak  krisis ekonomi yang mereka rasakan tetapi  hak sipil mereka jugadikekang. Seperti kebebasan berkumpul(acara keramaian),hanya diizinkan 2malam saja.

 Cinta melihat mereka begitu rindu apa yang pernah mereka nikmati ketika era pemerintahan Pak Awang. Supaya, mereka  bernostalgia Cinta menyampaikan sebuah kabar burung bahwa Pak Awang  mencalonkan diri  sebagai kandidat caleg.Jika nanti beliau terpilih beliau akan berusaha menjadi ketua DPRD Singkawang.Kalau ini terjadi, betapa dinamika politik di Singkawang.Ini akan menguntungkan mereka yang selama ini tidak diperhatikan .Mereka senang mendengar kabar yang menarik itu.

Entahlah Pak Hasan memahami “prinsip”  memelihara burung merpati,jika tuannya tidak memberikan perhatian kepadanya dia akan terbang kerumah tetangga mencari tuan baru.Begitu juga akan terjadi pada komunitas kita di desa Kopisan jika  Pak Hasan tidak hati-hati menangani hal ini.

Dari desa Kopisan, Cinta menuju ke Kuala Singkawang karena menerima berita dari teman Cinta,lung  Amat mengatakan ada festival  “tembakol” sedang berlangsung dikeluarahan  Kuala,Singkawang.Festival yang sangat aneh ini,diselenggarakan oleh  dinas pariwisata Singkawang ,instansi perintah .Kegiatan festival tembakol yaitu lomba menangkap dan memotret  binatang amphibi(tembakol) ini yang hidup ditepi pantai(sungai,parit) yang ada tanah lecet.

Sejauh ini,belum ada data yang menyatakan  tembakol memiliki nilai ekonomi dan keistimewaannya.Tetapi ,tembakol merupakan makanan orang miskin di Jepang ketika perang dunia kedua. Hanya itu yang kita tahu tentang tembakol.

 Tentu saja masyarakat tidak tertarik dengan festival ini karena tidak mendatangkan manfaat bagi mereka.Disamping Cinta,  berdiri seorang mahasiswa mengatakan kepada temannya”mari juk kita ajak wako kita membersihkan sungai Singkawang bersama-sama.Itu lebih banyak manfaatnya”. Seorang kakek tidak jauh dari situ spontan memberi jawaban terhadap ajakan anak muda itu”aku mau ikut.Biar tua aku mau membuat sesuatu bermanfaat.Sick of  pemimpin yang tidak produktif’’.Emosi si kakek itu dapat kita pahami,kalau kita memiliki sesuatu tidak berguna dan merasa frustrasi.

 

 

CintaSingkawang,15Juli2008