Sanggupkah Pak Hasan Karman mengembalikan konfiden masyarakat

03Juni 2010

Komentar:

Di dalam benak Pak Hasan Karman sudah pasti menyalahkan orang lain bahkan cenderung mencari kambing hitam tentang skandal makalah Sekilas; Melayu Asal Usul dan Sejarahnya yang Beliau tulis dua tahun yang lalu. Mengapa makalah itu dipertanyakan dan dipermasalahkan sekarang? Itulah pertanyaan yang selalu terbayang di dalam pikiran Beliau beberapa hari ini.  Memang, sudah merupakan kebiasaan orang kalau diri sendiri membuat kesalahan cenderung menyalahkan orang lain, berusaha memungkiri dari segala pertanggungjawaban dari perbuatannya. Tetapi, berbeda dengan orang bijak selalu menghindar diri dari perbuatan yang memiliki resiko, baik resiko itu datang sekarang ataupun kemudian hari. Nah, seandainya Pak Hasan Karman memahami prinsip kebijaksanaan ini tentu saja Beliau tidak akan sembarang mengutip atau menyontek buku karangan orang lain. Sehingga sekarang tidak terjadi ancaman terhadap kariernya.

Sementara sibuk mencari solusi untuk mengatasi krisis ini, pertahanan tubuh Pak wako Hasan Karman dipastikan menurun, tensinya naik. Konsentrasi terhadap pekerjaan juga menurun, kontrol terhadap bawahan juga terbengkalai terutama pejabat-pejabat eselon 2 dan 3 dalam “Kabinet Spektakuler HK”.

Sedangkan bawahannya dipastikan akan  ragu-ragu menjalankan tugas. Situasi ini seperti dalam cerita klasik tentang seorang tuan tanah yang kaya raya pada saat menjelang kematiannya. Istri-istri dan anak-anaknya berkumpul menanti kematiannya, mereka hanya tertarik pembagian harta kekayaan bukan mencoba memberi ketenangan pada saat-saat sangat krisis.

Katakanlah entah beberapa kepala instansi yang diangkat Pak Hasan Karman . Mungkin diantara mereka bukan pada bidangnya, yang penting menurut perhitungan Pak HK mereka ini adalah orang-orang yang bisa disulap menjadi pengikut HK fanatik. Sampai saat ini tidak seorangpun orang yang diangkat Pak HK  itu memiliki inisiatif yang dapat membantu Pak HK mengatasi krisis ini. Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar orang yang diangkat Pak HK  itu adalah ex  anak asuh dari lawan politiknya, Pak Awang.  Mereka ini sejak kecil sudah disusui oleh Pak Awang dan kini setelah mereka dewasa dititipkan pada majikan barunya yaitu Pak HK.

Kita dapat membayangkan sebuah birokrasi dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat, tetapi di dalam ada pertentangan kepentingan yang sangat mendasar apakah birokrasi seperti itu dapat berfungsi dengan baik?  Padahal Pak HK pernah memiliki master plan reform masalah pelayanan kepada publik supaya masyarakat Singkawang mendapat pelayanan yang lebih baik dari birokrasi.

Masyarakat semakin pesimis akan kemampuan pemerintahan Pak Hasan Karman dapat memberi pelayanan umum yang lebih baik. Untuk mengembalikan rasa konfiden masyarakat terhadap Pak Hasan Karman memang sangat sulit. Dari segi birokrasi(jabatan) sudah tidak ada lowongan yang  bisa dipromosikan kepada mereka(pegawai) yang berprestasi dan kerja keras. Sudah jelas mereka tidak mungkin mau kerja keras tanpa ada promosi. Dalam situasi yang serba tidak  menentu ini mereka bertanya-.tanya kepada diri masing-masing siapakah boss baru kita kelak?

 

 

CintaSingkawang, 03Juni 2010