Undangan Komisi IX DPR RI 

12 Februari 2009
Komentar:
Majelis Adat dan Budaya Tionghoa(MABT) Kota Singkawang mendapat undangan dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Jakarta,dalam acara sharing di Senayan.MABT Singkawang akan hadir di Lantai I, ruang Nusantara di Senayan pada tanggal 4/3/2009 nanti.

Dengan diundangnya  MABT Singkawang  sebagai salah satu peserta acara sharing di Senayan,tidak luput dari peranan  MABT  di dalam masyarakat Singkawang.  Selama ini MABT Singkawang  tidak ingin terlibat dalam  politik praktis, tidak  ingin kerjasama dengan pihak yang memanfaatkan MABT untuk tujuan politik. Kepercayaan masyarakat Singkawang terhadap  sikap MABT sebagai ormas yang  Independen, bukan ormas yang  berbicara untuk kepentingan pemkot Singkawang alias  pembisik HK. Kepercayaan ini,dapat kita nilai ketika demo patung naga.Para pihak penentang pembangunan patung naga datang ke kantor MABT Singkawang memberikan penjelasan dan jaminan kepada  MABT, yang menjadi sasaran  mereka  yaitu patung naga ,bukan komunitas Tionghoa Singkawang.

Komunitas  Tionghoa Singkawang juga memuji sikap MABT  dengan tegas tidak memberikan dukungan terhadap pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga. Karena proyek  patung naga tersebut bukan proyek  komunitas Tionghoa Singkawang.

Peran serta MABT Singkawang tidak sedikit dalam memadamkan aksi yang  menjurus kepada tindakan anarkhis yang hampir meledak di Singkawang beberapa bulan terakhir ini.

Pak Wijaya Kurniawan, sebagai ketua MABT Singkawang menyadari  tantangan yang dihadapi ormas yang Beliau pimpin.Supaya  MABT tidak ditelan oleh PERMASIS, MABT harus menjadi ormas yang Independen tanpa  harus kerjasama dengan Pak Hasan Karman dkk.Pada prinsipnya jika MABT kerjasama dengan mereka,berarti MABT menyerahkan diri kepada PERMASIS.

Salah satu alasan mengapa MABT diminta oleh  Komisi IX DPR RI  untuk memberi input tentang berbagai aspek  kehidupan  dan pembangunan di kota Singkawang, karena MABT merupakan ormas yang Independen.Sifat  keindependenan ini dapat memberikan input yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kita percaya team MABT Singkawang yang dipimpin oleh Pak Wijaya Kurniawan ini kelak akan menyampaikan inspirasi masyarakat Singkawang kepada Komisi IX DPR RI dengan sejujur-jujurnya,disamping itu Komisi IX DPR-RI ingin mendapakan laporan langsung mengenai kunjungan UNFPA ke MABT Singkawang pada tgl 04 Febuari yang lalu.

CintaSingkawang,07Februari2009