Majelis Adat dan Budaya Tionghoa(MABT)
Kota Singkawang mendapat undangan dari
Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia di Jakarta,dalam
acara sharing di Senayan.MABT Singkawang
akan hadir di Lantai I, ruang Nusantara
di Senayan pada tanggal 4/3/2009 nanti.
Dengan diundangnya MABT
Singkawang sebagai salah satu
peserta acara sharing di Senayan,tidak
luput dari peranan MABT di
dalam masyarakat Singkawang. Selama ini
MABT Singkawang tidak ingin
terlibat dalam politik praktis,
tidak ingin kerjasama dengan pihak
yang memanfaatkan MABT untuk tujuan
politik. Kepercayaan masyarakat
Singkawang terhadap sikap MABT
sebagai ormas yang Independen,
bukan ormas yang berbicara untuk
kepentingan pemkot Singkawang alias
pembisik HK. Kepercayaan ini,dapat kita
nilai ketika demo patung naga.Para pihak
penentang pembangunan patung naga datang
ke kantor MABT Singkawang memberikan
penjelasan dan jaminan kepada
MABT, yang menjadi sasaran mereka
yaitu patung naga ,bukan komunitas
Tionghoa Singkawang.
Komunitas Tionghoa
Singkawang juga memuji sikap MABT dengan
tegas tidak memberikan dukungan terhadap
pembangunan patung naga di persimpangan
Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga. Karena
proyek patung naga tersebut bukan
proyek komunitas Tionghoa
Singkawang.
Peran serta MABT Singkawang tidak
sedikit dalam memadamkan aksi yang
menjurus kepada tindakan anarkhis yang
hampir meledak di Singkawang beberapa
bulan terakhir ini.
Pak Wijaya Kurniawan, sebagai
ketua MABT Singkawang menyadari tantangan
yang dihadapi ormas yang Beliau
pimpin.Supaya MABT tidak ditelan
oleh PERMASIS, MABT harus menjadi ormas
yang Independen tanpa harus
kerjasama dengan Pak Hasan Karman
dkk.Pada prinsipnya jika MABT kerjasama
dengan mereka,berarti MABT menyerahkan
diri kepada PERMASIS.
Salah satu alasan mengapa MABT
diminta oleh Komisi IX DPR RI
untuk memberi input tentang berbagai
aspek kehidupan dan
pembangunan di kota Singkawang, karena
MABT merupakan ormas yang
Independen.Sifat keindependenan
ini dapat memberikan input yang sesuai
dengan fakta yang sebenarnya. Kita
percaya team MABT Singkawang yang
dipimpin oleh Pak Wijaya Kurniawan ini
kelak akan menyampaikan inspirasi
masyarakat Singkawang kepada Komisi IX
DPR RI dengan sejujur-jujurnya,disamping
itu Komisi IX DPR-RI ingin mendapakan
laporan langsung mengenai kunjungan
UNFPA ke MABT Singkawang pada tgl 04
Febuari yang lalu.
|