Komentar:
Pengunduran  tokoh muda  Tionghoa Singkawang ,Pak Hasan Karman dari kepengurusan Permasis

Pengunduran  tokoh muda  Tionghoa Singkawang, Pak Hasan Karman dari kepengurusan Permasis sungguh mengejutkan kita. Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua IV Bidang Umum dan Humas dalam organisasi Permasis. Apakah pengunduran Pak Hasan Karman akan memberi dampak terhadap organisasi Permasis? Dampak dari pengunduran ini terasa di dalam rapat Permasis, di mana rapat tersebut memerlukan waktu 3 jam lebih untuk mengupas hal ini, seperti apa yang diberitakan oleh Buletin Permasis edisi 6 pada hal 40.

 Berita tentang pengunduran diri tokoh muda kita ini muncul pada tanggal 21 Juli 2007. Pengunduran ini tidak disiarkan melalui forum kesayangan orang Singbebas seperti milist Singkawang.us .Cintasingkawang melihat hal ini tidak seperti kebiasaan yang terjadi selama ini. Tidak dipublikasi, seakan-akan peristiwa penting ini sengaja dihindari dari sorotan masyarakat.

Seperti apa yang dikatakan oleh Pak Hasan Karman dalam statement pengunduran dirinya bahwa Beliau mencalonkan diri sebagai kandidat walikota untuk Pilkada Singkawang pada 15 Nopember nanti. Ini sesuai dengan prosedur menurut anggaran dasar(AD) Permasis pada Bab IX pasal 23 ayat 8,Beliau harus mundur  dari Permasis.

Jika seseorang menyatakan mengundurkan diri dari suatu organisasi sosial, pasti ada sebab yang mendasari pengunduran tersebut. Penyebab tersebut sering tidak dicantumkan didalam AD/ART suatu organisasi. Marilah kita melihat sebab-sebab apa yang menyebabkan seseorang mundur diri dari suatu organisasi.

-Tekanan dari dalam organisasi itu sendiri : Suatu Organisasi meminta anggotanya untuk mengundurkan diri karena takut anggotanya akan merusak image organisasinya. Terutama dampak negatif yang dilakukan oleh anggota yang bersangkutan dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap organisasi tersebut.Seandainya kepergian Pak Hasan Karman dari Permasis karena mendapat tekanan, tentu saja hal ini merupakan tindakan yang tidak bijaksana dari organisasi tersebut. Karena apapun hasil dari pilkada Singkawang nanti, tidak akan memberi dampak negatif terhadap Permasis, walaupun Pak Hasan Karman sebagai kandidat wako dan juga anggota Permasis. Beliau dari anggota Permasis atau tidak, ini tidak akan memberi pengaruh terhadap dukungan masyarakat terhadap Beliau dalam Pilkada Singkawang.Permasis sebagai Ormas yang umurnya masih muda, tentu saja masih belum mendapat tempat dihati komunitas Tionghoa Singbebas. Sebagian dari komunitas Tionghoa Singbebas curiga ormas seperti Permasis yang berorientasi masalah Tionghoa Singbebas tetapi dalam menjalankan programnya mengurus kepentingan Ormas lain. Bahkan kita sering mendengar dari komunitas Tionghoa Singbebas ada sebuah lelucon tentang Permasis, singkatan dari “Pembela Muhammadiyah Sudah Intim Sekali”.

Pandangan dari komunitas kita tidak bisa kita hindarkan, karena mereka memiliki alasan. Menurut mereka, selama ini Permasis sibuk mengurus pentingan Muhammadiyah. Padahal Muhammadiyah adalah salah satu dari organisasi tertua di Indonesia. Memiliki jaringan secara nasional. Memiliki ratusan institusi pendidikan dari taman kanak-kanak sampai universitas. Baik dari segi keuangan maupun management, Muhammadiyah tidak perlu mendapat bantuan dari Permasis karena Muhammadiyah memiliki sumber income dan berpengalaman dibidang management. Sudah merupakan kewajiban Muhammadiyah membangun sekolahnya sebagai komitmen organisasi mereka terhadap umatnya dan Negara Indonesia. Bukan kewajiban Permasis membantu pembangunan sekolah untuk Muhammadiyah.Kerjasama antara Permasis dengan Muhammadiyah sejauh ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan keuntungan bagi pihak Permasis.

 Perlu diingatkan,99% donasi di Permasis berasal dari  donatur etnis Tionghoa Singbebas.Kita percaya pada donator ini mempunya satu komitmen yang sama  yaitu membantu komunitas Tionghoa Singbebas yang hidupnya dalam  kemiskinan.Kontribusi mereka mempercayakan kepada Permasis dengan harapan Permasis dapat melaksanakan misi mereka.Pembinaan dan pembangunan SDM etnis Tionghoa Singbebas perlu mendapat perhatian serius..Jika tidak, kelak komunitas ini akan tertinggal dalam hal pembangunan SDM dibandingkan etnis lain yang ada di daerah Singbebas.Tanpa ada persiapan SDM lebih dini akan menghambat proses pembangunan Negara Indonesia hususnya daerah Singbebas.Harapan komunitas Tionghoa Singbebas, kehadiran Ormas seperti Permasis diharapkan dapat fokus untuk memecahkan masalah kemiskinan dikalangan komunitas Tionghoa Singbebas di Singbebas. Komunitas Tionghoa Singbebas adalah bagian dari warganegara Indonesia, membangun  komunitas ini juga berarti membangun Negara Indonesia yang kita cintai. Tidak perlu merasa takut membangun komunitas Tionghoa Singbebas.

 -Ingin menghabiskan waktu dengan keluarga: Ini termasuk salah satu alasan klasik yang sering dipakai bagi seseorang untuk menyatakan mengundurkan diri dari suatu organisasi. Soal waktu, Pak Hasan Karman memiliki banyak waktu, buktinya Beliau sering nongkrong di net. Bukan faktor waktu yang menyebabkan Beliau pergi dari Permasis.

 -Kesehatan tidak fit: Karena sakit, tidak dapat menjalankan tugas didalam organisasi. Kita melihat Pak Hasan Karman sangat fit ,bukan masalah kesehatan membuat Beliau mundur dari Permasis.

 -Tidak memiliki prospektif yang baik: Seseorang akan mundur dari organisasi apabila posisi jabatannya tidak memiliki masa depan untuk mendapatkan promosi, tidak ada kesempatan naik pangkat. Dalam kasus Pak Hasan Karman dengan Permasis, tentu saja ini bukan alasan yang menyebabkan Beliau meninggalkan Permasis karena jabatan. Sepengetahuan CintaSingkawang, Pak Hasan Karman  adalah seorang humble dan tidak gila jabatan.

 -Perbedaan pendapat: Sering terjadi perbedaan pendapat didalam organisasi menyebabkan para anggotanya mengundurkan diri. Tetapi semua anggota Permasis kompak, jadi kepergian Pak Hasan Karman dari Permasis bukan disebabkan perbedaan pendapat. Kekompakkan mereka dapat kita lihat dari koresponden pada anggotanya selalu diakhiri dengan kata “salam kompak selalu”.

Kesimpulan Cintasingkawang: kepergian Pak Hasan Karman memang murni tanpa ada sebab yang tersembunyi. Karena kesibukkan menghadapi Pilkada Singkawang Beliau tidak ada waktu untuk menjalankan tugasnya di Permasis. Pantas disayangkan kepergian Beliau dari Permasis, berarti  Permasis kehilangan satu cendakiawan muda. Setiap kehilangan cendakiawan di dalam  suatu organisasi akan mempengaruhi kebijaksanaan yang dihasilkan oleh organisasi tersebut. Betapa baiknya bila pada AD Permasis pada Bab IX pasal 23 ayat 8, kata-katanya diganti dari “resign” menjadi “step down”. Supaya kelak tidak kehilangan banyak cendakiawan yang dimiliki oleh Permasis.

CintaSingkawang,23 September 2007