Pak Wako merayakan Hari Bacang bersama komunitas Tionghoa Singkawang

08 Juni 2009
Komentar:

Gaya Wako kita,Pak Hasan Karman merayakan perayaan hari Bacang sangat berbeda dengan pada umumnya komunitas Tionghoa Singkawang.Makna dari perayaan bacang bagi komunitas Tionghoa Singkawang  adalah mengingat kembali perjuangan Qu Yuan pada abad ke-empat sebelum masehi. Pada masa itu kerayaan Chu diperintah oleh raja Huai,Qu Yuan adalah penasihatnya. Raja Huai sangat kejam,menindas rakyat,ketidakmampuan dirinya memimpin dan cenderung mempersalahkan rakyatnya,nasihat dari Qu Yuan tidak pernah digubris dan dituruti. Qu Yuan sangat kecewa dengan pemerintahan raja Huai. Qu Yuan melakukan bunuh diri dengan cara terjun kedalam sungai sebagai cara unjuk rasa /memprotes terhadap kekejaman kerajaan Chu.

 

Bagi Pak Hasan Karman merayakan Ng Nyat Ciat pada tanggal 01Juni2009,di gedung Sun Moon Singkawang bukan mengingatkan perjuangan Qu Yuan.Tetapi menunjukkan kepada masyarakat bahwa Beliau memiliki 7 anggota DPRD yang baru terpilih dari etnis Tionghoa Singkawang yang bisa diajak kerjasama dengan Beliau,alias sebagai konco-konconya.Acara ini diberi nama “Acara makan Bacang bersama”. Dalam acara ini Pak Hasan Karman menyampaikan unek-unek didepan komunitas Tionghoa Singkawang.Ada beberapa hal yang dikemukakan oleh Pak wako kita perlu kita tanggapi sebagai komunitas Tionghoa Singkawang. Dalam pernyataan Beliau tentang jumlah anggota DPRD yang terpilih. Beliau menyalahkan komunitas Tionghoa Singkawang tidak bersatu, kalau bersatu seharusnya mendapat 13 kursi(13 anggota DPRD).

Kita tidak tahu  jelas apa yang dimaksudkan oleh Pak wako  “bersatu” itu.Mungkin maksud Beliau yaitu orang bersedia kerjasama dengan Beliau dan siap melakukan misi yang Beliau inginkan atau tunduk kepada Beliau.Tetapi ada satu hal yang sangat jelas di dalam pikiran Pak wako kita yaitu ada komunitas Tionghoa Singkawang tidak bisa diajak “berkompak ria”alias tidak memberikan dukungan kepada Beliau. Kelompok ini adalah komunitas Tionghoa Singkawang memahami falsafat Qu Yuan,mereka ini tidak ingin mengorbankan kepentingan umum untuk kepentingan pribadi Pak Hasan Karman. Walaupun Pak Hasan Karman sering mengatakan kebijakan yang  Beliau ambil untuk kepentingan komunitas Tionghoa Singkawang. Orang yang sering klaim seperti itu perlu kita waspadai terutama klaim dari Pak Hasan Karman.

 

Keluhan Pak Hasan Karman juga dicurhatkan dalam acara makan bacang bersama,mengenai ketidaknyaman hidup dikota Singkawang selama ini sering terjadi listrik mati, air leding tidak lancar.Mengapa semua (ketidaknyaman)sebagai kesalahan dilemparkan kepada saya? Tanya Pak Hasan Karman kepada hadirin. Sikap Pak Hasan Karman tidak menunjukkan sedikitpun tanggungjawab Beliau terhadap janjinya kepada masyarakat Singkawang, bahwa Beliau sanggup menangani masalah listrik dan air bahkan bandara ,investor . Ketika Pilkada,Pak Hasan Karman pernah menawarkan kepada masyarakat Singkawang bahwa Beliau sanggup mengatasi masalah air dan listrik di kota Singkawang sebagai bagian dari paket program membangun kota Singkawang Spektakuler yang sekarang sudah tidak lagi populer. Sudah sangat jelas,Pak Hasan Karman yang menawarkan kepada masyarakat Singkawang bukan masyarakat Singkawang yang meminta.Mengapa Beliau harus menyalahkan masyarakat Singkawang atas ketidakmampuan dirinya memberi kenyaman hidup untuk masyarakat Singkawang di kota Singkawang? Kita sebagai masyarakat Singkawang tentu saja kita tidak dapat terima “ketidakmampuan” Beliau jadikan bahan untuk menyalahkan kita? Apakah masyarakat Singkawang salah memilih?

 

 

CintaSingkawang,08 Juni 2009