Pemilihan Ketua Cap Go Meh 2010

07 November 2009
Komentar:

Pada tanggal 6 Nopember 2009, di Berlian Restoran Jl Juanda Jakarta diadakan acara pertemuan yang  dihadiri para elite komunitas Tionghoa Singkawang,Namum dalam acara tersebut kali ini berbeda seperti sebelumnya banyak tokoh Singkawang tidak menghadiri acara tersebut ada yang beralasan karena rapat di Permasis, ada yang sengaja tidak menghadirinya . Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut, Pak Aliok, Pak Agus, Pak Chin Miaw Fuk, Pak Bong Choi Luk,Pak Liu Tjie Lim(Simon Liu) , Pak Hasan Karman, dan  beberapa anggota masyarakat Singkawang lainnya . Adapun agenda pertemuan tersebut  adalah membahas “Pembentukan Panitia Cap Go Meh 2010”.  Sebelum dimulai acara pemilihan ketua Cap Go Meh(CGM) 2010, pada pihak panitia CGM 2009 membagikan “Laporan Hasil Pertanggungjawaban Keuangan Panitia Festival Cap Go Meh 2009 kota Singkawang” kepada pada hadirin.

Ketika pada hadirin  membaca laporan tersebut, sebagian besar dari mereka mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas laporan tersebut. Karena laporan tersebut  merupakan laporan sudah mengalami “review” bukan audit, dengan pengertian laporan tersebut  sudah dipermak isinya untuk disesuaikan dengan kebutuhan pada pihak panitia CGM 2009 .

Dihadapan pada hadirin mantan ketua  panitia CGM 2009, Pak Chin Miaw Fuk menyatakan dirinya tidak bersedia dicalonkan kembali untuk sebagai ketua panitia CGM 2010. Ketika jabatan ketua panitia CGM 2010 ditawarkan kepada Pak Bong Choi Luk, dia juga keberatan menerima tawaran tersebut. Akhirnya, Pak Aliok menyatakan dirinya bersedia menjabat sebagai ketua panitia CGM 2010.

Sesudah  Pak Aliok menyatakan dirinya sebagai ketua panitia CGM 2010, berbagai opini bermunculan.Terutama mengenai kemampuan dana. Menurut narasumber CintaSingkawang yang layak dipercaya, pihak Permasis tidak bersedia memberikan dukungan dana dalam hal ini. Ketidakhadiran  dalam pertemuan ini  oleh anggota kunci Permasis,seperti  Dewan pembina dan Ketua umumnya telah  memberikan indikasi kepada kita bahwa Permasis tidak memberikan dukungan finansial kepada Pak Aliok dalam hal ini.Kecuali Pak Aliok dapat menggalang dana dari konco-konco bisnisnya dari Medan atau  Pontianak dengan perkataan lain dari luar tokoh-tokoh Singkawang misalnya.

Keinginan Pak Aliok mencalonkan diri sebagai ketua panitia CGM 2010 dapat kita maklumi. Sejak Pak Aliok tidak menjabat ketua Permasis, popularitas beliau menurun dramatis dimata komunitas Tionghoa Singkawang. Untuk memperbaiki image tersebut beliau memerlukan suatu momentum untuk memarketkan dirinya. Festival Cap Go Meh 2010 adalah momentum yang tepat bagi beliau. Jika beliau berhasil memimpin dan mengadakan acara CGM 2010 dengan sukses, pamor beliau akan terangkat. Sebaliknya kalau gagal, tamatlah riwayat karier Pak Aliok sebagai pemimpin komunitas Tionghoa Singkawang dan habislah mimpi sebagai potensi pejabat mendatang. Pertaruhan ini seperti pertaruhan “Russian roulette”, chances untuk gagal selalu ada tergantung besar atau kecil peluangnya.

 

Sesudah pembentukan panitia CGM 2010 selesai, ada hadirin yang mempertanyakan kepada pihak panitia CGM 2009 tentang biaya keluaran dalam laporan ‘review’ itu. Seperti biaya untuk pengeluaran MC sampai ratusan juta rupiah. Ada juga mempertanyakan metode yang dipakai oleh pihak akuntan publik yang tidak  melakukan cek dilapangan, mencocokan harga pasar dalam pengadaan barang2 lelang. Tanpa mencocokan harga barang dipasar(lapangan), ada kemungkinan harga barang dimanipulasi oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.”Ingat ini adalah laporan review bukan audit Bung!”.”review Cuma dibayar 5 juta doing” Demikian diingatkan oleh seorang peserta,jangan sampai pengalaman hasil rekap laporan keuangan Permasis selama 3 tahun dibawah kepemimpinan Aliok  terulang kembali dimana banyak pihak bertanya bagaimana membaca laporan keuangan Permasis sesungguhnya yang sampai hari tidak dapat dijawab oleh pak Aliok sendiri.     .

 

Menjadi pertanyaan bagi kita, apakah panitia CGM 2010 dibawah kepemimpinan Pak Aliok dapat menunjukkan transparansi dan akuntabilitas menejemen kepada masyarakat khususnya kepada donaturnya? Satu hal kita sudah yakin, Pak Aliok sebagai pengusaha yang sukses akan selalu “hati-hati” cara memakai uang di perusahaannya. Tetapi, apakah beliau juga “hati-hati”memakai uang dari masyarakat? Kita tunggu saja jawaban pada laporan CGM 2010 nanti.

 

CintaSingkawang,07 Nopember 2009