|
Pada tanggal 6 Nopember 2009, di
Berlian Restoran Jl Juanda Jakarta
diadakan acara pertemuan yang
dihadiri para elite komunitas Tionghoa
Singkawang,Namum dalam acara tersebut
kali ini berbeda seperti sebelumnya
banyak tokoh Singkawang tidak menghadiri
acara tersebut ada yang beralasan karena
rapat di Permasis, ada yang sengaja
tidak menghadirinya . Mereka yang hadir
dalam pertemuan tersebut, Pak Aliok, Pak
Agus, Pak Chin
Miaw Fuk, Pak Bong Choi
Luk,Pak Liu Tjie Lim(Simon Liu) , Pak
Hasan Karman, dan beberapa anggota
masyarakat Singkawang lainnya . Adapun
agenda pertemuan tersebut adalah
membahas “Pembentukan Panitia Cap Go Meh
2010”. Sebelum dimulai acara pemilihan
ketua Cap Go Meh(CGM) 2010, pada pihak
panitia CGM 2009 membagikan “Laporan
Hasil Pertanggungjawaban Keuangan
Panitia Festival Cap Go Meh 2009 kota
Singkawang” kepada pada hadirin.
Ketika pada hadirin membaca
laporan tersebut, sebagian besar dari
mereka mempertanyakan
transparansi dan
akuntabilitas laporan tersebut. Karena
laporan tersebut
merupakan laporan sudah mengalami
“review” bukan audit, dengan pengertian
laporan tersebut
sudah dipermak isinya untuk disesuaikan
dengan kebutuhan pada pihak panitia CGM
2009 .
Dihadapan pada
hadirin mantan ketua
panitia CGM 2009, Pak Chin Miaw Fuk
menyatakan dirinya tidak bersedia
dicalonkan kembali untuk sebagai ketua
panitia CGM 2010. Ketika jabatan ketua
panitia CGM 2010 ditawarkan kepada
Pak Bong Choi Luk, dia juga
keberatan menerima tawaran tersebut.
Akhirnya, Pak Aliok menyatakan dirinya
bersedia menjabat sebagai ketua panitia
CGM 2010.
Sesudah Pak Aliok menyatakan
dirinya sebagai ketua panitia CGM 2010,
berbagai opini bermunculan.Terutama
mengenai kemampuan dana. Menurut
narasumber CintaSingkawang yang layak
dipercaya, pihak Permasis tidak bersedia
memberikan dukungan dana dalam hal ini.
Ketidakhadiran dalam pertemuan ini
oleh anggota kunci Permasis,seperti
Dewan pembina dan Ketua umumnya telah memberikan
indikasi kepada kita bahwa Permasis
tidak memberikan dukungan finansial
kepada Pak Aliok dalam hal ini.Kecuali
Pak Aliok dapat menggalang dana dari
konco-konco bisnisnya dari Medan atau
Pontianak dengan perkataan lain dari
luar tokoh-tokoh Singkawang misalnya.
Keinginan Pak Aliok mencalonkan
diri sebagai ketua panitia CGM 2010
dapat kita maklumi. Sejak Pak Aliok
tidak menjabat ketua Permasis,
popularitas beliau menurun dramatis
dimata komunitas Tionghoa Singkawang.
Untuk memperbaiki image tersebut beliau
memerlukan suatu momentum untuk
memarketkan dirinya. Festival Cap Go Meh
2010 adalah momentum yang tepat bagi
beliau. Jika beliau berhasil memimpin
dan mengadakan acara CGM 2010 dengan
sukses, pamor beliau akan terangkat.
Sebaliknya kalau gagal, tamatlah riwayat
karier Pak Aliok sebagai pemimpin
komunitas Tionghoa Singkawang dan
habislah mimpi sebagai potensi pejabat
mendatang. Pertaruhan ini seperti
pertaruhan “Russian
roulette”, chances untuk
gagal selalu ada tergantung besar atau
kecil peluangnya.
Sesudah pembentukan panitia CGM
2010 selesai, ada hadirin yang
mempertanyakan kepada pihak panitia CGM
2009 tentang biaya keluaran dalam
laporan ‘review’ itu. Seperti biaya
untuk pengeluaran MC sampai ratusan juta
rupiah. Ada juga mempertanyakan metode yang dipakai
oleh pihak akuntan publik yang tidak melakukan
cek dilapangan, mencocokan harga pasar
dalam pengadaan barang2 lelang. Tanpa
mencocokan harga barang dipasar(lapangan),
ada kemungkinan harga barang
dimanipulasi oleh pihak tertentu untuk
mencari keuntungan pribadi.”Ingat ini
adalah laporan review bukan audit
Bung!”.”review Cuma dibayar 5 juta
doing” Demikian diingatkan oleh seorang
peserta,jangan sampai pengalaman hasil
rekap laporan keuangan Permasis selama 3
tahun dibawah kepemimpinan Aliok terulang
kembali dimana banyak pihak bertanya
bagaimana membaca laporan keuangan
Permasis sesungguhnya yang sampai hari
tidak dapat dijawab oleh pak Aliok
sendiri. .
Menjadi
pertanyaan bagi kita, apakah panitia CGM
2010 dibawah kepemimpinan Pak Aliok
dapat menunjukkan
transparansi dan
akuntabilitas menejemen kepada
masyarakat khususnya kepada donaturnya?
Satu hal kita sudah yakin, Pak Aliok
sebagai pengusaha yang sukses akan
selalu “hati-hati” cara memakai uang di
perusahaannya. Tetapi, apakah beliau
juga “hati-hati”memakai uang dari
masyarakat? Kita tunggu saja jawaban
pada laporan CGM 2010 nanti.
|