Harga saham HK anjlok tajam , sedang saham  Aliok perlu diuji

09 Oktober 2011

Komentar:

Semua investor bursa saham  memiliki satu strategi yang sama: membeli dengan harga rendah, menjual dengan harga tinggi. Tujuan dari suatu investasi yakni  menghasilkan keuntungan. Selisih harga penjualan  dengan  pembelian  yang menentukan keuntungan  atau kerugian suatu investasi.  Sebagai investor berhasil kita dituntut untuk  mengetahui hal penting yakni : kapan harus membeli dan kapan harus menjual. Memprediksi  prospektif suatu perusahaan tidaklah mudah, bisa saja sekarang kita melihat performance perusahaan  tersebut sangat menjanjikan  tetapi  beberapa tahun  kemudian  perusahaan tersebut  tidak berkembang. Ada  pula terjadi  sebaliknya ; perusahaan yang biasa biasa saja penampilan  sekarang  tetapi beberapa tahun kemudian perusahaan ini berubah menjadi perusahaan maju dan menguntungkan .  Para investor dituntut  memiliki pemahaman yang jelas tentang  profil dan nilai suatu perusahaan jika ingin sebagai investor sukses.

 

Mr. Warren Buffett tidak pernah membeberkan kepada kita  secara jelas  metode yang  dipakainya untuk menganalisa  dan menilai prospektif suatu perusahaan. Dia hanya menyarankan  satu  strategi yang sudah diketahui  umum: buy low, sell high. Bahkan banyak  orang membangga- banggakan nasehat Mr. Warren Buffett itu,  beberapa pengemar Mr. Warren Buffett yang kita kenal sebut saja misalnya  Pak HK dan Prof .Timotius.  Padahal sebelum nenek moyang  Mr. Warren Buffett  lahir, Nabi Kong Fu Cu sudah mengajarkan kepada muridnya  bagaimana  teknik berdagang yang benar dan tepat agar supaya mendapat keuntungan . Termasuk  cara  memberi pelayanan  kepada  pembeli.  Kata Kong Fu Cu:” apabila anda tidak bisa tersenyum janganlah buka toko ”. Maka  itu banyak  department store mempekerjakan pegawainya yang  memiliki lesung pipit supaya barang dagangannya cepat laku.

 

Lima tahun yang lalu ketika Pak HK mencalonkan diri sebagai wako Singkawang. Ekspektasi komunitas Tionghoa Singkawang begitu tinggi  terhadap  Beliau, mereka mengharap Pak HK membawa  perubahan dan memajukan kota Singkawang. Sehingga  masyarakat Singkawang  memberi dukungannya,  dengan sangat mudah Pak HK menggalang  finansial  suport dan suara. Ada beberapa persepsi yang mendasari komunitas Tionghoa Singkawang  memberi dukungan kepada Pak HK:

-Bahwa  kualitas kepemimpinan  dari Etnis Tionghoa  lebih  berkualitas  dibandingkan  etnis lain.

Kenyakinan seperti  adalah mispersepsi ( salah penanggapan/keliru). Karena  berdasarkan  bukti  yang ada di negeri ini tidak menunjukkan  demikian.  Kecakapan seorang pemimpin bukan berdasarkan etnis tetapi berdasarkan kemampuan  individu  memahami  seluk beluk kepemimpinan, memiliki visi dan  kaya pengalaman dalam kehidupannya . Terutama pengalaman berkomunikasi dan deal dengan manusia.

 

-Didukung Permasis.

Pada awal perjuangan  Pak HK  mendapat dukungan dari Permasis. Ketika itu Permasis banyak mengadakan sosialisasi  ke masyarakat  untuk kepentingan Pak HK. Komunitas  Tionghoa Singkawang memiliki suatu anggapan bahwa  yang didukung Permasis  harus didukung oleh  komunitas kita.  Karena  komunitas  kita memiliki satu persepsi orang kaya itu “lebih tahu dan lebih  pintar” dibandingkan  rakyat biasa, Permasis  adalah kumpulan orang kaya, bukan?

Persepsi semacam itu sangat menyesatkan , tidak mendidik komunitas kita menghargai orang berdasarkan kemanusiaan bukan berdasarkan apa yang dimiliki orang tersebut.  Permasis sebagai ormas seharusnya mawas diri  dalam memberikan dukungan  terhadap kepentingan  individu.  Memberi dukungan terhadap kebijakan pemerintah ( kebijakan yang pro kepentingan masyarakat umum) tetapi  bukan mendukung kepentingan incumbent.

 

Dukungan  komunitas Tionghoa Singkawang  terhadap Pak HK semakin berkurang dari  hari ke hari, diumpamakan  saham; harga saham  HK sedang anjlok tajam.  Para investor  melepaskan  saham HK  dan membeli saham Aliok( LK). Di Bursa Efek Permasis kemudian disusul di Bursa Efek  Kaliber para investor beramai-ramai melepaskan  saham HK, menyebabkan harga saham  LK naik tajam.  Sudah ada suara  mengusulkan Pak Aliok  sebagai cawako Singkawang pada tahun 2012. Tetapi sebelum kita mengikuti keinginan pasar, saham Pak Aliok perlu kita uji berapa harga  sebenarnya.

 

Team Pak Aliok bekerja cepat mengadakan survey  ke lapangan  dengan program membantu mengurus akte lahir dan stateless (mengurus surat WNI) untuk komunitas  Tionghoa Singkawang. Katanya program ini dirancang oleh  team penasihat ekonomi  Aliok,  yang dipimpin oleh  Prof. Timotius. Pantas kita sayangkan, nasib kaum miskin komunitas Tionghoa Singkawang  yang tinggal di pedesaan tidak sedikit pun bisa diubah dengan selembar kertas yang  disebut akte kelahiran atau surat WNI, banyak diantara mereka seumur hidup tak pernah meninggalkan desanya. Yang mereka butuhkan adalah suatu system  yang dapat menumbuhkan perekonomian pedesaan sehingga dapat memperbaiki taraf  kehidupan mereka.  Komunitas Tionghoa Singkawang yang tidak memiliki akte lahir atau surat WNI jumlahnya tidaklah banyak ( persentase kecil  dibandingkan total jumlah penduduk), pada umumnya mereka  yang  tinggal di pedesaan. Apakah worth it hanya untuk  kepentingan segelintir orang seluruh tenaga dikerahkan untuk itu.  Alangkah baik seandainya dana  untuk membantu  mengurus akte lahir dan surat WNI dipakai sebagai biaya assignment untuk mahasiswa  “ sekolah tinggi ekonomi” STIE Mulia Singkawang dengan dosen pembina Prof.Timotius , turun kepedesaan  mengumpulkan  fakta dan data tentang masalah  petani miskin .  Kemudian data  tersebut diolah menjadi sebuah  konsep pertanian yang kita sebut konsep “Aliok Mulia”.  Konsep ini mencakup  memilih  jenis  produk akan ditanam, bagaimana memberi pupuk yang efisien,  memasarkan hasil  produk merekaDengan demikian nasib petani miskin kita bisa tertolong dengan program “Aliok Mulia”.  Apa yang disebut tadi itu ada hal yang menyangkut ilmu ekonomi sedangkan ilmu bertani tidak perlu diajarkan kepada petani, mereka sudah tahu bagaimana bercocok tanam dari turun temurun.

 

Kita tidak ingin melihat team ekonomi  Pak  Aliok menghasilan karya  kelas kambing, yang kita butuhkan adalah karya kelas sapi. Untuk pemecahan permasalahan kemiskinan yang dihadapi masyarakat Singkawang.

 

 

 

CintaSingkawang, 09 Oktober 2011