Deti-detik terakhir pada Pilkada Singkawang 2012

22 September 2012
Tanya-Jawab:

From: Galih Suasana <galihsuasana@gmail.com>
To: cintasingkawang@yahoo.com
Sent: Wednesday, 19 September 2012 10:58 AM
Subject: deti-detik terakhir

 Salam Kemenangan.
Menjelang detik-detik terakhir runtuhnya asumsi yang selama ini
digembar-gemborkan admin cintasingkawang.
Suara yang tidak lebih dari keadaan dirinya yang tidak berdaya
namun mengaku hebat, kuat dan menggap semua persoalan
dapat diselesaikan dengan uang. Dari tadi malam saya terus
melihat runtuhnya dukungan untuk salah satu calon, termasuk beberapa
team sukses yang mulai bisik-bisik mendukung pasangan lain.
Meskipun sudah menggunakan berbagai cara namun tetap rakyat tidak bergeming,
ternyata rakyat lebih bisa melihat dengan hati yang bersih.
Black Campaign yang terus dilontarkani cintasingkawang justru menimbulkan
persepsi tersendiri "ada konspirasi apa dibalik ini semua".
Tidak bisa dipungkiri, kepemimpinan bukan hanya sekedar kemampuan
untuk menguasai namun juga kharisma dan wibawa tersendiri yang hanya dimiliki
orang-orang tertantu (gaul: bawaan muka gitu lho), tapi banyak orang nggak
mau berkaca melihat dirinya sediri, baru beberapa orang dapat dibayar sebagai
karyawannya, merasa sudah mampu memimpin rakyat.
Saya rindu tulisan cintasingkawang yang selalu tidak konsisten, tidak obyektif, tidak relevan,
dan hanya didasari asumsi pribadi semata, akhirnya ya... kamu ketahuan !!!!!!!.

salam
3 ta tap jang

 

Jawaban dari CintaSingkawang: 

Yth Pak Galih Suasana,

 

Terima kasih atas email Bapak.

CintaSingkawang menghargai pandangan Bapak terhadap kandidat cawako Singkawang atau terhadap team mereka, dan management yang  mereka jalankan. Ini bukan berarti Cinta Singkawang sependapat atau searah pemikiran Bapak dalam hal ini. Tetapi CintaSingkawang merasa ada satu hal yang ingin Bapak sampaikan dalam email Bapak yakni: kandidat dan bersama teamnya tidak searah pandangan Bapak atau tidak Bapak sukai.

 

Menilai keobjektivitas suatu pandangan tidak mudah. Karena suatu pandangan dipengaruh beberapa faktor ; emosi, kepentingan pribadi, pengetahuan yang dimiliki orang yang memberi pandangan. Faktor emosi  sering tidak ada hubungan dengan logika, sekedar contoh perasaan suka atau tidak suka terhadap sesuatu. Setiap manusia memiliki perasaan tersebut; tidak suka terhadap sesuatu atau orang tertentu. Tetapi faktor ketidaksukaan itu kalau diuji dengan logika kita sering tidak menemukan fakta yang jelas dapat dijadikan bukti ketidaksukaan. Bahkan sering dengan berbagai alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan  sebagai bahan kebencian.

Bisa saja Bapak memiliki kepentingan pribadi atau ada persaingan tertentu dalam hal ini, mungkin Bapak merasa malu mau mengungkapkan hal ini  kepada CintaSingkawang. Jika Bapak tidak keberatan, CintaSingkawang memberi sedikit saran kepada Bapak karena Bapak sebagai pembaca setia kami. CintaSingkawang tidak ingin melihat Bapak merasa tertekan. Supaya Bapak tidak kalah dalam persaingan dengan mereka Bapak harus bertindak. Reputasi tidak mungkin dapat diciptakan dengan cara duduk  di kantor tanpa ada aksi nyata dilapangan. Bapak harus membangun proyek menarik yang memihak kepada masyarakat dengan demikian market kota Singkawang tidak dikuasai pihak pesaing Bapak. Itu sebagai salah satu cara menghilangkan “fear factor” yang selama ini menghantui jiwa Bapak.

 

Bapak sangat beruntung dapat menyaksikan secara langsung pengaruh dan tekanan jiwa pada kandidat pada saat menjelang pemilihan dimulai. Kita tidak tahu pasti apakah para kandidat cawako mendapat pelajaran “management pembinaan mental” sebelum mengikuti pemilihan; seperti para olahragawan belum mengikuti pertandingan kejuaraan. Supaya mereka tidak panik dalam pertandingan.

 

Dalam setiap kegagalan, orang  gagal  akan mencari korban dijadikan sebagai penyebab kegagalan, Dengan pengertian lain, orang gagal akan menyalahkan orang lain. Kegagalan Pak HK dalam pemilihan, pasti akan menyalahkan pihak lain telah melakukan sabotase untuk menghancurkan keutuhan suara komunitas Tionghoa Singkawang. Dalam kontek masyarakat yang menganut sistem demokrasi pandangan seperti itu salah. Karena setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai kandidat. Setiap orang boleh membuka toko menjual barang dagangan yang sama seperti tetangganya. Tidak berlaku peraturan: Anda boleh membuka toko menjual hp sedangkan saya tidak boleh.

 

Ada satu hal perlu kita catat dalam pilkada ini yakni keberhasilan Pak Nusantio Setia memperoleh suara sebanyak 11 persen dari total suara yang ikut pemilih ! Itu merupakan angka sangat signifikan bagi politisi seperti Pak Nursantio hanya berpengalaman tiga bulan. Dibandingkan dengan kandidat lain, Pak Awang sudah berkecimpung dibidang politik selama 20 tahun, pengalamannya 20 tahun! Pengalaman Pak HK berpolitik sekitar tujuh tahun. Seandainya ini ditaruh dalam perspektif dunia komersil, Bapak akan memahami kehebatan team marketing Pak Nursantara. Seandainya Bapak memiliki perusahaan sudah bertahun tahun menguasai market, ternyata ada perusahaan baru yang hanya berumur tiga bulan dapat merebut market sebanyak 11 persen. Apakah Bapak tidak kuatir akan kehebatan perusahaan baru tersebut?  Jelas, Bapak akan kuatir  dalam jangka lama perusahaan ini dapat menguasai share market lebih besar lagi. Mungkin tindakan pertama yang harus Bapak diambil yakni mengganti manager marketing perusahaan Bapak supaya lebih bersaing. Bagi mereka ingin menjadi pejabat, mereka akan selalu mencoba jika ada kesempatan. Who know pada pilkada  ditahun 2017 nanti lebih bertambah ramai dengan kandidat yang bersemngat. Sudah tidak mungkin suara Tionghoa Singkawang ‘reserve” untuk hanya satu kandidat Tionghoa Singkawang. Kita sebagai Tionghoa Singkawang yang memiliki intelektual kita harus ''seek truths from facts'' dalam hal ini kemudian mencari solusi yang ilmiah untuk menghadapi tantangan yang ada.  Bukan berdasarkan emosi, sentimen etnis  dalam persaingan untuk mendapat “top job”di kota Singkawang.

 

Jadi, kekalahan Pak HK tidak terpilih. Dia harus menyalahkan dirinya sendiri( Pak HK), bukan orang lain! Selama lima tahun duduk dikursi wali kota Singkawang apa telah dia perbuat untuk komunitas Tionghoa Singkawang? Apakah dia ada mendirikan unit unit koperasi dapat membantu Tionghoa Singkawang yang miskin? Memberi tunjangan ekonomi kepada mereka yang  miskin? Memberi beasiswa kepada mereka yang miskin sebagai insentif supaya  mereka tidak putus sekolah? Apakah ada  memberi fasilitas job training kepada anak anak muda Tionghoa Singkawang supaya mereka mendapat pekerjaan? Apakah ada  penjuluhan penjuluhan kepada komunitas Tionghoa supaya mereka tidak tertinggal dalam pemanfaatan  pembangunan dan program negera? Nyatanya apa yang telah dilakukan Pak HK dari tahun ke tahun, Cap Go Meh, Cap Go Meh , Cap Go Meh. Apakah dengan hanya Cap Go Meh dapat memajukan komunitas Tionghoa Singkawang? Jelas jawabannya tidak !

Bagi segelintir komunitas Tionghoa Singkawang merasa akan terganggu jika Pak HK tidak menjabat sebagai walikota Singkawang karena orang orang ini sering meminta tanda tangan pak walikota. Bagi mayoritas Tionghoa Singkawang yang tidak membutuhkan tanda tangan pak walikota mereka ini tidak mempersoalkan kekalahan Pak HK. Karena hukum alam selalu berlaku dalam setiap pertandingan, ada juara dan ada yang kalah.

Sudah berkali kali CintaSingkawang mengingatkan kepada Pak HK supaya gaya kepemimpinan dia harus berubah atau dipembarui supaya dia memiliki peluang dapat dipilih kembali

 

Sekali lagi CintaSingkawang mengucapkan terima kasih kepada Bapak karena Bapak pembaca Cinta yang teliti. Karena Bapak dapat membedakan artikel Cinta berbeda dengan artikel dimedia lain. Mungkin di media lain Bapak menemukan artikelnya selalu bernada monoton, selalu ada titip titpan kata dari orang lain. Atau artikel mereka selalu disensor oleh pemilik media. Lain seperti CintaSingkawang sebagai media menganut konsep kebebasan berbicara, memberi kebebasan pembaca kami menikmati artikel tanpa ada pembatasan kebebasan mereka menganalisa isi pada artikel. Tidak seperti media lain” ini dia” yang boleh anda baca, jadi apa yang  anda baca sesuai kemauan para kehendak penyaji. Jangan lupa selalu membaca CintaSingkawang.

 

Salam,

CintaSingkawanmg