Panitia CGM 2011 Singkawang gagal monopoli Altar tunggal

“Kapolda menolak blokade rute altar altar”

12 Februari 2011

Komentar:

Sejak Pak Hasan Karman menjabat sebagai walikota Singkawang, masyarakat Singkawang merasa tidak bebas merayakan acara Cap Go Meh secara tradisi. Karena pemerintah HK selalu  memberi kekuasaan kepada pihak panitia CGM  yang mereka tunjuk. Sudah tidak perlu diragukan panitia CGM tersebut  selalu terdiri atas orang-orang  yang memiliki kepentingan kelompok dan kepentingan politik di kota Singkawang. Masyarakat umum tidak memiliki kebebasan  memilih atau merekomendasi orang orang tertentu yang memiliki kemampuan untuk duduk dalam kepanitiaan. Perayaan CGM yang bernilai tradisi yakni panitia harus dibentuk berdasarkan rekomendasi dari masyarakat, bebas mendirikan altar supaya dapat mengakomodasi  kebutuhan masyarakat untuk pelaksanaan spiritual dengan baik.

 

Bukti di lapangan menunjukkan ada usaha yang dilakukan oleh pihak panitia CGM 2011 untuk menghalangi kebebasan masyarakat Singkawang melaksanakan upacara spiritual. Dengan cara memblokade rute jalan –jalan menuju altar –altar yang bukan milik panitia. Altar ini terdiri altar milik aliran Tao dan Tridharma. Pemblokade rute jalan sehingga para tatung tidak dapat memberkati altar  lain. Menurut penilaian masyarakat umum pihak panitia telah melakukan usaha tidak terpuji yakni memberi bantuan sepeda motor kepada aparat supaya aparat memblokade rute jalan menuju altar lain, dengan demikian tidak memberi kebebasan kepada masyarakat lain  untuk melaksanakan prosesi ritual CGM.

Reaksi dari komunitas Tionghoa Singkawang yang tinggal di pasar kota Singkawang sangat solid dan nyata.  Mereka tidak memberi dukungan kepada panitia CGM 2011, sebagian dari  mereka tidak memberi sumbangan CGM dan sebagian hanya memberi  Rp 10ribu sampai 50 ribu saja. Itupun mereka  meminta nama mereka jangan dicantumkan nama atau hanya inisial NN dalam buku sumbangan bahkan ada yang meminta dicantumkan nama anak atau karyawannya saja. Karena masyarakat Singkawang tidak mendukung pihak panitia CGM2011  yang merusak nilai tradisi CGM Singkawang itu sendiri.

 

Berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat dan menemani Pak Chai Ket Khiong  pergi menghadap Kapolda di Pontianak. Bapak Kapolda sangat keberatan dengan  rencana pihak panitia yang memblokade jalan yang bertujuan menghalangi masyarakat Singkawang melaksanakan  upacara spiritual CGM. Bapak Kapolda memerintahkan kepada Kapolres Singkawang untuk membongkar blockade rute yang dilewati para tatung.

 

Sementara itu, menurut sumber Cinta di Mapolda Kalbar menyebutkan pihak pengurus rumah sakit umum Santo Vincencius di Singkawang telah mengirim surat keberatan kepada pihak panitia dan Kapolres Singkawang tentang rute yang akan dilewati oleh para tatung. Karena atraksi para tatung yang  akan lewat rumah sakit  tersebut akan sangat mengganggu pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

 

Masyarakat Singkawang cinta perayaan CGM tetapi bukan CGM yang dirancang oleh mereka yang bertujuan mengatur kebebasan masyarakat melaksanakan ritual agama.

Jika Pak HK yang belakangan ini kerap kali menyebut “Sanatullah” dalam belbagai kesempatan maka memberikan rasa keadilan kepada pihak lain juga bagian dari hukum Allah bukan menzolimi pihak lain.
 
CintaSingkawang,12 Februari 2011