Wawancara Exclusive Dengan Bapak Iwan Gunawan

29 Mei 2010

Kata Pengantar:

Kritikan  Bapak Iwan Gunawan  terhadap  pemerintah Pak Hasan Karman melalui media cetak.Dinilai kalangan elite Tionghoa Singkawang di Jakarta merupakan suatu penilaian yang sesuai dengan realitas yang ada. CintaSingkawang menyediakan dua bagian dari tulisan ini. Bagian pertama Interview dengan Bapak Iwan Gunawan dan komentar dari  CintaSingkawang. Pada tanggal 28 Mei 2010 Cintasingkawang menghubungi Bapak Iwan Gunawan(via hp 0811XXXX92) untuk interview ini. Marilah kita mengikuti interview ini sebagai tulisan bagian Pertama.

 

CintaSingkawang
:

Halo..Pak Iwan. Apa kabar ? Sudah lama kita tidak berbincang-bincang tentang perkembangan kota Singkawang? Terima kasih atas kesediaan  Pak Iwan menyediakan waktu untuk wawancara ini.

 

Pak Iwan Gunawan :

" Kabar baik, Cinta. Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berbincang dengan Cinta"                    

     
CintaSingkawang : "Begini Pak Iwan. Kita mulai pembicaraan mengenai pernyataan Bapak di koran PontianakPost pada hari Kamis, 27 Mei 2010 dengan judul ‘Walikota Tuding Iwan Terlibat’. Menurut penilaian masyarakat itu merupakan serangan Bapak yang paling tajam terhadap wako kita, Pak Hasan Karman sejauh ini. Dapatkah Bapak menjelaskan permasalahan apa yang menyebabkan Bapak begitu semangat meyampaikan penilaian Bapak terhadap kepemimpinan Pak Hasan Karman gagal membangun kota Singkawang kepada publik.? "

 

Pak Iwan Gunawan :  "Harus diakui itu merupakan kritik saya yang pertama secara terbuka, kritikan terhadap Pak Hasan Karman. Ada dua hal penting dalam pernyataan saya di koran tersebut. Perlu saya tegaskan  disini.       
 Pertama, bahwa permasalahan makalah yang berjudul Sekilas Melayu Asal Usul dan Sejarahnya, saya tidak terlibat. Dalam makalah itu ada kutipan dari buku Chinese Democracies A Study Of The Kongsis Of West Borneo karangan Yuan Bingling itu. Yang  intinya mengatakan sejarahnya Melayu melakukan perdagangan dan perompakan.  Kita tidak perlu sampai berpendidikan S-3 untuk meragukan fakta yang ada dibuku itu, tidak  100% benar apa yang dipaparkan disana. Karena dalam buku itu dibagian kata pengantar dan penutup buku Ibu Yuan Bingling telah mengingatkan kepada pembacanya bahwa cerita dibukunya merupakan kumpulan cerita berdasarkan catatan literature yang ada di negeri Belanda. Narasumber (penulis) literature tersebut merupakan catatan perjalanan mereka(pelancong Belanda) mengunjungi Kalimantan Barat pada dua ratus tahun yang lalu. Narasumber pada buku itu ada beberapa orang,ada dua orang  ahli sosial, pejabat Belanda dan orang-orang biasa(turis).  Justru orang biasa(pelancong) yang banyak menulis catatan perjalanan mereka yang mendomisi narasumber buku tersebut.  Seperti apa yang diperingatkan oleh penulis buku tersebut bahwa buku tersebut berdasarkan sumber
literatur bukan berdasarkan data lapangan. Sumber literatur  itu, yah orang –orang Belanda  yang sentimen terhadap  kita, menulis apa yang mereka lihat dan dengar.  Namanya  literature kadang –kadang bisa dimanipulasi oleh penulisnya sesuai dengan kepentingan mereka.  Sudah sangat jelas saya bukan pemuja cerita tempo doeloe tidak mungkin saya tertarik dengan makalah apa yang dituliskan oleh Pak Hasan Karman itu. Yang paling penting bagi kita, bagaimana kita melihat masadepan kita. Membangun kota Singkawang yang hasil pembangunanya dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Bukan seperti sebagian kecil dari masyarakat kita hanya melihat masa lampau termasuk Pak Hasan Karman itu, apalagi kebiasaan menyontek literature asing yang sudah kadaluarsa kemudian disajikan untuk masyarakat Singkawang konsumsi.        
    Kedua, saya mengingatkan kepada masyarakat Singkawang bahwa  sudah saatnya kita menagih janji-janji “Spektakulernya” Pak Hasan Karman. Karena kita tidak ingin hidup dalam kondisi primitif seperti sekarang ini di Singkawang; kekurangan air bersih, listrik tidak nyala, jalan-jalan berdebu, pengangguran dimana-mana dari desa  sampai ke kota
."
     
CintaSingkawang : "Menurut pernyataan Bapak di koran itu. Bapak pesimis Hasan Karman bisa mewujudkan mimpinya untuk memajukan ekonomi Singkawang dan mewujudkan visi misi Singkawang spektakuler, membangun kota Singkawang seperti kota Singapura. Dapatkah Bapak memberi penjelasan?."
Pak Iwan Gunawan :

"Saya sangat optimis bahwa Pak Hasan Karman tidak sanggup membangun kota Singkawang sesuai visi misi Singkawang spektakuler. Bukti ini sangat jelas, sudah tiga tahun dalam pemerintahannya belum jelas arah pembangunan kota Singkawang. Ini menandakan Pak Hasan Karman tidak memiliki kemampuan dan kecakapan membangun kota Spektakuler.  Hampir setiap hari koran-koran memuat keluhan masyarakat Singkawang terhadap pelayanan umum yang diberikan oleh pemerintah Pak Hasan Karman. Ini sebagai indikasi bahwa masyarakat sangat tidak puas  dengan pelayanan umum yang diberikan. Tanpa ada investor yang mendukung kebijakannya tidak mungkin dia dapat mewujudkan mimpinya.  Pada elite komunitas Tionghoa Singkawang di Jakarta khususnya mereka dibawah payung Permasis tidak mungkin mau membuat kesalahan yang sama seperti dulu  yaitu  memberi dukungan kepada Pak Hasan Karman. Ada beberapa orang masih mendukung dia yaitu mereka mafia tanah yang ingin mendapat cash cepat."

     
CintaSingkawang : "Kalau tidak salah dulu Pak Iwan pernah mendukung Pak Hasan Karman ketika Pilkada. Bagaimana hal itu bisa terjadi? ".
Pak Iwan Gunawan :

"Pada prinsipnya saya tidak pernah mendukung Pak Hasan Karman. Dulu saya mendukung dia karena mendengar saran dari Pak Aliok meminta saya memberi kesempatan kepada Pak Hasan Karman. Ketika itu Pak Aliok sebagai ketua Permasis memberi jaminan bahwa kalau terpilih Pak Hasan Karman menjadi wako Singkawang. Pak Hasan Karman akan memprioritaskan proyek pemkot untuk kontraktor lokal(Singkawang) dengan demikian menciptakan lapangan pekerjaan untuk masayarakat Singkawang. Maka itu saya memberi dukungan kepada  Pak Hasan Karman dengan persyaratan dia benar-benar menepati janjinya. Eeh…nyatanya sesudah terpilih, banyak proyek pemkot jatuh ketangan orang lain(bukan orang lokal), menjadi kota Singkawang sarang mafia tanah mencari easy money, menciptakan kesenjangan sosial."

     
CintaSingkawang : Dapatkah Bapak menjelaskan perbuatan mafia tanah itu memberi dampak terhadap kehidupan masyarakat Singkawang?".
Pak Iwan Gunawan :

"Harga rumah di kota Singkawang sudah ada mencapai milian rupiah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mafia tanah ini yang mengatur harga rumah di kota Singkawang. Mereka dengan berbagai cara mendapat tanah dengan harga murah kemudian membangun perumahan dijual dengan harga tinggi. Seakan-akan kota ini krisis tanah untuk pembangunan perumahan. Rumah-rumah itu dijual kepada orang Singkawang diperantauan. Orang -orang lokal mengalami kesulitan membeli rumah sederhana karena tanah menjadi mahal. Seharusnya pemerintah membuat peraturan untuk melindungi masyarakat lemah dan bertindak pada  mafia tanah. Pemerintah Pak Hasan Karman lalai melakukan hal ini".

     
CintaSingkawang : "Menurut narasumber Cinta Pak Hasan Karman malah sering terlibat sebagai mediator dalam hal tanah,seperti menjadi perantara konco-konconya dalam pemguasaan tanah,apakah ini isu ini benar?".
Pak Iwan Gunawan :

"Wah,.no comment dulu ya…. untuk data yang masih  dalam taraf perbincangan dalam masyarakat".

     
CintaSingkawang : "Bapak sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Walet Singkawang (APWS).Bagaimana pendapat Bapak tentang pemerintah Pak Hasan Karman akan memperlakukan izin usaha walet masa lakunya hanya dua tahun. Menurut berbagai kalangan  peraturan yang dimotivasi politik  supaya pada pengusaha tergantung kepada dia dan  akan memberi dukungan kepada dia supaya terpilih kembali pada pilkada mendatang.Ada kemungkinan karena organisasi yang Bapak pimpin itu tidak memberi dukungan kepada Pak Hasan Karman  sehingga Pak Hasan Karman memberi tekanan atau kesulitan kepada Bapak."
Pak Iwan Gunawan :

"Pada pengusaha walet dibawah organisasi Asosiasi Pengusaha Walet Singkawang (APWS) sudah mencapai sepakat tidak akan mendukung kebijakan pemkot yang bertujuan  mengatur pengusaha walet. Karena kami sebagai pengusaha walet merasa peraturan seperti itu tidak memberi kepastian hukum, tidak melibatkan pihak kami dalam penyusunan sehingga hasil produk peraturan tersebut sangat merugikan pihak kami sebagai pengusaha walet. Padahal kami telah melakukan kewajiban kami seperti  mensponsori kegiatan-kegiatan yang diusulkan oleh Pak Hasan Karman. Sudah tidak perlu kita ragukan bahwa peraturan seperti itu ada unsur politik. Kalau Pak Hasan Karman benar mau menyelesaikan masalah walet di kota Singkawang seharusnya sejak dulu sudah harus dilakukan. Saya tidak begitu yakin bawa Pak Hasan Karman memberi hard time kepada saya karena masalah ini".

     
CintaSingkawang :

"Jika pada tahun 2012 nanti ada pihak tertentu meminta Bapak mendampingi dia dalam pilkada. Apakah Bapak bersedia menerima tawaran seperti itu?, "

Pak Iwan Gunawan : " Saya siap menerima tawaran tersebut. Tetapi dengan satu kondisi  jika Pak Hasan Karman mencalonkan kembali pada pilkada 2012 nanti. Karena saya yakin dan percaya jika dia terpilih kembali dalam term kedua  kota Singkawang akan kehilangan kesempatan membangun masyarakatnya. Saya tidak ingin melihat masyarakat menderita karena salah memilih pimpinan lagi. Maka saya siap maju untuk bersaing dengan dia.".
  :  
     
CintaSingkawang :

"Terima kasih, Pak Iwan. Selamat malam"

Pak Iwan Gunawan :

"Terima kasih juga, Cinta. Semoga kita ketemu kembali dilain kesempatan"

     
     
     
Bersambung  komentar CintaSingkawang.Tunggu, akan segera menyediakan untuk Anda
     
CintaSingkawang,29 Mei 2010