CintaSingkawang
|
: |
“Halo..Pak
Iwan.
Apa
kabar ?
Sudah
lama
kita
tidak
berbincang-bincang
tentang
perkembangan kota Singkawang? Terima
kasih
atas
kesediaan
Pak Iwan
menyediakan
waktu
untuk
wawancara
ini”.
|
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"
Kabar
baik,
Cinta.
Merupakan
suatu
kehormatan
bagi
saya
dapat
berbincang
dengan
Cinta"
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang
|
: |
"Begini
Pak Iwan.
Kita
mulai
pembicaraan
mengenai
pernyataan
Bapak di
koran
PontianakPost
pada
hari
Kamis,
27 Mei
2010
dengan
judul ‘Walikota
Tuding
Iwan
Terlibat’.
Menurut
penilaian
masyarakat
itu
merupakan
serangan
Bapak
yang
paling
tajam
terhadap
wako
kita,
Pak
Hasan
Karman
sejauh
ini.
Dapatkah
Bapak
menjelaskan
permasalahan
apa yang
menyebabkan
Bapak
begitu
semangat
meyampaikan
penilaian
Bapak
terhadap
kepemimpinan
Pak
Hasan
Karman
gagal
membangun kota Singkawang kepada publik.? "
|
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Harus
diakui
itu
merupakan
kritik
saya
yang
pertama
secara
terbuka,
kritikan
terhadap
Pak
Hasan
Karman.
Ada
dua hal
penting
dalam
pernyataan
saya di
koran
tersebut.
Perlu
saya
tegaskan
disini.
Pertama,
bahwa
permasalahan
makalah
yang
berjudul
Sekilas
Melayu
Asal
Usul dan
Sejarahnya,
saya
tidak
terlibat.
Dalam
makalah
itu ada
kutipan
dari
buku
Chinese
Democracies
A Study
Of The
Kongsis
Of West
Borneo
karangan
Yuan
Bingling
itu.
Yang
intinya
mengatakan
sejarahnya
Melayu
melakukan
perdagangan
dan
perompakan.
Kita
tidak
perlu
sampai
berpendidikan
S-3
untuk
meragukan
fakta
yang ada
dibuku
itu,
tidak
100%
benar
apa yang
dipaparkan
disana.
Karena
dalam
buku itu
dibagian
kata
pengantar
dan
penutup
buku Ibu
Yuan
Bingling
telah
mengingatkan
kepada
pembacanya
bahwa
cerita
dibukunya
merupakan
kumpulan
cerita
berdasarkan
catatan
literature
yang ada
di
negeri
Belanda.
Narasumber
(penulis)
literature
tersebut
merupakan
catatan
perjalanan
mereka(pelancong
Belanda)
mengunjungi
Kalimantan
Barat
pada dua
ratus
tahun
yang
lalu.
Narasumber
pada
buku itu
ada
beberapa
orang,ada
dua
orang
ahli
sosial,
pejabat
Belanda
dan
orang-orang
biasa(turis).
Justru
orang
biasa(pelancong)
yang
banyak
menulis
catatan
perjalanan
mereka
yang
mendomisi
narasumber
buku
tersebut.
Seperti
apa yang
diperingatkan
oleh
penulis
buku
tersebut
bahwa
buku
tersebut
berdasarkan
sumber
literatur
bukan
berdasarkan
data
lapangan.
Sumber
literatur
itu,
yah
orang –orang
Belanda
yang
sentimen
terhadap
kita,
menulis
apa
yang
mereka
lihat
dan
dengar.
Namanya
literature
kadang –kadang
bisa
dimanipulasi
oleh
penulisnya
sesuai
dengan
kepentingan
mereka.
Sudah
sangat
jelas
saya
bukan
pemuja
cerita
tempo
doeloe
tidak
mungkin
saya
tertarik
dengan
makalah
apa yang
dituliskan
oleh Pak
Hasan
Karman
itu.
Yang
paling
penting
bagi
kita,
bagaimana
kita
melihat
masadepan
kita.
Membangun kota Singkawang yang hasil pembangunanya dapat
dinikmati
oleh
masyarakat
luas.
Bukan
seperti
sebagian
kecil
dari
masyarakat
kita
hanya
melihat
masa
lampau
termasuk
Pak
Hasan
Karman
itu,
apalagi
kebiasaan
menyontek
literature
asing
yang
sudah
kadaluarsa
kemudian
disajikan
untuk
masyarakat
Singkawang
konsumsi.
Kedua,
saya
mengingatkan
kepada
masyarakat
Singkawang
bahwa
sudah
saatnya
kita
menagih
janji-janji
“Spektakulernya”
Pak
Hasan
Karman.
Karena
kita
tidak
ingin
hidup
dalam
kondisi
primitif
seperti
sekarang
ini di
Singkawang;
kekurangan
air
bersih,
listrik
tidak
nyala,
jalan-jalan
berdebu,
pengangguran
dimana-mana
dari
desa
sampai
ke kota
." |
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Menurut
pernyataan
Bapak di
koran
itu.
Bapak
pesimis
Hasan
Karman
bisa
mewujudkan
mimpinya
untuk
memajukan
ekonomi
Singkawang
dan
mewujudkan
visi
misi
Singkawang
spektakuler,
membangun kota Singkawang seperti kota Singapura. Dapatkah Bapak memberi
penjelasan?."
|
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Saya
sangat
optimis
bahwa
Pak
Hasan
Karman
tidak
sanggup
membangun kota Singkawang sesuai visi misi
Singkawang
spektakuler.
Bukti
ini
sangat
jelas,
sudah
tiga
tahun
dalam
pemerintahannya
belum
jelas
arah
pembangunan kota Singkawang. Ini
menandakan
Pak
Hasan
Karman
tidak
memiliki
kemampuan
dan
kecakapan
membangun kota Spektakuler. Hampir setiap
hari
koran-koran
memuat
keluhan
masyarakat
Singkawang
terhadap
pelayanan
umum
yang
diberikan
oleh
pemerintah
Pak
Hasan
Karman.
Ini
sebagai
indikasi
bahwa
masyarakat
sangat
tidak
puas
dengan
pelayanan
umum
yang
diberikan.
Tanpa
ada
investor
yang
mendukung
kebijakannya
tidak
mungkin
dia
dapat
mewujudkan
mimpinya.
Pada
elite
komunitas
Tionghoa
Singkawang
di
Jakarta
khususnya
mereka
dibawah
payung
Permasis
tidak
mungkin
mau
membuat
kesalahan
yang
sama
seperti
dulu yaitu
memberi
dukungan
kepada
Pak
Hasan
Karman. Ada beberapa orang masih
mendukung
dia
yaitu
mereka
mafia
tanah
yang
ingin
mendapat
cash
cepat."
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Kalau
tidak
salah
dulu Pak
Iwan
pernah
mendukung
Pak
Hasan
Karman
ketika
Pilkada.
Bagaimana
hal itu
bisa
terjadi? ". |
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Pada
prinsipnya
saya
tidak
pernah
mendukung
Pak
Hasan
Karman.
Dulu
saya
mendukung
dia
karena
mendengar
saran
dari Pak
Aliok
meminta
saya
memberi
kesempatan
kepada
Pak
Hasan
Karman.
Ketika
itu Pak
Aliok
sebagai
ketua
Permasis
memberi
jaminan
bahwa
kalau
terpilih
Pak
Hasan
Karman
menjadi
wako
Singkawang.
Pak
Hasan
Karman
akan
memprioritaskan
proyek
pemkot
untuk
kontraktor
lokal(Singkawang)
dengan
demikian
menciptakan
lapangan
pekerjaan
untuk
masayarakat
Singkawang.
Maka itu
saya
memberi
dukungan
kepada
Pak
Hasan
Karman
dengan
persyaratan
dia
benar-benar
menepati
janjinya.
Eeh…nyatanya
sesudah
terpilih,
banyak
proyek
pemkot
jatuh
ketangan
orang
lain(bukan
orang
lokal),
menjadi
kota
Singkawang
sarang
mafia
tanah
mencari
easy
money,
menciptakan
kesenjangan
sosial."
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
”Dapatkah
Bapak
menjelaskan
perbuatan
mafia
tanah
itu
memberi
dampak
terhadap
kehidupan
masyarakat
Singkawang?". |
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Harga
rumah di kota Singkawang sudah ada
mencapai
milian
rupiah.
Mengapa
hal ini
bisa
terjadi?
Karena
mafia
tanah
ini yang
mengatur
harga
rumah di
kota
Singkawang.
Mereka
dengan
berbagai
cara
mendapat
tanah
dengan
harga
murah
kemudian
membangun
perumahan
dijual
dengan
harga
tinggi.
Seakan-akan kota ini krisis tanah
untuk
pembangunan
perumahan.
Rumah-rumah
itu
dijual
kepada
orang
Singkawang
diperantauan.
Orang -orang
lokal
mengalami
kesulitan
membeli
rumah
sederhana
karena
tanah
menjadi
mahal.
Seharusnya
pemerintah
membuat
peraturan
untuk
melindungi
masyarakat
lemah
dan
bertindak
pada
mafia
tanah.
Pemerintah
Pak
Hasan
Karman
lalai
melakukan
hal ini".
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Menurut
narasumber
Cinta
Pak
Hasan
Karman
malah
sering
terlibat
sebagai
mediator
dalam
hal
tanah,seperti
menjadi
perantara
konco-konconya
dalam
pemguasaan
tanah,apakah
ini isu
ini
benar?". |
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Wah,.no
comment
dulu ya….
untuk
data
yang
masih
dalam
taraf
perbincangan
dalam
masyarakat".
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Bapak
sebagai
Ketua
Asosiasi
Pengusaha
Walet
Singkawang
(APWS).Bagaimana
pendapat
Bapak
tentang
pemerintah
Pak
Hasan
Karman
akan
memperlakukan
izin
usaha
walet
masa
lakunya
hanya
dua
tahun.
Menurut
berbagai
kalangan
peraturan
yang
dimotivasi
politik
supaya
pada
pengusaha
tergantung
kepada
dia dan
akan
memberi
dukungan
kepada
dia
supaya
terpilih
kembali
pada
pilkada
mendatang.Ada
kemungkinan
karena
organisasi
yang
Bapak
pimpin
itu
tidak
memberi
dukungan
kepada
Pak
Hasan
Karman
sehingga
Pak
Hasan
Karman
memberi
tekanan
atau
kesulitan
kepada
Bapak." |
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Pada
pengusaha
walet
dibawah
organisasi
Asosiasi
Pengusaha
Walet
Singkawang
(APWS)
sudah
mencapai
sepakat
tidak
akan
mendukung
kebijakan
pemkot
yang
bertujuan
mengatur
pengusaha
walet.
Karena
kami
sebagai
pengusaha
walet
merasa
peraturan
seperti
itu
tidak
memberi
kepastian
hukum,
tidak
melibatkan
pihak
kami
dalam
penyusunan
sehingga
hasil
produk
peraturan
tersebut
sangat
merugikan
pihak
kami
sebagai
pengusaha
walet.
Padahal
kami
telah
melakukan
kewajiban
kami
seperti
mensponsori
kegiatan-kegiatan
yang
diusulkan
oleh Pak
Hasan
Karman.
Sudah
tidak
perlu
kita
ragukan
bahwa
peraturan
seperti
itu ada
unsur
politik.
Kalau
Pak
Hasan
Karman
benar
mau
menyelesaikan
masalah
walet di
kota
Singkawang
seharusnya
sejak
dulu
sudah
harus
dilakukan.
Saya
tidak
begitu
yakin
bawa Pak
Hasan
Karman
memberi
hard
time
kepada
saya
karena
masalah
ini".
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Jika
pada
tahun
2012
nanti
ada
pihak
tertentu
meminta
Bapak
mendampingi
dia
dalam
pilkada.
Apakah
Bapak
bersedia
menerima
tawaran
seperti
itu?,
"
|
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"
Saya
siap
menerima
tawaran
tersebut.
Tetapi
dengan
satu
kondisi
jika Pak
Hasan
Karman
mencalonkan
kembali
pada
pilkada
2012
nanti.
Karena
saya
yakin
dan
percaya
jika dia
terpilih
kembali
dalam
term
kedua
kota
Singkawang
akan
kehilangan
kesempatan
membangun
masyarakatnya.
Saya
tidak
ingin
melihat
masyarakat
menderita
karena
salah
memilih
pimpinan
lagi.
Maka
saya
siap
maju
untuk
bersaing
dengan
dia.". |
|
|
: |
|
|
|
|
|
|
CintaSingkawang |
: |
"Terima
kasih,
Pak Iwan.
Selamat
malam"
|
|
Pak Iwan
Gunawan |
: |
"Terima
kasih
juga,
Cinta.
Semoga
kita
ketemu
kembali
dilain
kesempatan"
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bersambung
komentar
CintaSingkawang.Tunggu,
akan
segera
menyediakan
untuk
Anda |
|
|
|
|