Wawancara Exclusive Dengan Bapak Iwan Gunawan

Pada hari Minggu malam yang lalu, CintaSingkawang mendapat kesempatan melakukan interview dengan Bapak Iwan Gunawan. Beliau adalah seorang pengusaha muda dikota Singkawang. Bisnis yang ditekuni beliau ini dibidang percetakan dan walet.



Cinta Skw

:

“Selamat malam Bapak Iwan. Cinta merasa beruntung dapat mewawancarai Bapak. Terima kasih atas kesediaan Bapak Iwan telah menyediakan waktu yang sangat berharga ini untuk berbincang-bincang dengan Cinta.”

 

Pak Iwan

:

Selamat malam, Cinta. Tidak perlu merasa segan, kalau ada yang dapat saya bantu, saya akan lakukan.”
     
Cinta Skw :

“Terima kasih Bapak Iwan. Begini Pak, menurut rumor yang beredar dimasyarakat kota  Singkawang,  pada saat ini Bapak akan mendampingi Bapak Awang sebagai salah satu pasang kandidat untuk Pilkada Singkawang pada bulan November nanti. Cinta ingin minta klafikasi dan konfirmasi mengenai kebenaran rumor tersebut.”

 

Pak Iwan :

“Wah, saya salut dengan Cinta. Rumor ini cepat diketahui oleh Cinta. Itu bukan rumor, itu adalah bagian dari proses compromise antara Bapak  Awang dengan Pengurus DPD Partai Golkar Kota Singkawang”.

     
Cinta Skw :

“Pak, itu adalah profesi Cinta sebagai infotainment kota Singkawang selalu  menyediakan hot news untuk pembaca kami. Dapatkah Bapak Iwan memberi penjelasan tentang maksud dengan ’compromise’ itu?”.

     
Pak Iwan :

“Begini, Kita sebagai pengurus DPD Partai Golkar kota Singkawang meloby kepada Bapak  Awang meminta beliau memakai perahu Golkar. Keuntungan memakai perahu golkar yaitu golkar memiliki management partai politik yang rapi serta memiliki beberapa kursi di DPRD. Sebagai imbalannya, para pengurus DPD Partai Golkar meminta posisi wakil cawako harus ditempati orang golkar. Dalam hal ini saya ditunjuk sebagai pendamping Bapak Awang. Proses ini saya anggap wajar-wajar saja”.

     
Cinta Skw :

“Apakah masyarakat kota Singkawang tidak berprasangka proses ini akibat dari Bapak Iwan deal bisnis dengan pemerintah daerah yang menyebabkan Bapak Iwan dekat dengan Bapak  Awang?”


Pak Iwan :

“Tidak mungkin! Masyarakat Singkawang bisa melihat fakta. Perusahaan saya adalah perusahaan percetakan dan supply stationery terbesar di kota ini. Sudah pasti pemerintah daerah menjalin kerjasama dengan supplier yang memiliki kemampuan menyediakan stock besar. Perusahaan saya memenuhi persyaratan tersebut, ini murni hubungan  bisnis. Kontak antara supplier dengan konsumen memang sering terjadi, karena kita memasarkan produk baru dan secara otomatis sering melakukan pendekatan (tatap muka) dengan konsumen.”

     
Cinta Skw : “Apakah Bapak Awang  dapat menerima usul dari DPD partai Golkar? Dan Bapak Awang mau menerima Bapak sebagai partnernya dalam hal ini?”
     
Pak Iwan :

“Saya rasa Bapak Awang tidak akan keberatan menerima usul dari partai Golkar. Saya mempunyai feeling Bapak Awang akan menerima saya”.

 

Cinta Skw : “Jika Bapak Iwan mendampingi Bapak Awang, apakah ini tidak mempengaruhi hubungan persahabatan  Bapak dengan Bapak Hasan Karman dan Bapak Lio Kurniawan? Karena Bapak Hasan Karman sebagai kandidat wako tentu saja sebagai saingan pasangan Bapak?”
     
Pak Iwan : “Dulu saya memang bersahabat dengan mereka. Tetapi sekarang kami kurang berkomunikasi dengan mereka. Karena kami memiliki kepentingan yang berbeda dan berbeda pandangan dalam banyak hal. Dalam dunia politik kita tidak ada lawan dan kawan, yang ada hanya partner yang memiliki kepentingan yang sama itulah yang  kita disebut kawan”.
     
Cinta Skw : "Apakah Bapak mendapat dukungan komunitas Tionghoa Singkawang jika Bapak mendampingi Bapak Awang?”
     
Pak Iwan : “Tentu saja!, Saya sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Walet Singkawang (APWS), sudah pasti pengusaha walet dan pengusaha retail akan mendukung saja. Dipedesaan saya juga mendapat dukungan dari masyarakat karena sebagai mantan wakil ketua FOKET. Pada tahun 2003 saya membagi-bagi angpao di desa kopisan, setidak-tidak dimasyarakat disana masih ingat dengan saya”.
     
Cinta Skw : “Jika Bapak nanti terpilih menjadi wakil wali kota Singkawang, apa yang menjadi periotas utama Bapak lakukan untuk membuktikan bahwa Bapak peduli dengan kota Singkawang?”.
     
Pak Iwan :

 “Ada dua hal yang menjadi periotas utama yaitu: yang pertama, menertipkan Perguruan Tinggi Swasta dan sekolah yang tidak memiliki izin. Kita akan membuat peraturan Daerah melarang operasi Perguruan Tinggi  Swasta dan Sekolah tidak memiliki izin. Kalau ini tidak kita tertipkan mulai sekarang kelak akan merugikan masyarakat.

 Kedua: Peternakan Walet yang didalam kota Singkawang akan kita dipindahkan keluar kota. Kita cari satu tempat diluar kota yang jauh dari tempat hunian masyarakat misal di daerah Singkawang selatan, ditempat ini kita beri hak kepada pihak swasta yang mengolah (membangun) rumah walet. Izin pengusaha walet didalam kota sudah habis masa lakunya harus pindah ketempat sana. Dalam jangka waktu 5 tahun kota Singkawang menjadi free zone dari sarang walet. Sebagai pengusaha walet kita juga harus memperhatikan keselamatan dan kepentingan masyarakat Singkawang,jika kita menyediakan kawasan khusus untuk  ternak walet kalau terjadi serangan flu burung lebih mudah untuk  menangani masalah ini.Kita harus mempertimbangkan kemungkinan malapetaka ini bisa terjadi”.

     
Cinta Skw : Apakah pihak pemilik Perguruan Tinggi Swasta tidak merasa dirugikan dengan peraturan daerah tersebut?”
     
Pak Iwan :

“Itu salah sendiri. Sebagai pengusaha mereka harus memahami peraturan dan hukum yang berlaku dinegara kita, seharusnya mereka menghormati  hukum. Dari segi aspek hukum, melakukan kegiatan suatu usaha untuk publik harus memiliki izin yang sesuai dengan hukum berlaku dinegara kita. Apakah mereka sudah memenuhi kewajiban ini? Tidak! Saya rasa mereka ini lalai, kelalaian harus mendapat hukuman”.

 

Cinta Skw :

Terima kasih Bapak Iwan, semoga Bapak berhasil menjadi wakil wali kota Singkawang”.

     
Pak Iwan :

“Terima kasih, selamat malam”.