Wawancara  Dengan Bapak Bong Wui Khong,Heart To Heart

CintaSingkawang mendapat kesempatan lagi untuk berinterview dengan Bapak Bong Wui ,sesudah beliau mencalonkan diri menjadi wakil walikota


Cinta Skw

:

“Terlebih dahulu CintaSingkawang mengucapkan selamat kepada Bapak Bong Wui Khong telah mendaftarkan diri menjadi  kandidat wakil walikota Singkawang untuk Pilkada 2007."

     

Pak BWK

:

“Terima kasih”.

     
Cinta Skw :

“Bagaimana perasaan Bapak sesudah naik mencalonkan diri ?”.

     
Pak BWK :

“Saya sangat gembira,karena sudah berhasil mencalonkan diri.Disamping itu saya membuktikan kepada mereka bahwa saya memiliki kemampuan untuk ikut Pilkada.Selama ini mereka memandang rendah saya bahkan melihat saya tidak memiliki kemampuan untuk itu”.

     
Cinta Skw :

“Dapatkah Bapak menceritakan tentang rencana kampanye yang akan Bapak lakukan nanti ? ”

 

     
Pak BWK :  “Wah,permintaan Cinta ini terlalu berat untuk dipenuhi karena ini menyangkut strategi kami untuk menghadapi rival kami.Tetapi demi persahabatan kita, secara garis besar saya jelaskan kepada Cinta.Dalam waktu dekat ini saya akan mengunjungi beberapa desa di keluruhan Sedau,desa Kopisan,Lacibuk dan Lirang”.
   
Cinta Skw :

“Bapak Khong,mengapa diprioritas ketiga wilayah tersebut?Bagaimana dengan desa lain?Harap Bapak dapat memberi penjelasan bagaimana cara Bapak approach ketiga desa tersebut?.

     
Pak BWK : “Karena desa seperti Kopisan,Lacibuk dan Lirang(dalam) adalah tempat yang mayoritas berpenghuni komunitas Tionghoa dan juga merupakan basis pendukung rival kami.Kata pepatah kalau hendak menangkap Harimau maka kita harus pergi kekandangnya.Tindakan pertama yaitu saya akan mendekati pada pengurus yayasan terutama yayasan yang mengurus Klenteng.Yayasan mereka ini sudah bertahun-tahun mendapat dana tunjangan dari Pemda. Saya sudah  banyak memberi bantuan teknis cara proses pengurusan bantuan dari Pemda kepada mereka.Dari yayasan ini,kemudian saya akan mendekati komunitas mereka.Kalau di desa lain saya nilai pendukung saya equal dengan rival saya ”.
     
Cinta Skw :

“Bapak Khong,menurut isu yang beredar ada tuduhan terhadap Bapak sebagai orang ingin menghancurkan kebulatan suara Tionghoa Singkawang dalam Pilkada 2007?”.

Pak BWK : “Itu tuduhan tidak memiliki dasar kebenaran.Dalam kenyataan ada 3 kompetitor kandidat dari etnis Tionghoa yang ikut dalam Pilkada 2007.Secara logika suara dari komunitas kita akan pecah menjadi tiga bagian,ini menurut perhitungan secara matematika”.
     
Cinta Skw :  “Bapak,maaf.Ada sedikit koreksi.Suara komunitas Tionghoa Singkawang akan pecah menjadi 4 bagian dalam Pilkada 2007”.

Pak BWK :

“Kok,bisa  jadi pecah menjadi 4 bagian?Dapatkah Cinta memberi penjelasan?”.

     
Cinta Skw :

“Begini Bapak,pasangan Dharmawan-Apui juga mendapat dukungan dari salah satu section komunitas Tionghoa Singkawang.Bahkan dalam berita dikoran baru –baru ini mengatakan seakan-akan mereka mendapat dukungan dari salah satu Ormas Tionghoa Singkawang,walaupun dalam koran itu tidak diberitakan secara jelas seperti itu, tetapi kita membaca berita itu kita merasa berkesimpulan demikian. ”.

     
Pak BWK :

“Itu bisa jadi!Seperti Cinta sangat kritis dalam hal ini.Kalau begitu suara komunitas Tionghoa Singkawang pecah menjadi 4 bagian.Kita harus terima kenyataan ini”.

     
Cinta Skw :

“Menurut pendapat  kaum Intelektual Tionghoa Singkawang:ada sekelompok orang yg mengatur permainan ini sehingga menciptakan situasi yang sangat menguntungkan pihak incumbent untuk memenangkan Pilkada 2007 ini?Bapak juga termasuk salah satu pemain dalam game ini.Mayoritas populasi kota Singkawang adalah etnis Tionghoa(52%).Betapa sedihnya suara mayoritas ini akhirnya menjadi sampah,tanpa achieve sesuatu .Bagaimana komentar Bapak terhadap pandangan ini? ”.

     
Pak BWK : “Sebelum saya memberi penjelasan atas pertanyaan Cinta,dapatkah Cinta memberi keterangan kepada saya.Siapakah mereka yang disebut kaum Intelektual Tionghoa Singkawang itu?Saya belum pernah mendengar atau kenal dengan kelompok ini ”.
     
Cinta Skw :

“Bapak,yang dimaksudkan dengan kaum Intelektual Tionghoa Singkawang itu,yaitu kaum cendekiawan Tionghoa Singkawang yang ada dimana saja,mereka  sering nongkrong di internet. Network mereka ini secara global.”

     
Pak BWK :

“Oh,mereka ini.Terima kasih informasinya dapat menambah pengetahuan saya .Begini,Cinta.Pandangan mereka tidak memiliki dasar kebenaran,Tetapi tidak ada salah kalau mereka menduga dalam hal ini.Itu hak mereka.Kita tidak boleh meyalahkan kepada pihak tertentu memanfaatkan kelemahan komunitas kita.Kesalahan ada dipihak kita sendiri,mengapa komunitas kita begitu lemah mudah dipecah belah?Suatu komunitas yang tidak memiliki visi dan misi yang sama maka komunitas tersebut tidak mungkin dapat bersatu dan mudah dipermainkan oleh pihak tertentu.Ini suatu kenyataan yang dihadapi komunitas Tionghoa Singkawang!”.

     
Cinta Skw :

“Apakah Bapak ada kemauan untuk mempersatukan visi dan misi komunitas kita?”.

     
Pak BWK :

“Saya tidak punya komitmen dan obligation untuk melakukan hal tersebut walaupun saya sebagai bagian dari komunitas Tionghoa Singkawang”.


Cinta Skw

Pak BWK

:



“Terima kasih.Semoga Bapak berhasil menjadi wakil walikota Singkawang”

:“Sama-sama”.
Cinta Singkawang,08 September 2007