Wawancara Exclusive Dengan Bapak Bong Wui Khong
Pada akhir pekan lalu,CintaSingkawang mendapat kesempatan berinterview dengan Bapak Bong Wui Khong.CintaSingkawang mengunjungi rumah Bapak Khong.Kami sambil menikmati kopi ketika melakukan wawancara ini diruang tamu Bapak Khong.

Cinta Skw

:

Terlebih dahulu CintaSingkawang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bong Wui Khong telah menyediakan waktu untuk berbincang-bincang dengan CintaSingkawang pada malam ini”.

     

Pak BWK

:

Sama-sama”. “Cukup panggil saya pak Khong saja.Boleh saya memanggil Sdr Cinta ?”
     
Cinta Skw :

Boleh saja,pak”. “Begini,pak”. “Kedatangan Cinta ingin meminta pak Khong sudi memberi penjelasan tentang hasil dari pertemuan Bapak dengan pak Hasan dan pak Atien pada tgl 13 Juli 2007.Karena komunitas kita sangat antusius ingin tahu hasil dari pertemuan tersebut.Karena Bapak sebagai tokoh senior dari komunitas Tionghoa Singkawang.Sedangkan pak Hasan sebagai kandidat dari etnis Tionghoa.Terutama pada saat seperti ini,kita tidak lama lagi akan mengadakan Pilkada di Singkawang”.

     
Pak BWK :

“Sebenarnya itu bukan sebuah pertemuan.Karena sebuah pertemuan harus ada sesuatu arrangement terlebih dahulu kedua belah pihak.Mereka itu datang ke rumah saja sebagai tamu biasa”.

     
Cinta Skw :

“Mereka mengunjungi Bapak karena Bapak sebagai tokoh masyarakat atau karena posisi Bapak sebagai anggota DPRD?”

     
Pak BWK :  “Wah,itu saya kurang mengerti bagaimana cara mereka memandang saya.Jika saya menilai cara mereka menyampaikan keinginannya,sudah jelas mereka tidak memandang posisi saya di masyarakat”.
     
Cinta Skw :

“Jika saya melihat posisi Bapak sebagai tokoh masyarakat dari etnis Tionghoa Singkawang dan juga sebagai anggota DPRD.Seharusnya pertemuan ini menyangkut masalah politik atau sosial.Mengapa pak Atien sebagai bisnisman yang kaya  juga ikut dalam pertemuan tersebut?Apakah mereka bermaksud memberi tekanan ekonomi terhadap organisasi sosial yang Bapak pimpin?”

     
Pak BWK : “Pada awal pembicaraan mereka menyampaikan undangan, meminta saya menghadiri acara ramah tamah dengan pengurus-pengurus yayasan yang dilakukan pada tgl 14Juli 2007.Tetapi pada akhirnya mereka memang bermaksud seperti Cinta katakan itu.Kita sebagai  orang miskin kita tidak mau ditekan-tekan oleh orang kaya.Jangankan satu orang kaya. Mereka bawa 10 orang kaya juga  saya tidak akan takut dan juga tidak akan mengubah posisi saya.Karena permintaan mereka sangat ridiculous dan berlawanan dengan prinsip saya.Sebagai manusia seharusnya dia tahu bagaimana cara menghargai orang lain,apalagi mau menjadi seorang calon  pemimpin dikota ini.Apakah sdr Cinta mau dipimpin orang berkarakter tidak menghargai orang lain? Sebagai seorang pemimpin paling tidak memiliki pengalaman melayani atau mengabdi masyarakat.Sehingga seorang  pemimpin itu mengerti mekanisme pelayanan terhadap masyarakat.Apakah dia memiliki pengalaman dalam hal ini?Itu hanya ditinjau dari segi pengalaman pelayanan sosial terhadap publik.Belum kita mempertanyakan kapasitas pengalaman dia dibidang birokrasi.Menurut saya dia memiliki “zero” pengalaman dibidang pelayanan sosial atau birokrasi.Cari dulu kedua pengalaman itu sebelum bermimpi menjadi seorang pemimpin”.
     
Cinta Skw : “Apakah ini ada menyangkut rumour yang beredar dimasyarakat mengatakan Bapak akan mencalonkan diri menjadi kandidat nanti”.
Pak BWK : “Itu bukan rumour.Absolutely correct!”. “Saya sudah melihat option kearah sana”.
     
Cinta Skw :  “Bagaimana pendapat Bapak tentang baliho bergambar pak Hasan yang ada didalam kota dan diluar kota dirusak orang? Ada bagian gambar kepala Pak Hasan yang hilang,ada yang hilang sampai bagian dada ?”.
     
Pak BWK :

“Maaf,Cinta” . “Bukan posisi saya menjawab pertanyaan Saudara.Seharusnya pertanyaan tersebut Sdr Cinta tujukan kepada Pak Hasan.Karena baliho itu milik Pak Hasan.”

     
Cinta Skw : “Baik,pak” . “Kalau begitu nanti saya akan mengirim email kepada pak Hasan untuk menanyakan pendapatnya tentang kerusakan baliho itu”.
     
Pak BWK : “Itu memang kewajiban Pak Hasan memberi komentar”.
     
Cinta Skw : “Jika nanti Bapak mencalonkan diri menjadi kandidat wako nanti.Apakah ini bagian dari masterplan dari Pak Awang,walikota sekarang.Karena Bapak begitu dekat dengan Pak Awang ?”.
     
Pak BWK : “Saya tidak menyangkal pergaulan saya memang dekat dengan Pak Awang.Karena kami sudah  lama kenal,saling ada pengertian sehingga melahirkan sebuah persahabatan”.
     
Cinta Skw : “Bagaimana nanti kalau Bapak mencalon diri sebagai kandidat wako,apakah ini tidak akan mempengaruhi persahabatan Bapak dengan Pak Awang?”
     
Pak BWK : “Tidak!”. “Tidak!”. “Sebagai sahabat,kadang-kadang kita perlu bersaing satu sama lain dalam bidang politik supaya bertambah maju”.
     
Cinta Skw : “Terima kasih.Bapak telah menyediakan waktu utk interview ini”.
     
Pak BWK :

“Terima kasih kembali”.”Lain kesempatan kita berbincang-bincang lagi.Selamat malam”.