Cara Orang Singkawang Merayakan Acara Pernikahan

18 Mei 2010

Komentar:

Merayakan hari ulang tahun atau pernikahan merupakan hal biasa bagi sebagian orang. Tetapi “cara merayakan” membuat makna hari ulang tahun atau pernikahan itu berbeda antara satu dengan lainnya sangat berbeda.Ada orang merayakan hari ulang tahunnya atau pernikahan dengan  cara  mengundang pada para entertainer; penyanyi, penari untuk menghibur diri dan tamunya.

Cara Pak Lio Kurniawan alias ALiok   entah merayakan hari ulang tahun atau merayakan hari pernikahaannya  sangat berbeda dibadingkan tokoh-tokoh komunitas Tionghoa Singkawang pada umumnya. Pak Aliok bukan mengundang entertainer untuk meramaikan acara istimewanya tetapi Pak Aliok mengundang pejabat sebagi penghibur para tamunya.

Pada tanggal 16 Mei 2010 di Restoran Ah Yat Abalone Mid Plaza Jakarta pada jam.19.00 WIB acara perayaan entah ulang tahunnya atau hari pernikahan Pak Aliok dengan A Moy Sanggau dirayakan dengan cukup meriah.

Kurang lebih  200an tamu yang  hadir pada malam yang berbahagia pada keluarga Pak Aliok.  Entertainer yang dipersiapkan oleh Pak Aliok untuk menghibur pada para tamu hadir dalam acara jamuan makan itu yaitu sang”adik” mantan rivalnya dalam pencalonan Wako Singkawang yaitu Pak Hasan Karman.

Ketika Pak Hasan Karman tampil memukau di panggung kehormatannya cerita penghiburannya dimulai :- Alkisah di negeri San Kew Jong  dipimpin seorang Raja melankholis bernama Bong Ma Fan. Dari hari ke hari semakin bertambah banyak  rakyat di negeri ini tidak mendukung kebijakan sang Rajanya. Karena rakyat merasa dibohongi oleh Rajanya yang telah berjanji akan membangun istana spektakuler untuk mereka.  Di istana spektakuler; air ledeng mengalir, listrik selalu menyala, setiap  rakyatnya memiliki pekerjaan. Ekspektasi rakyat terhadap Rajanya begitu tinggi, membuat Rajanya semakin bersedih.

Dikisahkan oleh pak Hasan Karman: bahwa ada diantara rakyatnya yang tidak senang terhadap dirinya yang akan  melakukan usaha untuk menjatuhkan kerajaan spektakulernya. Ketika para hadirin mendengar “ada usaha menjatuhkan” ada  yang tersenyum kecut tetapi  mereka terus antusias mendengarkan cerita dongeng dari Pak Hasan Karman. Menurut cerita Pak Hasan Karman  pada tanggal 1 Juni yang akan datang ada usaha untuk menjatuhkan kerajaan di negeri spektakuler “San Kew Jong” dengan cara demontrasi besar-besaran. Untuk menyakinkan pada pendengar Pak Hasan Karman menambahkan ini menurut informasi intelijen dari kesatuan brigif.  Ini bukan shocking news bagi kita karena ada kesamaan kisah ini dengan berita TV kita yang menyiarkan berita tentang :teroris yang akan beraksi membunuh presiden kita, Pak SBY. Kedua berita itu ada terdapat persamaan yaitu:Menjatuhkan pemerintah SBY dengan pembunuhan dan  menjatuhkan pemerintah Hasan Karman dengan demontrasi. Menjatuhkan pemerintah, yang satu dengan memakai “pembunuhan” dan yang lain dengan memakai “demontrasi”. Ini sangat jelas kisah yang disampaikan Pak Hasan Karman terinspirasi dengan berita TV dan koran-koran .

Menurut Pak Hasan dua pengusaha asal dari Singkawang  sedang menggalang dana sebesar 2 Miliar rupiah untuk  menjatuhkan pemerintahnya, para tamu yang hadir malam itu kebetulan juga mengetahui arah pidato sang rajanya menambahkan sudah mencapai angka 5 Miliar mencoba mengkritisi data intelijennya yang kurang update . “Usaha mereka sangat jelas” kata Pak Hasan Karman ketika acara lelang CGM yang lalu mereka mencoba menggagalkan lelang altar kesayanganku .

Supaya penghiburan Pak Hasan Karman semakin menarik perhatian, Pak Aliok tampil meyakinkan para hadirin kemudian  bertanya kepada Pak HK soal alasan kerajaan San Kew Jong meninggikan  jalan di Singkawang. Pak HK memberi jawaban klasik;” jika dana itu tidak dipakai akan kembali ke Pusat “. Memang, Pak HK berpasangan dengan Pak Aliok merupakan pasangan aktor ideal yang bisa mendramatisir masalah menjadi racun untuk dikonsumsi  komunitas Tionghoa Singkawang yang wawasan mereka belum terbuka lebar. Padahal proyek peninggian jalan bukan proyek yang tepat guna, merupakan proyek yang dipaksakan.,”lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya”,kata  Imelda warga Pontianak yang berprofesi sebagai pengusaha kontraktor jalan.

Sesudah acara perayaan hari selesai, dua tamu meninggalkan tempat pesta  satu tamu sambil berbisik-bisik mengatakan kepada temannya :’tidak usah kita pusingkan dengan apa disampaikan oleh penghibur melankholis itu yang penting kita dapat makan  malam ini”.Selamat berpesta politik, Pak Aliok.

 

 

CintaSingkawang, 18 Mei 2010