Kedudukan atau Patung Naga ?

7 Februari 2009
Komentar:
Kalau kita bertanya kepada seorang anak ketika kita menyuruh dia memilih makan cabe atau es cream ? Jawaban dari anak tersebut sudah pasti kita semua tahu, dia akan memilih es cream daripada cabe. Karena rasa es cream itu manis,sejuk,wangi.Rasa es cream sangat lain dengan rasa cabe.Kalau pertanyaan seperti itu juga kita tanyakan kepada Pak Hasan Karman, tetapi objek menjadi pertanyaan kita ganti “cabe atau es cream” kita ubah menjadi “kedudukan atau Patung Naga”. Kita yakin, Pak wako kita tidak dapat memberi jawabannya secepat dan setepat seperti anak kecil tersebut. Karena anak kecil tersebut cepat dapat membedakan enak es cream daripada cabe. Tetapi, bagi Pak Hasan Karman,mungkin sungkan untuk mengatakan “kalau bisa sih dua-duanya saya mau, kedudukan dan patung naga”. Marilah kita  coba melihat apakah Pak Hasan Karman  memiliki chance untuk memiliki kedua-duanya.

 

Pada tanggal 6 Pebruari 2009(hari Jumat) massa sekitar 500 an warga Singkawang mengadakan demo untuk menentang pembangunan patung naga di depan gedung DPRD Singkawang. Mereka ini menyebut dirinya sebagai “Aliansi Masyarakat Singkawang(AMS)”, koordinator aksi  demo ini dipimpin oleh Pak Rudi Sandiosa. Ada dua tuntutan yang mereka kemukakan yaitu:
-Meminta Walikota Singkawang(Pak Hasan Karman) mundur dari jabatan.
-Menghentikan pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga.
Pihak AMS memberi penjelasan kepada kalangan komunitas Tionghoa Singkawang bahwa demo mereka  sasarannya yaitu patung naga bukan warga Tionghoa.

Dari berbagai kalangan sangat menyayangkan sikap walikota Singkawang,Pak Hasan Karman yang tidak professional  sebagai pejabat dalam menangani kasus  patung naga ini.Tidak berani menghadapi para demonstran dan tidak memberikan penjelasan kepada mereka tentang sikap Pemkot dalam hal ini. Seorang perwira menengah dari  kepolisian yang meminta Cinta jangan mencantumkan identitasnya mengatakan”kami hanya dapat menangani masalah keamanan saja,untuk mendamaikan kedua belah pihak bukan tugas kami.” Ada kalangan  menilai ketidakberanian Pak Hasan Karman keluar dari kantor untuk menghadapi para demonstran karena Beliau takut nasibnya seperti ketua DPRD Sumatera Utara. Padahal pihak aparat sudah menjaga ketat,dengan penambahan personil polisi dari Pontianak. Tetapi, pada kalangan pencinta dunia maya menilai karena pengaruh dari kebiasaan Pak Hasan Karman sering memakai dummy(fake id)untuk melakukan posting-posting ke milist.Sehingga Beliau mendapat sejenis penyakit jiwa takut menampakkan dirinya kepada umum.Bisa jadi?

Masalah patung naga,masalah ini perlu ditangani segera oleh Pak Hasan Karman.Apabila ditunda akan mengganggu aktivitas masyarakat Singkawang. Cinta rasa pihak aparat akan kehilangan kesabaran jika terus –terusan menangani masalah ini. Biaya untuk mendatangkan bantuan keamanan dari Pontianak tidak sedikit.Jika dalam jangka panjang, siapa yang membayar biaya ini?

Ada dua pilihan bagi Pak Hasan Karman yaitu:
Jika memilih:memenuhi tuntutan pihak penentang pembangunan patung naga(
AMS). Pak Hasan Karman akan merasa kehilangan muka dan kewibawaan di komunitas Tionghoa Singkawang, terutama di depan teman-teman pembisik seperti  Pak Bong Li Thiam,Budiman ,Iwan Gunawan. Pak Hasan Karman akan kehilangan dukungan dari mereka. Karena Pak Hasan Karman dianggap sebagai orang yang gagal melaksanakan misi mereka.
Jika memilih:pembangunan Patung Naga diteruskan. Pak Hasan Karman mengundang permusuhan antar etnis,Tionghoa Singkawang dengan  Melayu Sambas. Akibatnya roda pemerintahan Pak Hasan Karman tidak akan berfungsi karena di pihak Melayu akan mengadakan baikot secara birokrasi. Instansi dibawah pemerintahannya akan acuh tak acuh menjalankan program yang telah disepakati bersama, akan ada pembusukan dari dalam birokrasi. Intinya, menyengsarakan masyarakat Singkawang. Ini akan terjadi: sampah-sampah dimana-mana, bau busuk. Air leding tidak mengalir dll. Kepercayaan masyarakat terhadap kota Singkawang akan hilang, Singkawang bukan kota yang aman untuk ditinggal. Dampaknya, para investor tidak mau datang untuk  membantu Pak Hasan Karman membangun Singkawang spektakuler, terutama investor bonafid  membangun bandara Singkawang. Karena masyarakat tidak percaya group orang yang mendukung Pak Hasan Karman sanggup membayar biaya keamanan untuk jangka panjang. Komunitas Tionghoa Singkawang yang tinggal di pasar Singkawang tidak akan memberikan dukungan secara politik kepada Pak Hasan Karman,seperti dalam bentuk memberi votenya kepada caleg yang disponsori oleh Pak Hasan Karman. Karena tuntutan AMS  hanya menyangkut patung naga yang dibangun di ruang publik itu. Tetapi Pak Hasan Karman telah melibatkan mereka yang tidak berdosa dan tidak ada kepentingan sama sekali dalam hal patung naga. Kekacauan ini terjadi karena hasil karya dari Pak Bong Li Thiam,Budiman ,Iwan Gunawan ,sudah sangat jelas komunitas Tionghoa Singkawang yang tinggal di pasar kota Singkawang, tidak mau ambil bagian dalam proyek gila yang merugikan dirinya.
Secara politik, option ini sangat tidak menguntungkan Pak Hasan Karman kalau dia mau tetap duduk di kursi wako.Hay yah, Ngai mo pian !!!Cin Thui Nan,Cho Thian Ten,keluh Pak Hasan sambil menarik napas dalam-dalam. 
Sudah sangat jelas,chances sangat kecil untuk Pak Hasan Karman dapat memiliki kedudukan dan patung naga sekaligus.
CintaSingkawang,07Februari2009