|
Kalau kita bertanya kepada seorang
anak ketika kita menyuruh dia memilih
makan cabe atau es cream ? Jawaban dari
anak tersebut sudah pasti kita semua
tahu, dia akan memilih es cream daripada
cabe. Karena rasa es cream itu
manis,sejuk,wangi.Rasa es cream sangat
lain dengan rasa cabe.Kalau
pertanyaan seperti itu juga kita
tanyakan kepada Pak Hasan Karman, tetapi
objek menjadi pertanyaan kita ganti “cabe
atau es cream” kita ubah menjadi “kedudukan
atau Patung Naga”. Kita yakin, Pak wako
kita tidak dapat memberi jawabannya
secepat dan setepat seperti anak kecil
tersebut. Karena anak kecil tersebut
cepat dapat membedakan enak es cream
daripada cabe. Tetapi, bagi Pak Hasan
Karman,mungkin sungkan untuk mengatakan
“kalau bisa sih dua-duanya saya mau,
kedudukan dan patung naga”. Marilah kita
coba melihat apakah Pak Hasan Karman
memiliki chance untuk memiliki
kedua-duanya.
Pada tanggal 6 Pebruari 2009(hari
Jumat)
massa
sekitar 500 an warga Singkawang
mengadakan demo untuk menentang
pembangunan patung naga di depan gedung
DPRD Singkawang. Mereka ini menyebut
dirinya sebagai “Aliansi Masyarakat
Singkawang(AMS)”, koordinator aksi demo
ini dipimpin oleh Pak Rudi Sandiosa. Ada dua tuntutan yang
mereka kemukakan yaitu:
-Meminta
Walikota Singkawang(Pak Hasan Karman)
mundur dari jabatan.
-Menghentikan
pembangunan patung naga di persimpangan
Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga.
Pihak
AMS memberi penjelasan kepada kalangan
komunitas Tionghoa Singkawang bahwa demo
mereka sasarannya yaitu patung
naga bukan warga Tionghoa.
Dari berbagai kalangan sangat
menyayangkan sikap walikota
Singkawang,Pak Hasan Karman yang tidak
professional sebagai pejabat dalam
menangani kasus patung naga
ini.Tidak berani menghadapi para
demonstran dan tidak memberikan
penjelasan kepada mereka tentang sikap
Pemkot dalam hal ini. Seorang perwira
menengah dari kepolisian yang
meminta Cinta jangan mencantumkan
identitasnya mengatakan”kami hanya dapat
menangani masalah keamanan saja,untuk
mendamaikan kedua belah pihak bukan
tugas kami.” Ada kalangan menilai ketidakberanian Pak Hasan Karman
keluar dari kantor untuk menghadapi para
demonstran karena Beliau takut nasibnya
seperti ketua DPRD Sumatera
Utara. Padahal pihak aparat sudah menjaga
ketat,dengan penambahan personil polisi
dari
Pontianak.
Tetapi, pada kalangan pencinta dunia maya
menilai karena pengaruh dari kebiasaan
Pak Hasan Karman sering memakai
dummy(fake id)untuk melakukan
posting-posting ke milist.Sehingga
Beliau mendapat sejenis penyakit jiwa
takut menampakkan dirinya kepada
umum.Bisa jadi?
Masalah patung naga,masalah ini
perlu ditangani segera oleh Pak Hasan
Karman.Apabila ditunda akan mengganggu
aktivitas masyarakat Singkawang. Cinta
rasa pihak aparat akan kehilangan
kesabaran jika terus –terusan menangani
masalah ini. Biaya untuk mendatangkan
bantuan keamanan dari
Pontianak
tidak sedikit.Jika dalam jangka panjang,
siapa yang membayar biaya ini?
Ada
dua pilihan bagi Pak Hasan Karman
yaitu:
Jika memilih:memenuhi tuntutan pihak
penentang pembangunan patung naga(AMS).
Pak Hasan Karman akan merasa kehilangan
muka dan kewibawaan di komunitas
Tionghoa Singkawang, terutama di depan
teman-teman pembisik seperti Pak Bong
Li Thiam,Budiman ,Iwan Gunawan. Pak Hasan
Karman akan kehilangan dukungan dari
mereka. Karena Pak Hasan Karman dianggap
sebagai orang yang gagal melaksanakan
misi mereka.
Jika
memilih:pembangunan Patung Naga
diteruskan. Pak Hasan
Karman mengundang permusuhan antar
etnis,Tionghoa Singkawang dengan
Melayu Sambas. Akibatnya roda
pemerintahan Pak Hasan Karman tidak akan
berfungsi karena di pihak Melayu akan
mengadakan baikot secara
birokrasi. Instansi dibawah
pemerintahannya akan acuh tak acuh
menjalankan program yang telah
disepakati bersama, akan ada pembusukan
dari dalam birokrasi. Intinya,
menyengsarakan masyarakat Singkawang.
Ini akan terjadi: sampah-sampah
dimana-mana, bau busuk. Air leding tidak
mengalir dll. Kepercayaan masyarakat
terhadap kota Singkawang akan
hilang, Singkawang bukan kota yang aman
untuk ditinggal. Dampaknya, para investor
tidak mau datang untuk membantu Pak
Hasan Karman membangun Singkawang
spektakuler, terutama investor bonafid
membangun bandara Singkawang. Karena
masyarakat tidak percaya group orang
yang mendukung Pak Hasan Karman sanggup
membayar biaya keamanan untuk jangka
panjang. Komunitas Tionghoa Singkawang
yang tinggal di pasar Singkawang tidak
akan memberikan dukungan secara politik
kepada Pak Hasan Karman,seperti dalam
bentuk memberi votenya kepada caleg yang
disponsori oleh Pak Hasan Karman. Karena
tuntutan AMS hanya menyangkut patung
naga yang dibangun di ruang publik itu.
Tetapi Pak Hasan Karman telah melibatkan
mereka yang tidak berdosa dan tidak ada
kepentingan sama sekali dalam hal patung
naga. Kekacauan ini terjadi karena hasil
karya dari Pak Bong Li Thiam,Budiman ,Iwan
Gunawan ,sudah sangat jelas komunitas
Tionghoa Singkawang yang tinggal di
pasar kota Singkawang, tidak mau ambil
bagian dalam proyek gila yang merugikan
dirinya.
Secara politik, option ini sangat
tidak menguntungkan Pak Hasan Karman
kalau dia mau tetap duduk di kursi wako.Hay
yah, Ngai mo pian !!!Cin Thui Nan,Cho
Thian Ten,keluh Pak Hasan sambil menarik
napas dalam-dalam.
Sudah
sangat jelas,chances sangat kecil untuk
Pak Hasan Karman dapat memiliki
kedudukan dan patung naga sekaligus.
|